
Chapter 53
Kebahagian yang dirasakan Dave karena sudah bertemu dengan Jesi dan juga anaknya yang selama ini dia dambakan..
" sayang aku kangen banget jangan tinggalin aku lagi " ucap Dave sambil memeluk Jesi
" hemm " gumam Jesi
" kenapa hemm doang apa kamu gak kangen juga " ucap Dave sambil mengikat rambut Jesi dan merapikan rambut-rambut halus yang menutupi wajah cantiknya..
" iya aku juga kangen sama kamu " ucap Jesi sambil mengelus rahang tegas wajah Dave..
saat mereka saling melepaskan rindu tiba-tiba pintu ruangan rawat Jesi terbuka dengan kencang sehingga membuat Dave dan Jesi menoleh ke arah pintu dan terlihat anak mereka dengan nafas tersenggal senggal sepertinya Daniel habis berlari dan wajahnya yang cabby memerah..
" Mommy " teriak Daniel sambil berlari ke arah ranjang Jesi..
" yes boy kenapa hemm " ucap Jesi saat Daniel setelah di dudukan di ranjang Jesi oleh Dave..
sedangkan Dave hanya berdiri melihat orang yang dia sayanginya sedang berbicara..
" Daddy jangan deketin Mommy nya Niel " ucap Daniel sambil memeluk leher Jesi sampai-sampai Jesi harus mengendurkan badannya..
sedangkan Dave yang mendengar penuturan anaknya hanya bersedikap dengan tangan yang di lipat di dada dan alisnya di angkat sebelah seolah mempertanyakan apa maksud anaknya..
" heii boy kenapa " tanya Jesi bingung melihat tingkah anaknya..
" Mom kata papi angkat Daddy mau bawa Mommy pergi dari Daniel terus Niel bakal jadi gelandangan karena di tinggal sama Mommy terus papi juga bilang nanti Niel di suruh jadi anak yang seperti ada di pinggir jalan Niel gak Mom " ucap Daniel lirih dan tak lama tangisannya pecah..
*huwaaa huwaaaa...
huwaaa huwaaaa*..
Dave yang mendengar penuturan anaknya wajahnya sudah menggelap dan memerah menahan amarahnya sekarang Dave ingin sekali memusnahkan orang yang bernama Jino Marcelino..
well kenapa dia harus memisahkan anaknya dari ibunya kalo mereka bisa hidup bersama apa gunanya dia menjadi pengusaha sukses se asia kalo anaknya harus jadi gelandangan..
" ya ampun Jino otak Daniel malah di kontaminasi " ucap Dave Damn geram Dave..
" sayang heii berhenti nangisnya Mommy gak akan ninggalin kamu Mommy akan selalu ada buat Daniel " ucap Jesi lembut
" bener ya Mom " ucap Daniel
" iya sayang " ucap Jesi
" buat Daddy jangan deketin Mommy nya Niel " ucap Daniel
Dave yang mendengar itu hanya menghela nafas kasar jadi begini rasanya berdebat sama anak sendiri ahh bukan berdebat tapi mendengar ocehan anaknya yang tak ingin Mommy nya di rebut..
saat mereka sedang saling debat pintu ruangan rawat Jesi terbuka dan masuk lah seseorang yang sudah meracuni pikiran Daniel siapa lagi kalo bukan Jino Dave yang melihat itu langsung menatap Jino dengan tatapan membunuh sedangkan Jino hanya cuek tak mengindahkan pandangan Dave..
" kau ikut aku " ucap Dave dingin dan datar dan tak lupa kerah baju Jino yang sudah di cengkram kuat oleh Dave dan di gerek keluar ruangan membuat Jesi dan Raisa yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala..
saat di luar Dave membantingkan Jino ke lantai rumah sakit sedangkan Jino yang mendapat perlakuan itu hanya tersenyum sinis..
" apa-apaan kau ini bicara omong kosong terhadap anakku " ucap Dave dingin
" Cih anakmu sudah besar saja kau mau menyebutnya anak lima tahun kebelakang kemana saja kau " ucap Jino sinis
" diam kau berengsek kalo bukan ulahmu aku sudah lama menemukan Jesi dan Daniel " ucap Dave emosi
" kau berengsek " teriak Dave emosi
*buggh..
buggh..
buggh*..
pukulan demi pukulan yang Dave dan Jino lakukan sehingga membuat kericuhan di rumah sakit ini dimana emang benar rival di dunia gelap akan terus berlanjut ketika milik mereka terusik dimana Dave yang tak terima kalo miliknya di usik sedangkan Jino tak terima kalo dirinya tersisihkan atas kehadiran rivalnya di kehidupan Daniel walaupun Jino sudah tak ada perasaan dengan Jesi tapi Jino sangat menyayangi Daniel maka dari itu saat Daniel sedang bercerita tentang dirinya yang di belikan banyak mainan dan pakaian baru oleh Dave ada rasa iri di dalamnya mungkin lebih...
" heii kalian apa-apaan seperti anak kecil saja " teriak Raisa memisahkan
baik Dave maupun Jino hanya diam tapi mata mereka sudah mengisyaratkan bendera perang..
saat mereka sedang saling menahan emosi masing-masing mereka di kejutkan oleh seseorang yang berjalan dengan cepat..
" apa ini ruangannya " tanya seseorang itu
" iya tuan " ucap dokter
Dave yang melihat itu mengerenyitkan dahinya dia merapikan pakaiannya yang kusut akibat adu jotos dengan Jino sedangkan Jino yang melihat kebingungan Dave hanya menyeringai penuh arti..
" welcome luzer " ucap Jino sambil tersenyum mengejek ke arah Dave dan menepuk bahu Dave
" tak semudah itu ferguso " ucap Dave dingin
" buktikan omonganmu dia adalah saingan percintaanmu dan yang harus kau tau kalo laki-laki itu adalah pemilik rumah sakit ini yang tak lain adalah atasan dari Ana " ucap Jino
" apa yang kau maksud " ucap Dave emosi
" aku yakin kau tak sebodoh itu dude kau pasti tau apa maksud ucapanku " ucap Jino
saat seseorang itu mau membuka pintu ruangan Jesi, Dave terlebih dahulu menghalanginya..
" kau siapa " ucap Dave dingin dan datar dengan berbahasa inggris
" kau sendiri siapa kenapa menghalangiku untuk masuk " ucap Feng Teng
Ya yang datang itu Feng Teng pemilik rumah sakit sekaligus laki-laki yang selama ini menyukai Jesi
" saya.. kau tak perlu tau yang saya ingin tau sedang apa kau disini " ucap Dave datar dan matanya yang sudah menatap tajam ke arah Feng Teng..
" saya pemilik rumah sakit ini " ucap Feng Teng
" aku tak peduli kau siapa tapi yang aku tanyakan ada urusan apa kau di ruangan istriku " ucap Dave
" ii-istri ka-kau suaminya " ucap Feng Teng terkejut
Dave yang melihat itu hanya menaikan sebelah alisnya sedangkan Jino dia sudah tertawa terbahak-bahak di belakang Dave..
Feng Teng yang tadinya ingin menemui Jesi harus menelan pait karena ternyata Jesi masih bersuami yang Feng Teng kira Jesi sudah berpisah dengan suaminya tapi kenyataan lebih menyakitkan dia pun berjalan kembali menuju lift..
" huhh sangat menyebalkan " gumam Dave dalam hati..
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
Happy reading guys 😉😉