My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Dia...



Chapter 16


Setelah kejadian pemaksaan yang di buat oleh Dave Jesi mau tidak mau harus menurut walaupun terpaksa..


dan sekarang disini lah Jesi berada di phenhoust milik Dave phenhoust itu sangat lah besar menurutnya dimana diluar sangat elegan dengan struktur yang ditampilkan ditambah pas masuk kedalam bak istana di negri dongeng selain megah terlihat sekali struktur khas Eropa klasik tapi auranya sangat kental dengan dingin..


" gila ini rumah gak salah gede banget mana modelnya gaya Eropa banget tapi ko auranya sangat dingin kaya yang punyanya " gumam Jesi dalam hati sambil memperhatikan sekitaran phenhoust milik Dave..


Mereka berdua di sambut dengan belasan pelayan ahh ralat mungkin lebih karena mereka berjajar dan membungkuk kan badan mereka..


Dave pun berdiri di depan setelah sampai di ruang keluarga disampingnya berdiri seorang perempuan cantik yang tak lain adalah Jesica Anastasya perempuan yang akan tinggal bersamanya bukan sukarela tapi terpaksa..


Dave dengan gagahnya berdiri dan berdehem..


" saya hanya akan memberitahukan sekali maka kalian dengar dengan baik-baik perempuan yang berdiri disamping saya ini akan menjadi nyonya dirumah ini jadi kalian harus mematuhi dan melaksanakan apa yang dia suruh dan layani dia dengan sebaik-baiknya kalau saya tau dia tidak betah berada disini nyawa kalian jadi taruhannya " ucap Dave datar dan dingin Jesi yang mendengar itu sangat kaget dan membelalakkan matanya...


" kau " ucap Jesi marah Dave yang melihat raut muka Jesi yang kesal hanya mengangkat sudut bibirnya..


" kenapa sayang apa kau butuh sesuatu " bisik Dave dekat telinga Jesi


" kau jangan sentuh-sentuh bicaralah dengan sopan ngapain kau bisik-bisik di Deket telingaku " teriak Jesi kesal


" kalo aku bicara keras-keras takut orang-orang pada takut, mendengar suaramu saja para pelayan ku langsung pada ketakutan " ucap Dave dan Jesi langsung melihat para pelayan itu semuanya kaget dan takut Jesi yang melihat itu sangat tidak enak benarkah suaranya bikin orang takut Dave yang melihat raut wajah Jesi yang menyesal karena berteriak tadi hanya terkekeh geli..


" kau kenapa kau ketawa " ucap Jesi kesal


" jangan keras-keras nanti tenggorokan kamu sakit dan membuat para pelayan ku takut " ucap Dave sambil terkekeh..


Jesi yang mendengar nada ejekan dari Dave memalingkan wajahnya dan berjalan sambil menghentak hentakan kakinya karena kesal menuju sofa dan langsung mendaratkan bokongnya disana Dave yang melihat itu hanya terkekeh dan mengikuti Jesi untuk duduk..


" kalian sudah menyiapkan kamar untuk nyonya kalian " tanya Dave dingin


" su..sudah tuan " ucap salah satu pelayan gugup


" hey kau.. kau harus meralat ucapanmu yang menyebutkan bahwa aku adalah nyonya disini aku tidak mau " ucap Jesi kesal sambil menatap tajam ke arah Dave..


" kedipkan matamu sayang nanti matamu bisa keluar dari tempatnya " ucap Dave sambil mengusap wajah Jesi..


" ish kau ini " ucap Jesi kesal sambil menepiskan tangan Dave dari mukanya..


" ayo kita lihat kamar kita " ucap Dave sambil menarik tangan Jesi dan itu membuat Jesi kaget..


" APA " teriak Jesi


" sayang pelankan suaramu disini bukan hutan " ucap Dave sambil tersenyum..


Dave yang mendengar itu hanya tertawa kecil sekaligus gemas melihat tingkah laku Jesi yang sangat barbar ya hanya Jesi yang bisa melakukan apapun ke Dave.. Marah, Meneriakinya, dan sekaligus membuat Dave jatuh hati sangat dalam ke perempuan itu tapi dia tidak intens memperlihatkan perasaannya dia lebih senang melihat gadisnya kelinci kecil nya itu kesal karena setiap Jesi kesal itu menjadi kesenangan tersendiri buat dirinya..


" ayo " ucap Dave sambil menarik tangan Jesi menuju lantai dua dimana disana ada tiga ruangan dimana ruangan itu adalah kamar milik pribadinya yang satu adalah ruangan kerja dan yang satunya lagi yang berada disamping kamarnya adalah milik Jesi yang sudah dia siapkan..


" aku gak mau " ucap Jesi memelas


" ini kamarmu dan itu kamarku " ucap Dave sambil menunjuk ke pintu di sebelah Jesi yang melihat itu hanya mengangguk..


saat membuka ruangan itu menyeruakkan aroma green tea yang sangat Jesi sukai dan melihat' cat berwarna grey warna kesukaan Jesi dan terpampang foto-foto dinding-dinding kamar itu dan saat Jesi memperhatikan kamar tersebut Jesi sangat kaget dimana ada foto besar berada di langit-langit kamar tersebut yang tak lain adalah foto Dave yang lagi duduk di bangku taman dan tersenyum tampan...


" kenapa foto kamu dipajang diatas mana ukurannya sangat besar " ucap Jesi masih melihat ke atas langit-langit kamarnya..


" aku sengaja agar kamu selalu mimpikan aku terus dan kalo kamu kangen sama aku kamu bisa memandang wajah tampanku melalui foto itu " ucap Dave


" pede sekali kau tuan siapa juga yang bakalan kangen sama kamu " ucap Jesi sambil berjalan menuju satu ruangan dimana tempat baju-baju sepatu tas dan perlengkapan perempuan tersedia disana..


" ini " ucap Jesi kaget


" iya itu semua milik kamu kalo ada yang kurang kamu bisa beli sendiri " ucap Dave


" bukan tapi ini berlebihan aku tidak biasa pakai barang-barang seperti ini aku mau barang-barangku yang ada di apartemen ku " ucap Jesi


" biarkan barang-barang kumuh mu berada disana " ucap Dave santai Jesi yang mendengar itu langsung memukuli badan Dave membabi buta dan Dave yang mendengar itu hanya tertawa puas dan aksi Jesi harus berhenti saat dering smartphone Dave berbunyi...


*kring.. kring.. kring..


" hallo " ucap Dave dingin*..


" maaf tuan mengganggu " ucap James diseberang sana..


" ada apa " ucap Dave dingin


" tuan Dia kembali " ucap James


" Dia " ucap Dave marah ketika mendengar kata DIA dan langsung mengepalkan tangannya..


Jesi yang melihat raut wajah Dave yang berubah derastis menjadi heran siapa yang menghubungi Dave dan membuat Dave marah..


**thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😉😉


happy reading guys 😉😉**