
Chapter 13
Hari ke hari kehidupan Jesi tak seperti dulu yang bebas melakukan apapun yang dia inginkan karena sekarang hidupnya akan selalu di usik akan hadirnya seseorang yaitu Devano Davidson sang Milioner muda..
seperti sekarang dia tidak di bolehkan kemana-mana menggunakan kendaraan umum seperti ucapannya kalo Jesi tidak ingin diantar jemput oleh supir berarti mau tidak mau dia harus menerima pemberian sang Milioner yaitu sebuah mobil sport mewah yang sudah terparkir diparkiran apartemen nya..
" maaf nona Jesi ini kendaran yang tuan Dave berikan untuk anda " ucap anak buah Dave
Jesi dan Risa yang mendengar penuturan anak buah Dave hanya melongo dan berfikir ' gak salah ini mobil mewah untuknya ' Jesi dan Risa saling pandang..
" maaf saya tidak bisa mengambil nya mending kamu bawa balik lagi ajh " ucap Jesi
" maaf nona saya tidak bisa mobil ini sudah tuan Dave siapkan untuk anda " ucap anak buah Dave
Ok fixs kesabaran Jesi udah gak bisa di kontrol lagi dan sekarang lagi ada di mode emosi..
" tuan mending anda bawa balik sekarang nanti saya yang akan bicara langsung dengan tuanmu itu " ucap Jesi kesal
" tapi nona " ucap anak buah Dave gugup karena dia takut kalo membawa mobil itu kembali..
" gak ada tapi-tapian nanti saya yang bicara mending kamu pulang saya udah telat mau ke kampus dan sekarang saya juga berangkat bareng teman saya " ucap Jesi
" maaf nona kami hanya menjalankan perintah saja dan saya harap nona ambil kunci mobil ini " ucap anak buah Dave sambil memberikan kunci mobil..
" yyaaa kau gak dengar aku gak butuh mobil ini " teriak Jesi kesal
" sabar Jes ya ampun " ucap Risa menenangkan..
Jesi mengambil nafas dengan kasar karena kesal dengan sikap Dave yang seenaknya..
Jesi pun mengambil smartphone nya untuk menelepon Dave..
*tutt..
tutt*..
" hall.." ucap Dave kepotong sama teriakannya Jesi.
" yakkk maksudmu apa memberikan mobil ini aku gak butuh ambil kembali " teriak Jesi disebrang telepon..
Dave yang mendengar itu sontak menjauhkan smartphone nya dari telinganya..
" itu buat kamu biar kamu tidak naik angkutan umum lagi aku gak mau kamu dekat-dekat dengan lelaki lain " ucap Dave santai
terdengar hembusan nafas kasar dari sebrang telepon dimana Jesi lagi menahan emosinya..
" ambil lagi atau aku rusakin nih mobil dengan buat mobil ini ancur " ucap Jesi kesal
" hancurin saja nanti aku ganti dengan yang baru " ucap Dave
" yyaaakk " teriak Jesi kesal membuat Dave disebrang sana terkekeh karena berhasil membuat Jesi kesal
" jangan teriak-teriak nanti tenggorokan kamu sakit terima saja mobil itu kalo kamu gak suka nanti aku ganti dengan mobil yang terbaru " ucap Dave lembut
Disebrang sana Dave tertawa lepas mendengar teriakan dan Omelan dari Jesi ini lah yang membuat Dave jatuh hati dengan wanita sederhana seperti Jesi dimana wanita-wanita lain akan senang hati di berikan barang-barang mewah tapi beda dengan Jesi walaupun dia hidup dengan kesederhanaan tapi dia tidak matre..
Jesi pun bergegas pergi dari parkiran apartemen nya menuju mobil Risa yang terparkir di sebelah mobil sport mewah miliknya yang di berikan oleh Dave..
di perjalanan menuju kampus Jesi hanya diam menahan kekesalannya dan Risa melihat itu heran darimana sahabatnya mengenal sang Milioner itu banyak pertanyaan di benaknya...
" kamu kalo mau nanya ya nanya ajh gak usah lirik-lirik aku kaya gth bahaya kamu lagi nyetir " ucap Jesi
" Mmm Jesi sejak kapan kamu kenal sama pengusaha itu " tanya Risa
" aku kenal dua Minggu yang lalu " ucap Jesi
" ko bisa " ucap Risa heran
Jesi pun menceritakan semuanya dari awal dia kenal sampai dia dibawa seperti orang yang di culik dan sampai sekarang kehidupannya di ganggu oleh manusia posesif dan aneh itu..
" gila itu namanya rezeki nomplok tau " ucap Risa senang
Jesi yang mendengar itu hanya mendengus kesal rezeki darimana yang ada hidupnya kaya di neraka ini itu gak boleh
" Aaaahhhhkkk " teriak Jesi frustasi..
" eh buset kaget ini untung gak jantungan " ucap Risa kaget karena teriakan Jesi
" udah mending sekarang kita kesampingkan dulu masalah kamu sekarang ada misi yang harus kamu pecahkan " ucap Risa serius
" Misi.. misi apa aku bukan detektif " ujar Jesi
" ya tau tapi ini penting " ucap Risa
" maksudnya gimana " tanya Jesi
" kamu udah dengar kan kalo beberapa waktu yang lalu ada kebakaran disimpang kota yang mengakibatkan korban jiwa " ucap Risa
" iya terus apa hubungannya denganku " ucap Jesi
" jadi gini ada agen detektif yang mengirimkan email ke Phantom untuk membantu menyelediki kasus ini " ucap Risa
" aku gak tau harus gimana soalnya yang aku tau cuma ngeretas ajh " ucap Jesi
" aku juga bingung mau gimana membalasnya soalnya ini menyangkut pemerintahan sedangkan kita bekerja secara ilegal kalo kita membantu para aparat kepolisian bisa-bisa kita ketahuan " ucap Risa
" nanti kita bicara kan lagi sekarang aku udah telat banget buat bimbingan bisa-bisa bu Linda ngamuk " ucap Jesi sambil melihat jam tangannya..
mereka pun sampai di parkiran kampus Jesi yang terburu-buru langsung keluar dari dalam mobil Risa dan langsung berlari menuju ruangan yang di tentukan untuk bimbingan..
***thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit ππ
happy reading guys ππ*
happy new year para readers βΊοΈβΊοΈ**