My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Bertemu 2



Chapter 49


Dave yang melihat Jesi terkulai tak sadarkan diri langsung berlari ke arah Jesi sambil berteriak nama Jesi sehingga membuat orang yang mendengar langsung melihat ke arah Dave berlari..


" JESI " teriak Dave


sesampainya di sana Dave langsung memangku kepala Jesi di simpannya di pahanya Dave yang kalut melihat keadaan Jesi yang sangat mengkhawatirkan..


" heii sayang " ucap Dave serak karena menahan air matanya..


Dave pun berteriak memanggil dokter agar cepat bisa menangani Jesi..


" Mr tolong angkat dokter Jesi ke brankar ini " ucap perawat dengan berbahasa inggris


Dave pun langsung menggendong Jesi lalu di tidurkan di brankar saat brankar di gerakan ke arah emergency room langkah Dave di hentikan oleh suster..


" maaf Mr anda tidak boleh masuk harap tunggu di sini " ucap suster


" kenapa saya ini suaminya saya mau melihat keadaan istri saya, saya ingin masuk " teriak Dave marah


suster itu sedikit takut karena bentakan Dave mereka yang mendengar penuturan Dave yang mengaku suaminya Jesi sangat terkejut karena setau mereka Jesi tak pernah membahas suaminya walaupun mereka tau kalo Jesi sudah memiliki anak..


" tetap saja Mr anda tidak boleh masuk ini sudah menjadi peraturan rumah sakit harap anda mengerti dan jangan ribut " ucap suster lalu mereka membawa brankar Jesi ke dalam meninggalkan Dave yang masih marah..


bukan seperti ini pertemuan yang Dave inginkan yang dia harapkan dirinya dan Jesi bertemu dengan keadaan dua-duanya sehat tanpa kekurangan apapun tapi ternyata kenyataan lebih menyakitkan dirinya harus bertemu dengan kekasihnya dengan keadaan dimana kekasihnya sedang berjuang dalam hidupnya..


" brengsek " ucap Dave marah sambil meninju ninju tembok sehingga buku-buku tangannya terluka dan mengeluarkan darah..


James yang baru saja sampai di sana sangat terkejut melihat tuannya sedang mengamuk dengan meninju tembok dengan tangannya dan James lebih sangat terkejut saat matanya melihat ke arah baju Dave yang sangat penuh dengan darah..


" tuan anda tidak apa-apa tenanglah " ucap James sambil menenangkan Dave


Dave hanya terdiam membeku di kursi tunggu matanya tak lepas dari ruang emergency dia berharap Jesi bisa selamat..


tak lama setelah itu Raisa dan Jino datang ke rumah sakit setelah pihak rumah sakit mengabari kalo Jesi terluka akibat kecelakaan membuat Raisa dan Jino sangat khawatir apalagi Daniel balita itu sedari tadi menangis terus sehingga matanya sangat sembab masih di gendongan Jino Daniel masih menangis dan memeluk leher Jino erat sambil sesekali memanggil Mommy nya..


Raisa dan Jino sangat terkejut saat melihat Dave berada disana mata Dave sangat tajam melihat Raisa dan Jino mata yang memerah memancarkan amarah yang sedang dia redam..


" D-Dave kenapa kau ada disini " tanya Raisa gugup dengan mata yang sangat sayu karena habis menangis Raisa melihat Dave yang mengepalkan tangan dan tatapannya yang sangat tajam mengarah ke arah Jino


" kau ngapain disini brengsek " teriak Dave dia akan melangkah ke arah Jino tapi untungnya James memegangi tangan Dave agar tidak berbuat kekacauan..


" tuan bersabarlah ini rumah sakit " ucap James


" aku tidak peduli brengsek lepaskan " teriak Dave


Dave masih memberontak dia sangat ingin memukul wajah Jino Dave tidak habis fikir kenapa laki-laki itu datang bersama sahabat kekasihnya Dave tidak kaget saat melihat Raisa karena dia tau kalo dimana Jesi berada Raisa pun pasti ada tapi Dave tak habis fikir kenapa laki-laki yang selama ini adalah rivalnya bisa berada disini apa jangan-jangan mereka hidup bersama..


amarah Dave mereda seketika saat mendengar tangisan balita yang ada di gendongan Jino tangisan itu sangat kencang dan sangat pilu dan disela tangisannya balita itu memanggil Mommy nya Jino langsung menimbang-nimbang Daniel agar tangisannya reda tapi malah sebaliknya tangisan Daniel malah makin kencang..


" sayang heii sini sama mami " ucap Raisa sambil mengusap punggung Daniel..


" gak mau aku mau sama Mommy " ucap Daniel lirih


" iya nanti kita ketemu Mommy kamu jangan nangis terus nanti Mommy Jesi sedih melihat mata Niel yang bengkak karena nangis " ucap Jino menenangkan..


" papi sama mami angkat bohong Mommy gak nemuin Niel " ucap Daniel tak selang berikutnya Daniel menangis lebih kencang membuat pengunjung rumah sakit iba melihat balita itu menangis terus..


Dave pun memberanikan melangkah ke arah Jino dia sangat yakin kalo anak itu adalah anaknya dan Jesi..


" heii boy sini sama Daddy " ucap Dave lembut sambil mengelus kepala Daniel


" Daddy " ucap Daniel lirih


" yes boy " ucap Dave


balita itu seketika melepaskan rangkulannya di leher Jino dan beralih kepangkuan Dave sambil memegang guling berbentuk minion kartun pisang mengelupas...


Daniel masih sesegukan di dekapan sang ayah dia tidak menangis lagi Dave hatinya sangat merasa hangat saat untuk pertama kalinya dia menggendong anak yang selama ini dia sangat nanti-nantikan..


ruang emergency terbuka dan keluar seorang dokter..


" gimana keadaan suami saya dok " ucap pengantin perempuan itu


" maaf walaupun operasinya sukses tapi suami anda mengalami koma " ucap dokter Steve


" APA tapi suami saya bisa cepat sadarkan dok " tanya pengantin perempuan


" kita hanya bisa menunggu keajaiban dari Tuhan semoga suami anda bisa sadar segera " ucap dokter Steve


" lalu gimana dengan sahabat saya " ucap Raisa


" operasi dokter Jesi juga sukses tapi dokter Jesi belum melewati masa kritisnya dia sangat banyak kehilangan darahnya untungnya masih tersedia kantung darah karena darah dokter Jesi sangat langka " ucap dokter Steve


" kira-kira kapan Jesi akan melewati masa kritisnya " ucap Raisa


" kita lihat sampai pagi ini kalo dia masih belum bisa melewati masa kritisnya kami belum bisa memindahkannya ke ruang rawat inap " ucap Steve


" baiklah dok terima kasih " ucap Raisa


" sama-sama ini sudah kewajiban saya " ucap dokter Steve


sedangkan Dave dan Jino hanya diam mendengarkan obrolan dokter dan Raisa..


" tuan sebaiknya anda beristirahat terlebih dahulu kasian juga tuan muda dia sangat kelelahan menangis terus sejak tadi sampai dia tertidur " ucap James


" baiklah " ucap Dave


saat Dave ingin melangkahkan kakinya tiba-tiba Jino menahan tangannya yang sedang menggendong Daniel..


" apa-apaan kau ini lepaskan tanganmu brengsek " ucap Dave emosi


" kau mau dibawa kemana Daniel " tanya Jino


" aku akan membawanya denganku dia anakku " ucap Dave


" apa kau mau memisahkan ibu dan anaknya " ucap Jino


" apa maksudmu aku tidak hanya akan membawa anakku tapi juga calon istriku juga " usah Dave marah sambil menghempaskan tangan Jino..


" kau tidak berfikir apa kata orang laki-laki yang sudah memiliki keluarga ingin membawa anak dan calon istrinya ke rumah mereka " ucap Jino


" siapa yang sudah berkeluarga aku belum menikah " ucap Dave emosi kalo tidak sedang menggendong Daniel wajah tampan Jino sudah habis di pukuli oleh Dave..


Dave pun berjalan meninggalkan Jino dan Raisa yang masih sangat terkejut mendengar penuturan Dave...


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


happy reading guys 😉😉