
Chapter 44
Saat Jesi sudah selesai mengoperasi pasiennya tiba-tiba dia di hampiri oleh salah satu suster..
" dokter Jesi " ucap suster dengan berbahasa Chinese
" ada apa suster " ucap Jesi datar mereka tidak heran dengan nada bicara Jesi karena Jesi terkenal dengan wajah cantik namun ketus dalam berbicara..
" anda di panggil sama direktur " ucap suster
" kenapa ada masalah " tanya Jesi
" saya tidak tau dok dia tadi menghubungi ke bagian admin khusus emergency untuk menyampaikan pesannya " ucap suster
" ya sudah saya akan ke sana sekarang terima kasih " ucap Jesi
" sama-sama dok " ucap suster
Jesi pun melangkahkan kaki nya menuju lift dengan wajah sangat lelah Jesi terpaksa menemui direktur rumah sakit tempat kerjanya..
" menyebalkan sekali " gumam Jesi kesal
Jesi pun sudah sampai di lantai dimana direktur rumah sakit jangan kira kalo direktur rumah sakit tempat kerja Jesi itu adalah laki-laki tua bangka yang kepalanya botak tapi malah kebalikannya direktur rumah sakit tempat Jesi bekerja masih muda yang lebih penting dia masih lajang dan menaruh hati pada Jesi maka dari itu Jesi sangat malas untuk berurusan dengan direktur itu kalo tidak penting-penting banget seperti sekarang..
Jesi pun mengetuk pintu ruangan direktur suara dari dalam mempersilahkan Jesi untuk masuk Jesi pun masuk ke dalam dia sangat kaget ternyata bukan dia saja yang berada di sana tapi ternyata ada tamu..
" maaf Mr anda memanggil saya " ucap Jesi dengan berbahasa inggris..
" iya dokter Jesi silahkan duduk " ucap direktur Feng teng dengan berbahasa inggris
" terima kasih " ucap Jesi
Jesi pun duduk di sana wajah datar sangat melekat di wajah cantik Jesi dengan masih berpakaian operasi topi dan masker yang sedari tadi dia genggam Jesi pun duduk berhadapan dengan tamu direktur Feng..
" dokter Jesi kenalkan dia adalah Mr Rey Anawijaya Gunawan dia asli Indonesia dia kesini ada perlu dengan rumah sakit kita " ucap direktur Feng ( kalian akan tau siapa Rey kalo kalian baca juga novel author yang berjudul My Perfect Boyfriend )..
" dan Mr Rey kenalkan dia adalah dokter handal di rumah sakit kami dokter Jesica Anastasya spesialis ahli bedah " ucap direktur Feng..
" salam kenal Mrs Jesica " ucap Rey dengan berbahasa inggris Rey tidak tau kalo Jesi juga asli orang Indonesia namun dengan wajah Jesi yang oriental membuat Rey ragu..
" salam kenal kembali Mr Rey " ucap Jesi
" bisa saja memang anak Mr sakit apa atau kecelakaan " tanya Jesi
" dia sakit lemah jantung dia harus segera di operasi maka dari itu saya meminta dokter Jesi untuk berkenan mengoperasi anak saya soal biayaya anda tak perlu khawatir " ucap Rey dan Jesi hanya tersenyum kecut..
" maaf Mr Rey sepertinya anda salah saya bukan dokter spesialis khusus jantung saya adalah dokter spesialis bedah umum maaf saya tidak bisa mengambil resiko ini " ucap Jesi
" saya tau anda perlu mendampingi saja saya yakin anda kurang lebih pasti paham dengan penyakit jantung " ucap Rey
" bisa saja saya mendampinginya tapi apa dokter spesialis jantung sudah ada dan sekarang dia dimana saya perlu membicarakan tentang operasi ini karena ini adalah operasi besar " ucap Jesi
" dia ada di Indonesia dan operasi juga akan di lakukan di Indonesia di rumah sakit milik saya " ucap Rey
deg..
jantung Jesi langsung berpacu begitu cepat karena harus pergi ke negara asalnya untuk menjalankan tugasnya sebagai dokter apa sekarang sudah waktunya dia bertemu dengan Dave begitu juga dengan putranya Daniel..
" apa tidak bisa di operasinya di sini saya masih banyak pasien yang masih di bawah tanggung jawab saya jadi saya tidak bisa meninggalkan mereka " ucap Jesi menolak
" tidak bisa karena jantung anak saya sudah rentan untuk berpergian jauh karena sudah sangat lemah anda tidak perlu khawatir soal tempat tinggal saat anda berada di negara saya, saya bisa menjamin semuanya " ucap Rey
" benar kata Mr Rey kamu bisa pergi kesana soal disini biar saya yang akan urus " ucap direktur Feng..
" gimana dokter Jesi " tanya Rey
" apa bisa berikan saya waktu dua hari saja sampai pasien yang tadi saya operasi melewati masa kritisnya " ucap Jesi
Rey pun berfikir sejenak dan langsung menganggukan keplanya tanda setuju..
" baiklah dokter Jesi saya akan tunggu saya, berharap anda akan berpartisipasi dalam operasi anak saya karena saya percaya kalau anda bisa melakukannya karena tadi saya melihat operasi anda dengan secara langsung hanya di dampingi dengan suster senior anda sukses dalam operasi yang menurut saya besar " ucap Rey
" iya semoga saja kalo tidak ada lagi saya permisi saya harus mengecek pasien saya " ucap Jesi..
" iya silahkan terima kasih atas waktunya " ucap Rey
Jesi pun undur diri dan keluar dari ruangan direktur Feng dia sangat gelisah atas tawaran ini dia harus segera memberitahukan ini kepada kedua sahabatnya Raisa dan Jino Jesi pun masuk ke dalan lift menuju lantai emergency tempat seharusnya dia berada wajah lelah kurang tidur terlihat sekali di wajah cantiknya dia hampir dua hari tidak pulang karena akan selalu ada pasien yang terluka parah setiap harinya dan dia harus siap siaga karena dokter yang khusus di emergency tidaklah banyak hanya lima dokter karena dokter yang lain mereka sibuk di bagian umum..
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
happy reading guys 😉😉