My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Pertarungan



Chapter 22


Setelah lama berfikir Jesi pun memutuskan untuk mengikuti kompetisi hackers yang tahun ini diadakan di negri sendiri beda dengan tahun-tahun sebelumnya kompetisi itu diadakan selalu di luar negri jarang Jesi selalu mengikuti sehingga kuliahnya terbengkalai dan dia harus menyusul ketertinggalan..


beruntung tahun ini kompetisi ini diadakan di Indonesia tapi walaupun begitu Jesi harus menyiapkan tenaga karena ini kompetisi bergengsi..


sudah hampir malam Jesi tetap fokus ke layar komputer malam ini Jesi tidak pulang ke phenhoust Dave dia mau menginap di apartemen sahabatnya sekalian melepas kangen karena besok mereka akan berpisah kembali karena Risa harus kembali menjalani koasnya di salah satu rumah sakit..


Risa ikut melihat laptop Jesi yang dimana layar laptop Jesi isinya tulisan yang banyak mana kecil-kecil banget dia sampai pusing melihatnya tapi dia heran kenapa sahabatnya bisa pintar dalam hal komputer..


" kenapa " ucap Jesi datar tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop dan jari jemarinya yang lihai diatas keyboard..


" kamu gak pusing lihat tuh tulisan " ucap Risa


" gak udah biasa " ucap Jesi


" Jes kamu belajar darimana cara meretas sampai kamu ahli dalam komputer " tanya Risa


" aku belajar di warnet dan film " ucap Jesi singkat


Risa yang mendengar ucapan Jesi hanya melongo..


" yang bener " ucap Risa


" kalo gak percaya ngapain kamu nanya mending kamu bikin makanan aku laper " ucap Jesi


" ish soal makan ajh cepet aku dah pesen tadi lewat gofood bentar lagi mungkin sampai " ucap Risa yang ditanggapi anggukan sama Jesi..


mereka pun fokus lagi ke layar laptop walaupun sudah bertahun-tahun sahabatan dengan Jesi Risa masih tidak paham dengan tulisan yang semakin di klik keyboard nya semakin banyak dan bergantian Risa selalu heran apa mata Jesi gak juling lihatnya..


setelah menunggu akhirnya makanan yang Risa pesan datang juga Risa pun mengambil makanannya dan tak lupa membayarnya lalu menyajikannya di mini bar yang ada di apartemennya dia memanggil Jesi untuk makan Jesi pun menghampiri Risa...


mereka pun makan dengan tenang sesekali mengobrol..


" Jes gak pulang " tanya Risa


" gak " ucap Jesi singkat


" jam berapa besok " tanya Risa


" jam sepuluh " ucap Jesi


" dah mendaftar " ucap Risa


" udah lewat online " ucap Jesi


" pasti mahal ya daftarnya karena hadiahnya juga gede " ucap Risa


" hemm lumayan menguras isi ATM " ucap Jesi


" semangat ya sorry aku gak bisa nemenin " ucap Risa


" hemm gak apa-apa kamu juga semangat ya dan fokus biar cepet menyandang gelar dokter kandungan " ucap Jesi


" hemm pasti " ucap Risa sambil tersenyum Jesi yang melihat itu ikut tersenyum..


mereka pun melanjutkan lagi makannya sampai habis...


di lain tempat...


Dave yang sudah siap dengan semuanya dia hanya membawa pisau lipat, gunting runcing didalam saku jaketnya dan senjata api yang ia simpan di belakang bajunya sedangkan anak buahnya membawa pistol dan senapan jangan salah anak buah Dave ada penembak jitu yang sudah terlatih...


" semuanya serang " teriak Dave lantang..


semua anak buah Dave maju kedepan mereka saling bangku hantam darah sudah berceceran di lantai..


Dave dengan tenang berjalan kedepan menghampiri ketua geng merah sesekali dia menusukan gunting runcingnya dan pisau lipatnya ke arah jantung, mata, tangan, dan paling parah ke arah perut sampai mengakibatkan robekan yang hampir menebus ke organ dalam...


" Yoo Jordan jangan tegang begitu " ucap Dave dingin sambil menyeringai..


Jordan alias ketua geng merah memundurkan langkahnya anak buah Jordan yang sedari tadi melindungi nya langsung menyerang Dave terjadi bangku hantam antara mereka Dave yang tak mau bertele-tele langsung memberi kode anak buahnya untuk menembak anak buah Jordan Dave menggeser sedikit kepinggir dengan sekali menarik pelatuknya pelurunya langsung menghunus ke arah kepala dan dada tepat sasaran walaupun dengan jarak jauh Jordan yang melihat anak buahnya yang hampir semuanya mati ditangan Dave dan anak buahnya Jordan yang melihat itu langsung melarikan diri dengan anak buahnya yang tersisa ke arah samping mansion nya Dave yang melihat itu hanya menyeringai anak buah Dave ingin mengejar tapi di hentikan oleh Dave..


" tidak usah di kejar kita balik ke markas bantu teman-teman kalian yang terluka dan James urus yang berikutnya " ucap Dave


" baik tuan " ucap James


Dave dan anak buahnya pun berjalan keluar mansion itu dan seketika bangunan itu roboh seketika meluluhlantakkan semuanya bangunan megah itu menjadi reruntuhan bangunan yang hancur lebur..


pagi harinya...


Jesi sudah bersiap untuk kompetisi untungnya hari ini kuliah Jesi sedang kosong sambil membereskan barang-barang yang akan dibawa Jesi duduk di mini bar sambil menikmati susu coklat hangat..


" kau dah siap " tanya Risa


" hemm " gumam Jesi


" muka kamu pucat banget apa kamu sakit " tanya Jesi


" tidak apa-apa cuma kurang tidur ajh " ucap Jesi


Jesi pun berdiri dan menyambar tas ranselnya dia sudah siap untuk berangkat ke arena kompetisi..


" semangat semoga kau menang " ucap Risa memberi semangat


" Mmm thanks kamu juga semangat semoga harimu menyenangkan " ucap Jesi


" aku berangkat " ucap Jesi lagi sambil melambaikan tangan..


" hati-hati " ucap Risa sambil membalas lambaian Jesi yang ditanggapi anggukan kecil oleh Jesi..


Jesi pun keluar dari apartemen sahabatnya dia sudah siap dengan penampilannya di kompetisi sekarang terasa berbeda untuk pertama kali Jesi menggunakan IP Phantom yang dia sembunyikan dengan nama My Angel...


setengah jam Jesi pun sampai di depan gedung pencakar langit disana sudah ramai dengan peserta terlihat muka-muka yang sudah Jesi hafal dan muka-muka baru para hackers dari penjuru dunia berkumpul menjadi satu..


Jesi memasang earphone nya dan memasang lagu kesukaannya untuk membuat dirinya sedikit rilexs karena dirinya sedikit gugup..


setelah menunggu cukup lama akhirnya kompetisi pun di mulai dan di layar besar yang ada di depan para kontestan wajah mereka di acak untuk menentukan dengan siapa mereka berlawan..


dan Jesi di sandingkan dengan kontestan dari negri sakura Jepang..


sedangkan Jino di sandingkan dengan kontestan dari negri paman Sam Amerika..


ketegangan dirasakan di dalam gedung tersebut dimana disana akan ada pemenang dan yang kalah...


sekarang waktunya untuk Jino memperlihatkan kemampuannya..


dengan wajah serius dan datar dia berusaha fokus bukan masalah dari mana lawannya itu berasal tapi kemampuan mereka tidak bisa di remehkan jangankan dari negara lain dari negara sendiri banyak peretas handal..


setelah menunggu cukup lama pertarungan sengit yang di lakukan oleh Jino dengan lawannya akhirnya bisa di menangkan oleh Jino dan sekarang waktunya untuk Jesi Jino memberi semangat dengan cara Haigh five..


Jesi pun duduk tenang walaupun sebenarnya dirinya sedikit gugup dia harus berkonsentrasi tapi terbanding terbalik dengan Jino Jesi hanya membutuhkan setengah jam untuk mengalahkan lawannya itu bisa di bilang sangat cepat sorak tepuk tangan dari semua orang bergema disana mereka tidak percaya ada peretas sangat handal dari tuan rumah..


mereka pun beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pertandingan final dimana Indonesia vs China yang dimana terkenal hackers-hackers handal dari negri tirai bambu ini Jino dan Jesi harus bersiap lawan mereka sekarang bukan lawan yang mudah..


putaran pertama Jesi dahulu dimana lawannya adalah pemenang olimpiade IT tahun lalu sedangkan dirinya hanya mahasiswa beasiswa yang jurusannya jauh dari peretasan tapi dengan pengalamannya dan lomba-lomba yang dia ikuti Jesi tidak diragukan lagi..


babak final ini Jesi butuh satu jam sepuluh menit untuk membantai lawannya cukup tangguh juga lawannya dengan senyum mengembang di balik masker..


Jino yang melihat itu ikut tersenyum dan memberikan jempol dua untuk Jesi, Jesi hanya menanggapi dengan anggukan..


sekarang waktunya Jino ternyata lawannya cukup handal dia hanya beberapa menit saja sudah bisa mengalahkan Jino dengan raut wajah kecewanya Jino turun dari atas panggung Jesi hanya memberi semangat dengan menepuk pundak Jino..


" apa kau bisa melawan dia sekarang penentuannya " ucap Jino


" iya mungkin dia lawan yang sebanding denganku " ucap Jesi


" dia pemenang tahun lalu " ucap Jino


" iya aku tau aku sudah melihat dia " ucap Jesi


" semangatlah menang tidak yang penting kamu usaha dengan baik " ucap Jino sambil tersenyum dan menepuk pundak Jesi...


Jesi pun melirik sekilas ke arah lawannya yang sekarang akan tanding dengannya sedikit gugup lawannya sekarang sebanding dengan ke ahlinya..


waktu sudah berputar cukup lama karena kedua hackers itu tidak ada yang mau menghentikannya merasa cukup kebas juga Jesi pun bergumam ' sorry ' lalu menekan tombol keyboard dan secara cepat layar komputer lawan menjadi failed dan Jesi di nyatakan Weiner..


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😉😉


sorry gaje ya readers chapter ini 🙏🙏


happy reading guys 😉😉