My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Double Chapter



Dave dan Jo yang sedang serius memikirkan masalah ini tiba-tiba terkejut dengan suara yang ikut bicara, suara serak yang khas orang baru bangun tidur..


" Dad aku tau siapa orangnya " ucap Daniel serak khas orang bangun tidur


Dave yang mendengar suara itu langsung menengok kebelakang begitupun Jo..


" boy kau sudah bangun " ucap Dave sambil menggendong Daniel dan di dudukan di pangkuannya..


" hemm Niel lapar " ucap Daniel


" ok kita makan " ucap Dave


" kalo begitu saya permisi dulu " ucap Jo


" nanti kita lanjut lagi kau ajak saja James buat makan siang " ucap Dave


" baik tuan " ucap Jo


Jo pun keluar dari ruangan Dave, sedangkan Dave mendudukan Daniel di sofa yang kosong..


" katanya mau main-main di kantor Daddy, baru sampai kok udah tidur " ucap Dave


" kalo jam segini kan waktunya Niel tidur kalo gak tidur nanti Mommy marah " ucap Daniel polos yang ditanggapi anggukan sama Dave..


mereka berdua pun makan dengan lahapnya, ayah dan anak itu pun sama-sama menggemari makanan khas italia, tapi Daniel memiliki alergi yang sama seperti Jesi malahan lebih parah, maka dari itu Dave selalu memastikan makanan yang dimakan oleh Jesi maupun Daniel jauh dari makanan itu..


" Dad serius deh Niel tau orang yang lagi Daddy cari " ucap Daniel


" boy gini ya " ucap Dave menjeda lalu " kau masih kecil dan belum mengerti sama ucapan yang orang dewasa bicarakan " ucap Dave sambil mengelus kepala Daniel sayang..


" ish Dad aku udah besar udah jadi abang juga jangan panggil aku anak kecil " ucap Daniel kesal


" iya-iya abang " ucap Dave sambil tersenyum walaupun hanya tipis..


" serius Dad aku gak boong malah aku denger sendiri " ucap Daniel


Dave mulai serius menanggapi ucapan Daniel walaupun gak sepenuhnya, karena Dave tau dia tidak seharusnya percaya sama anak-anak tapi anak-anak juga tidak pernah berbohong seperti orang dewasa mereka masih polos..


" siapa emang terus kamu denger dimana " tanya Dave


" ada syaratnya Dad kalo mau tau " ucap Daniel sambil tersenyum evil khas anak-anak


Dave yang melihat itu semakin penasaran sekaligus tidak mengerti apa dia harus percaya atau tidak sedikit ragu..


" masih kecil udah tau syarat, ya udah apa syaratnya " ucap Dave


" yey gth dong jangan kelamaan kalo mau diskusi sama Niel, Niel tuh orangnya gak sabaran " ucap Daniel


" iya gak sabaran, ngambekan lagi kalo gak diturutin, katanya abang nanti malu di ledekin sama teman-temannya hayo " ucap Dave


" apaan Niel tuh ya anaknya banyak yang suka buktinya setiap hari Niel dikasih coklat terus " ucap Daniel bahagia


" pantes tubuh kamu melar " ucap Dave meledek


" ihhh Daddy aku aduin loh sama Mommy " ucap Daniel


" maaf deh baby boy terus kapan kamu mau ceritanya Daddy juga orangnya gampang emosian loh " ucap Dave


" ok sebelum Niel kasih tau Niel mau kasih syaratnya dulu tapi Daddy janji harus menuhin " ucap Daniel sambil menjulurkan jari kelingkingnya..


" iya-iya kamu kelamaan ah " ucap Dave sambil mengaitkan jari kelingkingnya dengan Daniel pertanda setuju..


" gini Niel kan suka main games tapi Mommy selalu melarang Niel buat pakai laptopnya dan tabnya juga, jadi Daddy harus beliin Niel satu paket komplit buat main games " ucap Daniel


" loh Mommy ajh melarang kenapa kamu malah mau memberontak nanti Daddy yang disalahin " ucap Dave


" Daddy gimana sih peraturan tuh buat dilanggar tau Dad, mau tau gak Daddy orangnya kalo gak ya udah sampai kapan pun Daddy gak bakalan tau percaya deh sama Niel " ucap Daniel


Dave pun berfikir emang ada benarnya sudah hampir satu bulan dirinya dan James dan juga Jo mencari tahu siapa orang dibalik semua ini, tapi nihil semua itu terasa sia-sia tapi masa saking putus asanya dia harus percaya sama anak kecil tapi kalo gak dicoba mana bisa tau..


" kelamaan ah Niel mau pulang ajh " ucap Daniel sambil berdiri dan menggendong tas minionnya..


Dave yang melihat anaknya memakai tasnya langsung mencegat..


" ok Daddy bakalan menuhin semua syarat yang kamu mau tapi kalo kamu sampai bohong jangan lari kalo Daddy hukum " ucap Dave


" laki-laki tuh yang dipegang ucapannya percaya ajh sama Niel dan juga kapan Niel pernah lari kalo Daddy mau hukum " ucap Daniel polos


" kamu mah sukanya ngeles yang waktu itu pas Daddy tau kamu main lumpur terus memelihara anak anjing diam-diam, kamu malah lari ke Mommy minta pertolongan " ucap Dave


" itukan salahnya Momo kenapa dia mainnya di lumpur " ucap Daniel mengelak


Momo adalah anak anjing yang Daniel pelihara dia merengek setiap hari ke Jesi agar mengizinkan dirinya untuk memelihara anak anjing seperti teman-temannya..


" udah ah kelamaan mau kasih tau gak " ucap Dave


" iya mau ya udah sekarang Daddy ikut aku pulang " ucap Daniel


" loh kenapa Daddy kan masih kerja " ucap Dave


" karena jawabannya ada di rumah Dad " ucap Daniel


Dave semakin gak mengerti dengan semua yang anaknya ucapkan tapi Dave mecoba mengikuti permainan dari anaknya ini..


" ok Daddy ambil jas Daddy dulu " ucap Dave


" ok " ucap Daniel lucu


Dave pun berjalan menuju kursi kebesarannya dan mengambil jasnya yang tersampir di kursi dan memakainya..


Dave pun berjalan keluar ruangannya sambil menggendong Daniel, Hot Daddy banget James yang melihat itu langsung berdiri dan memberi hormat..


" James kau handle semuanya saya mau pulang mengantar Daniel " ucap Dave


" makasih ya uncle bye-bye " ucap Daniel lucu


" iya tuan muda " ucap James


" tuan muda lagi terserah ah " ucap Daniel cemberut sambil tangannya di lipatkan di dadanya..


" gemes deh Daddy pengen gigit pipi bapaonya " ucap Dave


Daniel semakin cemberut mendengar ucapan Daddy nya, Dave pun berjalan menuju lift dan turun ke lantai utama hari ini tidak tau kenapa dirinya seperti terhipnotis sama anaknya sendiri..


sesampainya di lantai dasar Dave pun berjalan keluar disana sudah ada mobil yang disiapkan oleh James, karyawan Dave yang tidak pernah sama sekali melihat Dave menggendong anak kecil pun menjadi kagum melihat itu..


Dave pun memasukan Daniel terlebih dahulu ke dalam mobil lalu dirinya, mobil yang ditumpangi Dave pun pergi meninggalkan perusahaan nya menuju kediaman pribadinya..


hanya butuh waktu setengah jam buat Dave dan Daniel sampai di mansion, Dave pun keluar dari mobilnya setelah pintu mobil di buka kan oleh bodyguard yang berjaga disana..


begitupun dengan Daniel dia keluar dari dalam mobil lalu berlari menuju dalam mansion..


" Mommy abang pulang " teriak Daniel


Jesi yang mendengar suara anak sulungnya langsung menghampiri tapi Jesi sangat terkejut kenapa Dave juga ikut pulang..


" loh Dave kok udah pulang ini masih siang " tanya Jesi heran


" Daddy pulang ada urusan " ucap Daniel menimpal


" urusan.. urusan apa " tanya Jesi semakin bingung


" urusan buat tau siapa orang yang mengacau perusahaan Daddy " ucap Daniel


" APA " ucap Jesi kaget


" loh sayang kenapa kamu kok kaget gth " tanya Dave


" iya kaget lah Dad kan Mommy orang dibalik semua ini sumpah Niel gak bohong " ucap Daniel


" APA, gimana caranya " tanya Dave kaget dicampur heran..


bukan Jesi ataupun Daniel yang menjawab melainkan Jino yang baru datang dengan Raisa..


" jadi selama ini kau tidak tau kalo Ana seorang hackers " ucap Jino


" APA hackers " ucap Dave semakin terkejut


" iya dia adalah hackers yang sudah terkenal di bidang IT dan juga perbisnisan mungkin juga di dunia hitam yang selalu kau geluti " ucap Jino


" kau juga sama brengsek " ucap Dave kesal


" tapi setidaknya aku sudah meninggalkan semua itu tidak seperti kau " ucap Jino


" terserah.. tapi sayang apa semua itu benar kau.. kau seorang hackers dan juga orang yang dibalik semua ini " ucap Dave tidak percaya


" iya aku lakuin ini semua karena aku kesal sama kamu selama aku sakit kamu gak perhatian sama anak-anak kita maafin aku " ucap Jesi sambil pergi meninggalkan mereka.


Dave yang melihat Jesi pergi langsung menyusulnya sedangkan Jino, Raisa, dan Daniel hanya terdiam melihat itu Jino pun tersadar dengan tujuan awal mereka datang kesana..


" heii Ana kami kesini mau kasih undangan sama kalian " teriak Jino


" papi angkat jangan teriak-teriak budeg kuping Niel " ucap Daniel


" heii baby boy kenapa kau bocorin rahasia Mommy kamu " tanya Jino


" kenapa emangnya gak boleh, dari awalkan Mommy sama papi angkat gak bilang kalo ini rahasia lagian Niel akan dapat satu peralatan komplit games dari Daddy yey " ucap Daniel bahagia


" anak pintar " ucap Raisa sambil memeluk Daniel


" beb kenapa kamu dukung monster kecil ini " ucap Jino


" biarin " ucap Raisa


" oh iya papi sama mami angkat mau nikah ya kaya Daddy sama Mommy " tanya Daniel


" iya nanti Niel yang nabur bunga di altar ya buat mami sama papi " ucap Raisa


" siap mami.. bagus deh mami akan nikah sama papi angkat kalo gak pasti papi akan nikah sama tante yang tadi " ucap Daniel


" tante.. tante siapa sayang " tanya Raisa heran


" tante yang tadi siang makan di restaurant bersama papi aku kira tadi mami yang disana ternyata bukan iya kan pi " tanya Daniel


" APA.. gak gth Sa aku bisa jelasin " ucap Jino kikuk


" Jino Marcello sempet-sempetnya ya mau nikah sama aku tapi malah makan siang sama cewe lain " ucap Raisa marah sambil memukul-mukul Jino dengan tasnya


" bukan gth Sa dengerin dulu " ucap Jino


" terserah aku mau pulang " ucap Raisa


" Sa tunggu.. awas kau ya monster kecil " ucap Jino ke Daniel


Daniel yang melihat itu hanya menatap dengan polosnya dia tidak mengerti dengan masalah orang dewasa..


" mereka kenapa sih Niel kok jadi bingung, lebih baik Niel ke atas menemui baby J yey hari ini Niel seneng banget " ucap Daniel bahagia


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


Happy reading guys 😉😉


sorry baru up lagi soalnya dua hari yang lalu baru keluar RS penyakit lama kambuh makasih ya yang udah setia nungguinnya.. 🙏🙏