
Hari yang ditunggu-tunggu oleh Jino dan Raisa telah tiba dimana hari ini adalah, pernikahan mereka banyak tamu yang datang dan juga keluarga walaupun Raisa tidak pernah akur dengan keluarga dari sang ayah tapi di moments seperti ini Raisa juga ingin seperti putri yang pada umumnya, yang dimana saat mereka nikah ayahnya sendiri yang mengantarkan dirinya ke altar..
" mami cantik banget " ucap Daniel
" makasih baby boy, Niel juga ganteng dan makasih yah tadi udah mau bantu mami buat bawa bunga " ucap Raisa
" sama-sama aku ke Mommy dulu ya " ucap Daniel
" iya sayang hati-hati " ucap Raisa
Daniel pun pergi dimana Jesi berada, sedangkan Raisa kembali menghampiri teman-teman masa kuliahnya dulu..
tapi pas Raisa sedang asik mengobrol dia tiba-tiba disapa oleh seseorang, dan ternyata kakak tirinya..
" haii Sa " ucap kaka tiri Raisa
" oh kak Nadine " ucap Raisa
ada aura yang gak biasa diantara mereka, walaupun mereka satu ayah tapi mereka gak akur karena dimana posisi Raisa adalah anak dari selingkuhan ayahnya Nadine..
" selamat ya atas pernikahannya " ucap Nadine ketus
" makasih kak dan makasih juga udah mau repot-repot datang kesini " ucap Raisa tak kalah ketus
" aku sih kalo gak kepaksa juga gak mau dateng kesini " ucap Nadine
" kalo kepaksa mending gak usah dateng sekalian aku juga gak ngarepin kok kamu dateng kesini " ucap Raisa
" omonganmu masih pedes ya kaya dulu gak berubah " ucap Nadine
" omongan aku selalu disesuain ke orang seperti apa aku harus sopan dan kesiapa aku harus kasar " ucap Raisa
" iya-iya terserah ajh tapi disini aku mau ngomong inget ya Sa karma tuh dateng gak sama orangnya langsung tapi bisa juga ke anaknya misalnya " ucap Nadine
" maksud kamu apa kak " ucap Raisa emosi
" kalem dong Sa gak usah marah-marah gth gak enak sama yang lain " ucap Nadine
saat Raisa mencoba menenangkan dirinya, Nadine malah senang dengan reaksi Raisa tapi tiba-tiba seseorang menepuk pundak Nadine, membuat Nadine kaget..
" seseorang tidak akan masuk kalo tuan rumah gak membukakan pintu " ucap seseorang yang tak lain adalah Jesi..
Jesi yang sedang duduk memangku anaknya yang kedua seketika berdiri saat melihat raut wajah Raisa berubah kemerahan akibat menahan emosi, Dave yang melihat istrinya berdiri terlihat bingung dan heran..
" sayang ada apa " tanya Dave
" Dave tolong gendong dulu Justine aku mau ke Raisa dulu " ucap Jesi
" ada apa sayang kenapa wajah kamu serius sekali " tanya Dave
" gak apa-apa tolong gendong dulu " ucap Jesi sambil memberikan baby J ke Dave dan Dave segera memangku baby J..
Jesi pun menghampiri Raisa dan saudara tirinya yang sedang berbicara..
" wow gak nyangka nyonya Devano Davidson ada juga di sini oh tentu kalian kan sama-sama anak buangan " ucap Nadine
" well gak nyangka juga disini ada ***** om-om disini " ucap Jesi dingin
" ada bukti emang " tanya Nadine
" kau menanyakan bukti perlu aku beberin disini tapi sayang aku gak minat karena takut nama baik sahabat aku jelek akibat ulah orang yang gak tau diri macam kau ini " ucap Jesi
" kau takut " ucap Nadine
" well seorang Jesica takut sama seorang Nadine, seorang psycho ajh bisa tunduk apalagi kecoa seperti kau ini, coba liat arah jarum jam sembilan laki-laki yang pakai jas hitam bukan kah dia laki-laki yang beberapa waktu lalu keluar dari sebuah hotel bersamamu " ucap Jesi
Nadine pun melihat ke arah jarum jam sembilan sesuai ucapan Jesi dan ternyata emang benar laki-laki itu adalah laki-laki dimana keluar hotel bareng dirinya...
ucapan Jesi otomatis membuat Nadine marah dengan gampangnya Nadine melayangkan tamparan ke wajah Jesi, membuat orang yang disekitar Jesi sangat kaget dengan perlakuan Nadine dan tak kecuali Dave..
Dave yang melihat istrinya ditampar oleh seseorang langsung berdiri sambil menggendong baby J..
" kau apa-apaan berengsek lancang sekali memukul istriku " ucap Dave marah sambil mendorong Nadine sampai jatuh..
" Dave jangan " cegah Jesi
" lepasin aku sayang aku harus memberi pelajaran sama ****** ini berani sekali dia memukul istriku " ucap Dave marah
" sabar tuan biar saya yang urus wanita ini " ucap James
" gak usah James biarkan saja dia adalah kakak tiri Raisa " ucap Jesi
" tapi sayang " ucap Dave
" udah-udah sabar kasian baby J sampai kaget " ucap Jesi
" maaf Dave, maaf juga Jes ini salah aku " ucap Raisa
" gak usah minta maaf aku gak apa-apa " ucap Jesi
" ada apa ini " ucap Jino karena dia baru kembali dari toilet
" kau bisa tidak mengundang orang yang punya sopan santun kenapa anjing liar kau biarin masuk " ucap Dave marah
" bicara baik-baik kau dude kenapa malah marah-marah " ucap Jino
" dasar kau sama saja mending kita pulang kita harus periksa wajah memar kamu takutnya ada virusnya " ucap Dave sambil menggenggam tangan Jesi dan pergi..
" An.. Anna tunggu ada apa ini " teriak Jino
" beb ini ada apa " tanya Jino
" maafin aku Jin ini salah aku " ucap Raisa sambil menangis
" heii sayang tenang kenapa menangis dan dia siapa " tanya Jino sambil memeluk Raisa dan saat melihat Nadine yang masih duduk di bawah..
akibat dorongan yang Dave lakukan kaki Nadine keseleo..
" dia kakak tiri aku " ucap Raisa
" APA.. kenapa dia bisa datang " tanya Jino
" aku gak tau " ucap Raisa
" kamu tenang dulu pesta pernikahan kita masih berlangsung mending kita sapa para tamu dulu gak enak sama yang lain, dan soal kakak tiri kamu biar security yang mengurus ayo " ucap Jino
Jino dan Raisa pun pergi dari sana, kehebohan sempat terjadi di pernikahan Jino dan Raisa tapi itu tidak berlangsung lama karena Jino dan Raisa sudah meminta maaf atas keributan yang terjadi..
kebahagian mungkin baru saja Raisa dapatkan tapi jangan pernah lupakan masa lalu walaupun itu menyakitkan..
FINALY...
akhirnya novel ini benar-benar tamat ya guys see you, next semoga kita bisa ketemu lagi di projek novel yang baru yang dimana ceritanya anak-anak dari mereka nantikan ya..
makasih yang sudah membaca dan makasih juga buat like dan komen, author mau negasin lagi ke kalian gak ada lagi extra chapter sorry kalo endingnya gak sesuai.. 🙏
🙏
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
Happy reading guys 😉😉