
Chapter 30
kebahagiaan sekarang sedang menyelimuti kedua insan tersebut yang tak lain adalah Dave dan Jesi pagi itu awal yang baru buat mereka dengan perlahan Jesi beranjak dari ranjang Dave dan berjalan menuju ke kamar pribadinya..
setelah sampai Jesi pun berendam air hangat badannya terasa pegal karena ulah Dave Jesi pun teringat dengan kejadian semalam wajahnya bersemu merah ada rasa bahagia ada juga rasa sedih fikirannya selalu bertentangan dengan hatinya..
" apa semua ini benar aku takut.." gumam Jesi lirih dia tidak sanggup melanjutkan ucapannya karena air matanya sudah mengalir..
acara mandi Jesi pun sudah selesai dia pun berganti pakaian dan duduk di pinggir ranjang matanya menatap lurus ke arah jendela cuaca yang bagus di pagi hari..
lamunan Jesi buyar saat ada tangan kokoh melingkar di perutnya membuat dia terlonjak kaget..
" sudah bangun " ucap Jesi sambil mengusap tangan Dave yang melingkar di perutnya..
" Mmmm.. kamu kenapa pagi-pagi sudah melamun sampai-sampai aku datang kau tak menyadarinya " ucap Dave sambil memeluk Jesi erat kepalanya dia seruakan di cercuk leher Jesi menghirup dalam-dalam aroma yang keluar dari tubuh Jesi..
" tidak apa-apa aku hanya melihat cuaca ajh pagi ini sangat cerah tidak biasanya " ucap Jesi
" apa kamu bisa jalan " tanya Dave
" iya " ucap Jesi gugup
" makasih sayang kamu sudah menjaganya aku janji akan selalu membahagiakan kamu dan secepatnya meresmikan hubungan kita " ucap Dave serius
" iya aku tunggu " ucap Jesi
kepala Dave pun terangakat sekarang mereka saling bertatapan membuat Jesi semakin salah tingkah Dave yang melihat tingkah gemas gadis yang dihadapannya itu langsung mencium bibir Jesi sekilas..
" Morning kiss dear " ucap Dave
Jesi yang mendapat perlakuan manis itu hanya tersenyum bahagia lalu memeluk Dave..
" mandi lah kamu akan pergi ke kantor kan " tanya Jesi
" hari ini aku libur kita akan berkencan " ucap Dave
" kenapa ngedadak apa kamu tidak ada kerjaan " tanya Jesi
" kerjaan aku selalu banyak sayang tapi aku bisa tunda dulu buat acara kencan pertama kita " ucap Dave
" baiklah kita akan kencan kemana " ucap Jesi
" kamu maunya kemana ke luar negri apa yang dekat ke luar kota " tanya Dave
" yang dekat-dekat saja gimana kalo kita kepantai " ucap Jesi
" baiklah dear kita siap-siap dulu setengah jam lagi kita ketemu dibawah " ucap Dave
" baiklah " ucap Jesi
Dave pun berlalu setelah mencium kening Jesi dia akan membersihkan badannya saat Dave berada di kamarnya senyuman terlukis di wajahnya saat melihat noda yang ada di seprei Dave pun bergegas ke kamar mandi..
Jesi yang sudah siap turun ke bawah dan duduk di ruang tamu menunggu Dave tiba-tiba smartphone nya berdering terlihat nama sahabatnya..
" hallo Jes kamu baik-baik saja kan " tanya Raisa terdengar khawatir..
" iya aku baik-baik saja gimana sama Jino " tanya Jesi balik
" dia juga baik-baik saja cuma mukanya penuh lebam " ucap Raisa
" syukurlah kalo dia baik-baik saja kemarin sangat kacau banget " ucap Jesi
" iya aku juga tidak menyangka kalo Dave akan muncul " ucap Raisa
" sudahlah jangan di bahas lagi ada apa kamu telephone pagi-pagi begini " tanya Jesi
" ada kerjaan buat kamu apa kamu sibuk " ucap Raisa
" mungkin gak bisa hari ini " ucap Jesi
" baiklah kalo sudah tidak sibuk hubungi aku kembali " ucap Raisa
" baiklah aku tutup " ucap Jesi
" baiklah kamu hati-hati kalo ada apa-apa langsung hubungi aku " ucap Raisa
" iya " ucap Jesi singkat
panggilan pun berakhir Jesi melirik kesampingnya Dave yang sudah rapi dengan pakaian casualnya terlihat tampan dengan rambut sedikit berantakan..
" dah siap " tanya Jesi
" Mmm kamu bicara sama siapa " tanya Dave
" sama Raisa dia menanyakan keadaanku " ucap Jesi
" terus kamu jawab apa " ucap Dave
" ya aku bilang baik-baik ajh " ucap Jesi
" yakin " ucap Dave sambil menyeringai mesum..
" iya kenapa kamu liatin aku kaya gth " ucap Jesi
" apa itu gak sakit " ucap Dave sambil melirik kearah bawah Jesi..
" dasar mesum " ucap Jesi malu sambil menimpuk wajah Dave dengan bantal sofa..
Dave yang melihat Jesi salah tingkah hanya tertawa kecil mulai hari ini menggoda Jesi sudah menjadi hoby barunya Jesi pun bangkit dari sofa meninggalkan Dave yang masih tertawa..
" tunggu sayang " teriak Dave
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
happy reading guys 😉😉