
Chapter 33
Hari demi hari minggu demi minggu kehidupan Dave dan Jesi semakin bahagia mereka sekarang lagi membicarakan tentang pernikahan mereka masa lalu yang kelam sudah Dave tinggalkan walaupun sesekali dia harus turun tangan jiwa Psycho nya tidak pernah kembali mungkin akan kembali saat ada ancaman untuk orang di sekitarnya..
ketika sedang melihat-lihat persiapan untuk pernikahan Jesi dan Dave harus terganggu dengan dering smartphone milik Dave..
" hallo " ucap Dave dengan nada datar
" hallo tuan maaf saya mengganggu tapi ini penting tuan " ucap James di sebrang
" ada apa " ucap Dave nadanya masih sama nada datar dan dingin..
" anak perusahaan yang ada diluar kota lagi krisis tuan anda harus kesana langsung untuk melihatnya " ucap James
" emang tidak bisa saya pantau dari sini " ucap Dave
" tidak bisa tuan karena sepertinya akan memakan waktu paling lambat seminggu " ucap James
" kenapa lama sekali biasanya cuma tiga hari " ucap Dave
" iya tuan benar tapi ada hal lain yang harus anda urus " ucap James
" apa " ucap Dave
" geng naga merah ada di wilayah yang akan kita datangi " ucap James
Dave yang mendengar itu langsung geram tangan yang sudah dia kepalkan raut wajah dingin dan datar tercetak jelas di wajahnya membuat Jesi menjadi heran melihatnya..
" baiklah kau urus semua kalo sudah selesai kau hubungi aku dan satu lagi apa kau sudah mencari tau siapa dalang dari orang yang memberi obat perangsang kedalam minumanku " tanya Dave
" sudah tuan orang itu orang yang sama " ucap James
Dave pun langsung mematikan panggilannya dia sangat marah ketika tau siapa dalang dari kejadian kemarin sampai dirinya harus melakukannya lagi bersama Jesi, Dave pun melirik ke arah Jesi yang sedang fokus melihat-lihat majalah dia tidak merasa terganggu dengan pembicaraan Dave dengan asistennya dia memilih menyibukan dirinya dengan membaca..
" dear " panggil Dave
" Mmm ada apa " ucap Jesi
" besok aku harus ke luar kota kita rencanakan pernikahan kita pas aku kembali " ucap Dave
" ada apa " tanya Jesi
" anak perusahaan yang ada di luar kota sedang ada masalah aku harus turun tangan langsung " ucap Dave
" baiklah aku akan bantu kau pecking " ucap Jesi
" makasih sayang malam ini kau tidur di kamarku ya " ucap Dave
" APA.. aku gak mau " tolak Jesi
" aku janji gak bakalan memakanmu aku hanya ingin tidur memelukmu saja aku akan pergi selama seminggu aku pasti bakalan sibuk di sana dan akan sangat merindukanmu " rajuk Dave
" baiklah tapi awas saja kalau kau melakukannya lagi " ancam Jesi
" iya janji " ucap Dave sambil tersenyum dan memberikan simbol ditangannya..
mereka pun berjalan menuju kamar Jesi akan membantu Dave untuk pecking keperluannya saat berada di luar kota dengan beberapa kemeja , dasi , celana , dan tentunya jas Dave yang melihat Jesi sangat terampil membuat dirinya sangat bahagia..
" sudah beres " ucap Jesi
" terima kasih sayang " ucap Dave sambil tersenyum
" sama-sama " ucap Jesi
Dave yang melihat kekasihnya yang sedari tadi berdiri meraih tangannya dan menariknya sampai Jesi terduduk di pangkuan dirinya membuat Jesi tergelonjak kaget..
" iihh Dave lepasin jangan kaya gini " ucap Jesi
" kenapa Hemm " bisik Dave tepat di telinga Jesi membuat tubuhnya meremang mendapat bisikan itu..
" Dave " ucap Jesi
" sayang sebentar saja aku bakalan merindukan aroma ini saat ada di sana " ucap Dave sambil meletakan wajahnya di cercuk leher Jesi menghirup dalam-dalam aroma yang keluar dari tubuh Jesi..
Jesi yang mendapat prilaku yang di buat oleh Dave hanya pasrah percuma memberontak tidak akan dilepaskan juga tapi saat Jesi melamun dirinya tiba-tiba berteriak..
" Aaaaaahhhhhh kenapa kau gigit leherku " teriak Jesi
" itu bukan gigitan biasa dear tapi itu tanda kepemilikan dariku " ucap Dave sambil tersenyum..
Dave sangat senang melihat karya baru yang baru saja dia ciptakan di leher Jesi..
" kau sangat menyebalkan " gerutu Jesi
Jesi pun berdiri dan berjalan ke arah cermin untuk melihat lehernya dan saat Jesi melihat itu matanya langsung terbelalak karena warna merah tercetak jelas di leher Jesi..
" ish " gumam Jesi dia melirik Dave dengan tatapan tajam Dave yang melihat itu hanya tersenyum dan memainkan kedua alisnya menggoda Jesi..
Dave pun berdiri dan memeluk Jesi dari belakang dan meletak kan kembali kepalanya di cercuk leher Jesi..
" sayang aku sangat mencintaimu jangan pernah meninggalkanku apapun yang terjadi " ucap Dave
" aku tidak bisa berjanji tapi aku akan mencoba tapi ketika kesalahan yang kamu lakukan sudah fatal jangan cari aku saat aku pergi nanti " ucap Jesi
" apapun yang terjadi aku tidak akan mengijinkanmu beranjak dari sisiku " ucap Dave
ucapan Dave terdengar serius Jesi sadar seberapa kuat Dave dan seberapa besar juga rasa yang Dave miliki untuk dirinya dia sangat beruntung memiliki laki-laki dengan wajah dingin dan datar tapi di balik semua itu Dave sangat hangat kepadanya..
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
happy reading guys 😉😉