
Keajaiban datang di saat yang tepat dimana keadaan sedang tidak baik-baik saja Jesi yang sudah hampir dua bulan tak sadarkan diri akhirnya bisa membuka mata walaupun masih samar-samar..
" sayang " panggil Dave
" Ana " panggil Jino
" air " ucap Jesi lemah
Dave pun segera memberikan air ke Jesi dengan menggunakan sedotan sedangkan Jino menekan tombol untuk memanggil dokter tak butuh lama dokter dan suster pun datang dan melihat keadaan Jesi ada rasa lega di hati mereka..
" maaf tuan Dave dan tuan Jino harap tunggu di luar dulu " ucap dokter
Dave dan Jino pun mengikuti perintah dokter mereka pun segera keluar tapi emosi Jino masih saja ada dengan rasa kesal Jino pun mencengkram kembali kerah baju Dave dan juga Dave sebaliknya dia pun sama mencengkram kerah bajunya Jino..
" apa-apaan kau hah " tanya Dave emosi
" kau masih nanya ingat saat Ana kesadarannya sudah semua yang pertama dia tanya pasti anak yang ada di dalam kandungannya dan anak yang dulu di kandungnya sekarang sedang terkapar tak berdaya di ranjang rumah sakit ini juga gara-gara ayah yang tak tau diri kaya kau dude " ucap Jino sinis
ucapan Jino membuat Dave terdiam seketika apa benar apa yang di katakan oleh Jino kalo benar Jesi akan sangat kecewa padanya pikir Dave..
" itu bukan urusanmu " ucap Dave sambil melepaskan cengkraman bajunya
" hahaha aku salut sekali dengan rasa percaya dirimu yang besar itu dan aku akan menikmati drama yang sebentar lagi menghinggap di kehidupanmu bukan hanya kekecewaan Ana saja tapi juga kebencian yang di berikan anak sulungmu terhadapmu " ucap Jino sambil menepuk bahu Dave dan berlalu meninggalkan Dave sendiri..
Dave baru ingat kalo dirinya sudah janji akan datang ke acara sekolahnya Daniel, dia sangat menyesal telah melupakan acara itu Daniel pasti sangat marah padanya..
" Aaaahhhhh brengsek " teriak Dave
untung di sana tidak ada siapa-siapa karena lantai paling atas rumah sakit ini di khusus kan buat keluarganya..
" aku berasa menjadi peran antagonis kalo begini sikapku ke si brengsek itu ahh sudahlah " gumam Jino
Jino pun kembali ke Raisa dan Daniel dia ingin memberitahu kan kalo Jesi sudah sadar dan juga memindahkan anak Jesi ke tempat sama dengan Jesi di rawat..
saat sampai di sana Raisa sedang beruasaha menyuapi Daniel tapi anak itu tidak mau Jino yang melihat itu hanya tersenyum walaupun dia membenci ayahnya tapi dia sangat menyangi Daniel seperti anaknya sendiri apalagi dulu ayah yang pertama Daniel tau adalah dirinya bukan si brengsek Dave..
" haii baby boy kenapa hemm " tanya Jino sambil mengelus rambut Daniel
" papi angkat, aku gak mau makan aku mau ketemu Mommy sama baby J " ucap Daniel polos
" boleh sayang nanti papi ajak baby boy liat Mommy sama baby J tapi baby boy makan dulu nanti kalo baby boy sakit siapa yang jagain Mommy sama baby J " ucap Jino
" bener ya papi mau ajak Niel pergi liat Mommy Niel kangen banget " ucap Daniel
" iya dong sekarang makan dulu jagoan papi " ucap Jino
Daniel pun akhirnya mau makan membuat Raisa tersenyum karena sedari tadi Daniel merengek ingin bertemu sama ibu dan adiknya..
" gimana keadaan baby J " tanya Jino
" untungnya tidak apa-apa baby J cuma panas akibat suntik imunisasi dan soal kejang-kejang mungkin efek dari panasnya itu " ucap Raisa
" syukurlah, oh iya aku mau kasih kabar gembira " ucap Jino
" ada apa tadi kamu habis dari mana " tanya Raisa
" aku dari ruangan Ana menghampiri si brengsek itu dan juga melihat keadaan Ana dan ternyata Ana sudah sadar walaupun masih samar-samar sekarang lagi di periksa dokter " ucap Jino
" syukurlah aku lega banget dengernya sekarang bagaimana dengan baby J tadi dokter nanya mau di pindahkan dimana " ucap Raisa
" kita akan pindahkan ke ruangan Ana biar dude satu itu keki " ucap Jino sambil tersenyum sinis
" loh kenapa di pindahin kesana nanti kalo Jesi tau gimana dan keadaannya kembali drop " ucap Raisa khawatir
" kamu tenang ajh Ana akan baik-baik saja tapi tidak dengan manusia yang satu itu " ucap Jino
" mi, papi angkat kenapa " tanya Daniel karena melihat papi nya sangat aneh kelakuannya.
" papi kmu sudah gila jangan deket-deket sama papi kamu ya " ucap Raisa dengan polosnya Daniel pun menganggukan kepalanya..
" Sa aku denger ya " ucap Jino
Jino pun akhirnya memindahkan baby J ke ruangan Jesi semata-mata Jino bisa mengontrol semuanya dia masih banyak pekerjaan jadi biar semuanya berjalan lancar terpaksa dirinya harus melakukan ini paling ujung-ujung nya dirinya akan bertengkar dengan Dave tapi Jino berfikir itu urusan nanti toh sejak dulu dirinya dan Dave emang musuh yang tak terlihat..
Raisa, Jino dan Daniel pun berjalan menuju ruangan Jesi dengan mendorong box bayi yang berisi baby J dengan perlahan suster pun mengetuk pintu ruangan Jesi saat di buka terlihat Jesi sedang duduk bersandar di ranjangnya Raisa yang melihat itu langsung berlari dan menghampiri Jesi dan memeluknya..
" kau kenapa lama sekali sadarnya kamu tau aku sangat khawatir dengan keadaanmu " ucap Raisa sambil menangis
" maafin aku sudah buat kamu khawatir dan terima kasih sudah menjaga kedua jagoanku seperti dulu " ucap Jesi sendu
" mereka berdua juga malaikat kecilku jadi kewajiban aku buat jagain mereka " ucap Raisa
Jino pun menghampiri Jesi sambil menggendong Daniel..
" gimana keadaan kamu " tanya Jino
" aku udah lebih baik " ucap Jesi
" haii baby boy apa kamu gak kangen sama Mommy " ucap Jesi lagi
Daniel yang melihat Mommy nya langsung memeluknya dengan erat sambil menangis..
" haii kenapa kamu menangis boy Mommy tidak apa-apa " ucap Jesi
" Mommy kenapa gak pulang Daniel di rumah kesepian " ucap Daniel sedih
" maafin Mommy sayang " ucap Jesi
" boy sini sama Daddy dulu " ucap Dave
tidak ada respon dari Daniel itu membuat Dave semakin bersalah dan itu membuat Jino tersenyum puas dan Raisa yang melihat itu hanya menggelengkan kepala..
" Ana Daniel akan tinggal sama kita " ucap Jino
" apa maksudmu hah " ucap Dave emosi
" apa emang itu kenyataannya karena selama ini Daniel tinggal sama kita " ucap Jino
" gak bisa gth dong aku kan Daddy nya kenapa Daniel harus tinggal denganmu " ucap Dave
" kenapa gak terima kemarin-kemarin kau kemana ajh dasar ayah tak tau diri " ucap Jino
" apa kau bilang " ucap Dave sambil mencengkram kerah baju Jino sedangkan Jino hanya tersenyum mengejek..
" udah-udah kalian apa-apaan sih kaya anak kecil " ucap Raisa
" iya kenapa kalian bertengkar dan juga Jin kenapa Niel harus tinggal sama kalian eh tunggu dulu sejak kapan kalian tinggal bareng " tanya Jesi
" udah sebulan sih kenapa kamu cemburu " ucap Jino bercanda
" jangan mulai deh Jin " ucap Jesi
mereka pun akhirnya bisa berkumpul bersama memang benar kesabaran akan membuahkan hasil yang sangat memuaskan...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
Happy reading guys 😉😉
FINALY....