My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Indonesia



Chapter 57


Keberangkatan Dave kembali ke Indonesia telah tiba dia tidak membawa sekalipun perlengkapan dirinya maupun Daniel dia hanya membawa dirinya dengan setelan casual dimana hanya memakai celana jeans berwarna hitam di padu padankan dengan kaos oblong berwarna senada dan jaket kulit ditambah kaca mata hitam yang bertengker di hidung mancungnya menambah kesan tampan dan perfect..


sedangkan Daniel anak itu hanya memakai pakaian yang sederhana hanya saja tas punggungnya yang berbentuk minion tak pernah ketinggalan..


menempuh waktu yang cukup lama akhirnya anak sama ayah itu tiba di bandara international soekarno hatta disana sudah ada James yang sudah menyambutnya..


" selamat datang tuan dan tuan muda " ucap James


ucapan James hanya mendapat deheman dari Dave sedangkan Daniel yang berada di gendongan Dave hanya menatap laki-laki yang baru saja menyapa Daddy nya itu dengan tatapan bingung membuat Dave melihat itu hanya tersenyum tipis..


" kenapa hemm " tanya Dave


" Dad tuan muda itu apa ko uncle itu panggil Niel dengan sebutan tuan muda kan nama aku Daniel " ucap Daniel dengan polos


" tuan muda itu nama panggilan son " ucap Dave


" Tapi kan dad nama panggilan aku kan Niel kenapa diganti jadi tuan muda aku gak suka " ucap Daniel dengan wajah yang cemberut dan tangan yang di lipat di dada kecilnya..


" iya iya anak Daddy jangan cemberut gth nanti pipi yang chaby ini akan di samain dengan bakpau " ucap Dave sambil terkekeh kecil..


James yang melihat interaksi antara tuannya dengan anaknya membuat dirinya bingung seberapa banyak kah sifat yang di miliki tuannya dia bisa tiba-tiba berubah sifat, sikap maupun ekspresi membuat orang lain tidak akan tau seberapa banyak sifat yang dimiliki Devano Davidson..


" silahkan tuan " ucap James saat dirinya membukakan pintu mobil mewah milik Dave


Dave dan Daniel pun masuk ke dalam mobil Dave mendudukan anaknya di samping dirinya sedangkan James duduk di depan di samping pengemudi..


" ada masalah apa James " tanya Dave datar


" maaf tuan anak perusahan yang berada di Kalimantan sedang dalam masalah dimana kepala devisi yang kita percayai selama ini diam-diam sedang bekerja sama dengan perusahaan asing untuk mengembangkan usaha property mereka dimana kepala devisi itu mengambil orang-orang yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita malah dia belokan ke perusahaan milik tenaga asing tersebut " ucap James panjang lebar


" apa kau sudah menyelediki semuanya termasuk perusahaan asing itu dan pemiliknya " ucap Dave


" sudah tuan ternyata perusahaan asing itu milik tuan Rossi " ucap James


" Rossi apa.. " ucap Dave menggantung


" iya tuan tepat seperti yang anda pikirkan sekarang tuan Rossi alias Rossi Merwin ketua gengster yang bersembunyi di kedok pengusaha itu yang sekarang dengan terang terangan mengibarkan bendera perang untuk kita " ucap James


ucapan James membuat Dave tak bisa lagi mengontrol emosi sehingga dia lupa akan anaknya yang sedang duduk manis di sampingnya sambil memainkan mainannya..


" brengsekk " teriak Dave sontak membuat Daniel yang mendengar itu langsung terkejut..


" dad " panggil Daniel bibir dan tangannya yang sedang menarik ujung jaket yang di kenakan Dave bergetar dengan nada suara yang bergetar karena ketakutan saat dirinya memanggil sang ayah..


sontak panggilan ketakutan yang keluar dari mulut Daniel membuat Dave memejamkan matanya untuk mengontrol emosinya agar dia bisa stabil lagi dia tak ingin anaknya ketakutan berada dekat dengan dirinya..


" yes son sorry " ucap Dave lembut sambil memeluk anaknya dengan sayang..


badan yang berada di dekapannya masih bergetar karena Daniel menangis tanpa suara membuat Dave menjadi sangat bersalah..


" baik tuan " ucap James


tidak ada lagi pembicaraan James yang sedang sibuk dengan notebook nya sedangkan Dave sedang menenangkan Daniel karena sedari tadi anaknya menangis sampai saat sampai di phenthouse nya Daniel sudah tertidur dengan pulas..


James dengan sigap membuka kan pintu mobilnya dan juga pintu phenthouse milik tuannya Dave berjalan sambil memangku Daniel yang sedang tertidur dengan pulas dia berjalan menuju lantai atas untuk menidurkan Daniel setelah itu dirinya kembali ke lantai bawah dimana James masih setia di ruang tamu..


" gimana kelanjutannya " tanya Dave dengan nada dingin dan datar


" anak buah kita sedang memantau kegiatan tuan Rossi dan mereka melaporkan kalau tuan Rossi masih belum beraksi " ucap James


" lalu orang-orang yang akan bekerja sama dengan kita bagaimana " tanya Dave


" mereka semua sudah terlanjur berimvestasi dengan perusahan tuan Rossi maka dari itu kita harus mencari investor lain " ucap James


" apa sudah ada " ucap Dave


" sudah tuan " ucap James


" bagus lalu langkah apa yang akan kau lakukan terhadap kepala devisi itu " tanya Dave


" dia sudah kita amankan di markas yang ada di Kalimantan tinggal menunggu perintah anda " ucap James


" biarkan saja dulu dia kita masih butuh informasi tentang rencana Rossi yang melibatkan kepala devisi di perusahaan kita saya yakin bukan hanya dia saja yang sudah berkhianat tapi masih ada banyak orang-orang bodoh yang bekerja sama dengan orang sialan itu kau beritahu Joe untuk menyelidiki semuanya " ucap Dave


" baik tuan " ucap James


" dan ya kirimkan perlengkapan Daniel kesini kau masih ingat bukan dengan ukurannya " ucap Dave


" masih tuan kami akan segera mendatangkannya saya permisi " ucap James yang ditanggapi anggukan oleh Dave..


sedangkan di negara tirai bambu Jesi yang masih berkutat dengan pasiennya membuat pikirannya teralihkan sementara..


" dokter Jesi apa kau akan kembali ke Beijing " tanya salah satu suster


" iya besok saya berangkat kesana karena saya masih ada pasien yang harus ditangani " ucap Jesi


" baiklah semoga selamat sampai disana salam untuk anakmu " ucap suster


" iya terima kasih " ucap Jesi


sudah tidak asing lagi buat kebanyakan rumah sakit disana kalo dokter muda itu sudah memiliki anak mereka hanya menduga kalo dokter muda itu menikah di usia muda dan mendapatkan gelar master setelah setahun dirinya melahirkan banyak artikel maupun majalah yang penasaran akan sosok laki-laki yang beruntung yang mendapatkan dokter muda itu walaupun sifatnya yang dingin dan datar tapi mereka yang sudah mengetahui sifat sebenarnya yang dimiliki Jesi mereka akan sangat senang menjadi temannya walaupun tak dekat..


Jesi pun berjalan dikoridor rumah sakit sambil melihat lihat sekitar sudah dua bulan dirinya tinggal disini banyak yang dia sudah lewati khasus virus yang belum juga mendapat solusinya pasien kecelakaan yang setiap hari ada dan tentu saja pertengkaran kecil dari mulut dokter Mauren..


Jesi merindukan kedua laki-laki yang sangat dia sayangi dan juga kedua sahabatnya bagaimana kabar mereka terakhir dia berkomunikasi saat kedua sahabatnya akan menyusul Daniel ke Indonesia dan dirinya besok akan terbang ketanah air ada tugas yang sudah menunggunya dan juga melepas rindu terhadap orang terkasih..


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


Happy reading guys 😉😉