My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Merindukan



Chapter 43


Hari ini Jesi di sibukan dengan pekerjaannya di rumah sakit walaupun berbeda rumah sakit dengan sahabatnya Raisa tapi mereka selalu menyempatkan waktu walau hanya makan siang dan disini lah mereka..


" gimana Jes pekerjaan kamu " tanya Raisa


" masih seperti biasa selalu sibuk apalagi aku di tempatkan di ruang emergency selalu ada pasien yang terluka parah " ucap Jesi


" itu sudah resiko kalau kamu mengambil spesialis bedah " ucap Raisa


" iya sih kamu sendiri gimana " ucap Jesi


" sama cuma bedanya aku selalu ada luang sedikit karena pasienku tak separah pasien yang selalu kamu tangani " ucap Raisa bercanda sambil tersenyum..


" iya juga aku selalu takut akan pekerjaanku karena di tangan kita hidup orang di pertaruhkan tangan kita bisa jadi pencabut nyawa bisa juga menjadi malaikat untuk mereka " ucap Jesi


" begitulah resiko yang harus di rasakan oleh dokter mereka tidak akan tau gimana takutnya kita saat memegang pisau bedah dan melihat darah setiap hari dan yang parah lagi saat ada yang harus meninggal dimeja operasi dan kita sebagai dokter yang pertama yang selalu di salahkan tapi kenyataannya takdir yang lebih kuat " ucap Raisa


" iya benar " ucap Jesi


" ngomong-ngomong Jes kapan kamu akan mempertemukan Daniel dan Dave kamu tidak kasian sama mereka kita tidak tau kalo mereka akan saling merindukan satu sama lain " ucap Raisa


"aku pun sangat merindukannya "gumam Jesi lirih dalam hati


" aku mengerti aku juga terkadang suka kasian sama Daniel " ucap Jesi


" jangan hanya kasian sama Daniel tapi kamu juga harus mengerti akan perasaan Dave apa kau tak merindukannya aku tau kau sangat mencintai dia begitupun dengan Dave ini sudah empat tahun dan kau sudah berjanji kalau usia Daniel sudah menginjak empat tahun kau akan mempertemukan dia dengan ayah biologist nya " ucap Raisa


" aku mengerti tapi bagaimana kalau kehadiran Daniel tidak di inginkan oleh Dave dan keluarganya kamu liat sendiri beritanya kalau dia sudah berkeluarga bisa jadi anaknya sudah se usia Daniel " ucap Jesi lirih


" jangan berasumsi terlalu jauh kamu belum mencobanya Daniel bukanlah kesalahan kalau ia mereka tidak menginginkan Daniel masih ada kamu masih ada kita yang menginginkan malaikat kecil itu " ucap Raisa menyemangati..


" baiklah aku akan mencoba tapi aku gak bisa sekarang-sekarang aku masih ada tanggung jawab di rumah sakit " ucap Jesi


" kapan pun itu aku akan selalu ada di sampingmu jadi jangan pesimis " ucap Raisa


" thanks ya Sa " ucap Jesi Raisa hanya tersenyum..


mereka pun akhirnya berpisah dan kembali ke rumah sakit masing-masing..


sesampainya di rumah sakit Jesi pun langsung ke ruang emergency setelah tadi di kabari ada pasien yang terluka parah akibat kecelakaan setelah berganti pakaian Jesi pun langsung masuk ke ruang emergency..


" gimana keadaannya " tanya Jesi dengan bahasa Chinese


" pasien terluka parah di bagian belakang akibat terbentur dan akibat kaca yang menancap punggungnya " ucap suster


" gimana dengan detak jantungnya " tanya Jesi


" detak jantungnya sangat lemah kita harus segera menolongnya dokter " ucap suster


" baiklah segera siapkan ruang operasi " ucap Jesi


" baik dokter " ucap suster


sebagian suster berlari ke ruang operasi untuk menyiapkan semuanya sedangkan Jesi masih sibuk dengan penangan utama terhadap pasiennya..


" tolong bantu saya untuk mencabut kaca ini " ucap Jesi


" baik dokter " ucap perawat laki-laki


" dengan hitungan ke tiga kita mencabut sama-sama aku akan menahan badannya " ucap Jesi


" cepat ambilkan kain kasa lagi dan siapkan darah untuk pasien " teriak Jesi


" baik dokter " ucap perawat


dengan sigap Jesi naik keatas ranjang lalu menahan darah yang keluar dari pasien itu dengan kain kasa suster yang di perintahkan untuk mempersiapkan ruang operasi sudah berlari dan memberitahukan kalau ruang operasi sudah siap..


" dokter ruang operasi sudah siap " ucap suster


" baiklah kalian bisa menggantikan aku sebentar untuk menahan darah yang keluar dari badan pasien saya mau mengganti pakaian dulu " ucap Jesi


" bisa dokter " ucap perawat laki-laki


" kalian langsung ke ruang operasi nanti saya menyusul " ucap Jesi


" baik dokter " ucap mereka serempak..


Jesi pun keluar dari ruang emergency mereka yang melihat Jesi selalu berlumuran darah keluar dari ruang emergency sudah tidak heran lagi karena mereka sudah sering melihat itu pernah suatu hari Jesi keluar dengan wajah penuh darah sampai-sampai wajah cantiknya tertutupi dengan darah...


dia pun berjalan menuju ruangannya untuk berganti baju dengan baju khusus operasi dan mencuci tangannya yang banyak darah..


saat dirinya berjalan menuju ruang operasi dirinya berpapasan dengan dokter muda dan tampan yang pastinya asli dari negara tirai bambu ini..


" siang dokter Jesi " sapa dokter tampan itu dengan berbahasa Chinese


" siang juga dokter Zhang Li " ucap Jesi dengan bahasa Chinese ramah tapi dengan nada datar..


" sudah mau operasi lagi " ucap dokter Zhang


" iya seperti biasa " ucap Jesi


" siapa hari ini dokter pendampingnya " tanya dokter Zhang


" hari ini saya di damping oleh Mrs Liliana " ucap Jesi


" oh sama suster senior " ucap dokter Zhang


" iya saya permisi " ucap Jesi datar


" iya semoga sukses " ucap dokter Zhang


" thanks " ucap Jesi


Jesi pun pergi dari hadapan dokter Zhang Li dan berjalan menuju ruang operasi dia pun membersihkan tangannya dengan sabun sebelum masuk ke dalam ruang operasi..


" gimana sudah siap " tanya Jesi saat dirinya sudah memakai perlengkapan untuk operasi


" sudah dokter " ucap mereka


" baiklah saya mulai " ucap Jesi


Jesi pun segera membedah luka pasien sangat terlihat dalam akibat kaca yang menancap sampai mengenai tulang belakang pasien membuat Jesi kewalahan karena dirinya harus hati-hati karena ternyata tulang belakang pasien sudah patah..


operasi yang sedang Jesi lakukan di lihat oleh seseorang yang berada diatas ruang operasi...


" menarik " ucap seseorang sambil tersenyum..


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


happy reading guys 😉😉