
Chapter 39
Hari demi hari bulan demi bulan yang di lalui Jesi di negri orang perut yang sudah membesar kehamilannya sudah menginjak sembilan bulan sebentar lagi buah hati yang ada di kandungannya akan segera hadir..
saat dirinya sedang mengandung Jesi menghabiskan waktunya di rumah sedangkan kedua sahabatnya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing yang selalu mereka habiskan di luar..
tapi hari ini mereka sengaja meliburkan diri mereka agar bisa menemani Jesi di kehamilannya Jesi tidak pernah mengeluh ataupun meminta seperti perempuan ngidam lainnya Jesi hanya meminta makanan kesukaannya..
" kamu mau makan apa " tanya Jino
" aku gak lapar " ucap Jesi
" kamu harus makan kasian anak kamu " ucap Jino
" tapi Jin " ucap Jesi
" makan buah ya " ucap Jino
" tapi " ucap Jesi menolak
" gak ada tapi-tapian aku gak beli melon ko cuma semangka sama anggur ajh " ucap Jino
" ya udah " ucap Jesi
Jino pun berjalan ke dapur untuk mengambilkan buah-buahan untuk Jesi Jino pun membuatkan susu ibu hamil sekalian lalu membawa ke ruang tengah..
" ini buah-buahannya dan susu " ucap Jino
" makasih ya " ucap Jesi
" sama-sama " ucap Jino
Jino pun duduk di sofa dia pun memangku laptopnya dan mengerjakan pekerjaannya walaupun hanya kafe internet tapi penghasilannya cukup memuaskan karena kebanyakan anak remaja disana akan menghabiskan waktunya dikafe internet..
pemandangan seperti ini kalo orang lain melihat akan mengira kalau mereka adalah keluarga bahagia saat mereka lagi ngumpul Raisa datang dengan membawa makanan..
" kamu bawa apa " tanya Jesi
" dimsum sam bapau " ucap Raisa
" aku mau dimsumnya " ucap Jesi
Raisa pun meletakan makananya di meja dia mengambil satu kotak makanan yang berisi dimsum dan memberikannya ke Jesi..
" kamu mau apa Jin " tanya Raisa
" aku mau bapau ajh " ucap Jino
Raisa pun memberikan beberapa bapau ke Jino dan dirinya sendiri menikmati dimsum..
" Sa ko kamu gak beli yang ada kuahnya " ucap Jesi
" habis tadi kamu jangan banyak-banyak makan porsi makan kamu harus di kurangi biar berat badan bayinya normal " ucap Raisa
" siap bu dokter " ucap Jesi
mereka pun menikmati makanannya sesekali mereka mengobrol membicarakan tentang nama bayi seharusnya nama bayi di putuskan oleh kedua orang tuanya tapi situasi Jesi tidak memungkinkan..
" aku mau ke kamar ya aku dah kenyang " ucap Jesi
" gimana gak kenyang kamu dah habisin dimsum seporsi terus buah dan barusan kamu menghabiskan susu gebul juga nih ibu hamil " ucap Jino meledek
" ish nyebelin banget " ucap Jesi merajuk
Jesi pun berjalan dengan hati-hati menuju kamarnya rumah sederhana yang hanya menyediakan tiga kamar dengan masing-masing memiliki kamar mandi satu dapur dan ruang tengah untuk berkumpul..
setelah sampai di kamar Jesi pun duduk di ranjangnya dia membuka laptopnya dia melihat-lihat dan membrowsing sesuatu diinternet Jesi tidak sengaja melihat berita tentang Dave kesuksesan dirinya dalam berbisnis membuat bisnis yang dia bangun sangat sukses bukan hanya kampusnya menjadi kampus favorite tapi perusahaan-perusahaannya yang berjalan di bidang proverti sangat sukses dan menjadikannya pengusaha muda tersukses se asia..
Jesi yang melihat itu tersenyum bahagia ternyata laki-laki yang dia cintai bisa sangat sukses tapi senyumannya tiba-tiba luntur saat melihat video Dave saat di wawancara dan Dave bilang kalo gosip tentang dirinya dengan wanita-wanita yang sedang digosipkan dengan dirinya itu semua bohong karena dirinya sudah memiliki wanita yang dia cintai dan sekarang wanita yang dia cintai sedang mengandung dan itu membuat hati Jesi sangat sakit Jesi pun menangis dalam diam tiba-tiba perutnya sakit..
Jino dan Raisa yang sedang sama-sama di kamar mereka masing-masing sangat terkejut saat mendengar teriakan Jesi langsung mereka berlari ke kamar Jesi lalu membuka kamar Jesi dengan kasar mereka melihat Jesi yang sedang menahan rasa sakit langsung menghampiri..
" Jesi kamu kenapa " tanya Raisa
" Sa sakit Sa ya ampun perut aku " ucap Jesi keringatnya sudah bercucuran saat Raisa memeriksa Jesi Raisa sangat kaget saat dia merasakan cairan keluar dari area sensitif Jesi..
" Jin.. Jino siapkan mobil kita harus ke rumah sakit sekarang Jesi mau melahirkan " teriak Raisa
Jino yang sama sangat kaget dia pun buru-buru lari ke kamarnya untuk mengambil kunci mobil lalu berlari lagi ke depan rumah dan menyiapkan mobilnya lalu setelah siap Jino membantu Raisa membawa Jesi dengan menggendongnya..
mereka pun berangkat ke rumah sakit sebelum itu Raisa sudah menghubungi pihak rumah sakit tempat dia bekerja agar menyiapkan brankar agar saat mereka sampai Jesi bisa di bawa langsung ke tempat bersalin..
membutuhkan waktu yang cukup lama karena rumah sakit tempat Raisa kerja lumayan jauh..
setengah jam mereka sudah sampai di rumah sakit brankar sudah siap di depan ruang IGD
Jino pun langsung menggendong Jesi dan menidurkannya di brankar..
" aku mau memarkirkan dulu mobil nanti aku menyusul " ucap Jino yang ditanggapi anggukan oleh Raisa..
sedangkan Raisa langsung membawa Jesi perkiraan Raisa kalau Jesi akan melahirkan kemungkinan minggu depan tapi ternyata dia salah Jesi melahirkan lebih awal dari perkiraannya..
Jino yang sudah kembali dia menunggu di depan ruang bersalin dia sangat gugup menunggu kelahiran anak Jesi seperti ayah menunggu anak yang akan lahir saat Jino duduk tiba-tiba dirinya di hampiri oleh suster..
" permisi Mr " ucap suster itu dengan berbahasa inggris mereka yang ada di sana tau kalo dokter Raisa bukan asli China dan berfikir juga kalo pasien yang sedang dokter cantik itu tangani sama kewarganegaraannya dengan dokter Raisa..
" iya ada apa " ucap Jino dengan berbahasa inggris
" Mr harus melunasi admintrasi istri anda " ucap suster..
" istri " ucap ulang Jino sambil mengerenyitkan dahinya..
" iya yang di dalam istri anda kan " tanya suster
" eh bukan dia itu adik saya suaminya lagi keluar kota " ucap Jino kaget
" oh maaf apa anda bisa ikut saya " ucap suster
" iya bisa " ucap Jino
Jino pun mengikuti suster untuk melunasi adminstrasi Jesi..
setelah selesai Jino pun kembali ke depan ruang bersalin tiba-tiba ruangan itu terbuka terlihat Raisa yang keluar dari sana membawa bayi laki-laki..
" Sa apa ini anaknya Ana " tanya Jino antusias
" iya tampan kan " ucap Raisa bahagia
" iya tapi gimana keadaan Ana dia baik-baik saja kan " tanya Jino
" dia baik-baik saja ko sebentar lagi dia akan di pindahkan ke ruang inap dia sedang di bersihkan oleh suster aku mau bawa dulu bayi ini ke ruang khusus bayi " ucap Raisa
" baiklah biar aku yang akan menunggu Ana di sini " ucap Jino
" baiklah " ucap Raisa
Raisa pun berjalan sambil membawa bayi Jesi di pelukannya rasa bahagia bukan hanya milik Jesi tapi kedua sahabatnya juga ikut bahagia walaupun anak itu lahir di luar nikah tapi dia terlahir dengan keadaan suci karena tidak ada anak haram yang ada anak suci karena kesalahan itu mutlak kesalahan kedua orang tuanya bukan salah anak yang baru lahir..
note : author sengaja pakai bahasa Indonesia saat mereka berbicara bahasa inggris biar author gak harus mengartikan lagi selain author kurang paham sama bahasa inggris author juga gak harus mengulang arti dari bahasa inggris itu ( intinya author gak bisa bahasa inggris 😁😁😜 )..
happy reading guys 😉😉
*jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
*ada yang komplen soal visual Dave yang kurang cocok dengan peran dave yang dingin berarti kalian belum pernah menonton drama Jang Ki Young dimana dia berperan sebagai pembunuh...