
Saat Jesi masih terbaring diranjang rumah sakit tapi anaknya yang baru saja dia lahirkan sudah bisa dibawa pulang mangka dari itu tugas Raisa yang harus menggantikan sementara untuk Jesi dokter pun tidak memberitahukan sampai kapan Jesi tidak sadarkan diri melihat keadaan Jesi saja hidupnya hanya tiga puluh persen..
saat ini Raisa sudah sampai di mansion milik Dave mansion itu cukup megah untuk ditinggali oleh keluarga kecil Dave dan Jesi saat Raisa masuk ke dalam ternyata Daniel sudah pulang dari sekolah..
" haii boy dah pulang sekolah " ucap Raisa
" mami loh itu bayi siapa mi " tanya Daniel heran
wajah polos dan lucunya tercetak jelas saat menanyakan keberadaan bayi kecil yang dibawa Raisa..
" ini adek nya abang " ucap Raisa
" abang berarti Niel dong mi " ucap Daniel senang
" iya dong siapa lagi " ucap Raisa sambil tersenyum
"siapa mi namanya " ucap Daniel
" Justine Dreanidra Davidson baguskan namanya " ucap Raisa
" hemm bagus kaya Niel namanya bagus" ucap Daniel
" tapi mi kemana Mommy sama Daddy ko gak ikut pulang " tanya Daniel lagi
" Mommy sama Daddy masih di rumah sakit sayang Mommy kan belum sehat jadi gak boleh pulang dulu mangkanya mami bawa dede bayi dulu biar bisa ketemu sama abang gantengnya " ucap Raisa
" pasti sakit ya mi sampai Mommy belum pulang " ucap Daniel
" iya lumayan sayang kamu jangan pikirin itu dulu lebih baik kita ke kamar dede bayi dulu pasti dede bayi seneng punya kamar sendiri kaya abangnya " ucap Raisa
" hemm ayo mi " ucap Daniel semangat
Raisa pun mengikuti Daniel dari belakang ada rasa sedih melihat seorang anak harus terpaksa dibohongi karena takut dia akan bersedih..
" nah ini kamar buat dede kamar ini masih nyambung sama kamar Daniel jadi Daniel bisa ngawasin dede bayi kalo Mommy sama Daddy sibuk " ucap Daniel
" anak pinter gth dong jadi abang harus bisa lindungi adiknya sekarang biarin dede bayinya tidur dulu lebih baik kita ke kamar Daniel " ucap Raisa
" buat apa mi Daniel kan udah belajar udah mandi juga " ucap Daniel
" tapi kan Niel belum tidur siang nanti Mommy marah loh " ucap Raisa
" hmm ok " ucap Daniel lesu
Raisa pun mengantar Daniel ke kamarnya karena waktu sudah menunjukan waktunya Daniel tidur..
setelah menidurkan Daniel Raisa pun keluar dan menuju ke bawah ternyata sudah ada Jino disana sedang duduk sambil memangku laptopnya Raisa pun duduk di sebelah Jino..
" apa anak-anak dah tidur " tanya Jino
" Mmm Niel tadi sempat nanyain Jesi " ucap Raisa sedih
" terus kamu jawab apa " ucap Jino sambil melihat ke arah Raisa
" aku bilang kalo Mommy nya belum bisa pulang karena masih sakit " ucap Raisa
" gadis pintar " ucap Jino sambil menepuk nepuk kepala Raisa
Jino pun menyenderkan kepalanya di bahu Raisa seketika membuat Raisa menjadi heran Jino tidak biasanya seperti itu..
" kamu kenapa sih tumben banget " ucap Raisa
" aku lagi lelah Sa biarin kaya gini dulu sebentar " ucap Jino sambil menutup matanya
Raisa yang merasa keanehan di diri Jino hanya bisa diam mungkin benar akhir-akhir ini mereka sangat lelah karena kurang istirahat apalagi melihat keadaan Jesi yang tidak ada perubahan sama sekali..
Raisa takut semua ini akan berdampak kepada spikis Daniel dimana di usianya sekarang seharusnya Daniel lagi butuh butuhnya kasih sayang seorang ibu walaupun ada dirinya tapi kasih sayangnya akan beda saat dirinya bersama ibu kandung..
" hemm apa " ucap Raisa
" nikah yuk " ucap Jino
ucapan Jino sepontan membuat Raisa sangat terkejut apa-apaan Jino ngajak nikah kaya ngajak makan gampang banget..
" gila ya " teriak Raisa sambil mendorong kepala Jino yang berada dibahunya
" kecilin suaranya Sa nanti anak-anak pada bangun " ucap Jino sambil membekap mulut Raisa
" habisnya kamu suka asal bicara ajh " ucap Raisa sambil melepaskan tangan Jino dari mulutnya
" aku serius kita punya anak juga dari dulu kita hanya ngurus anak orang lain terus " ucap Jino
" jadi kamu gak ikhlas ngurus Daniel dulu " tanya Raisa
" bukan gth Sa kita merasa bahagia saat kita mengurus Daniel dulu mungkin kita akan lebih bahagia saat kita mengurus anak sendiri " ucap Jino
" iya emang tapi gak lagi situasi kaya gini juga kali, kita harus mikirin keadaan Jesi juga trus kita juga harus ngurus Daniel " ucap Raisa
" iya aku juga tau tapi kan Sa nikah itu ibadah kita gak perlu yang mewah-mewah yang penting sederhana tapi sah " ucap Jino
" kamu ngajak anak gadis orang nikah kaya ngajak makan ajh gampang banget inget ya Jin aku tuh gini-gini juga masih punya orang tua " ucap Raisa
" jadi intinya kamu mau nih diajak nikah sama aku kalo soal keluarga kamu aku udah minta izin sama ayah kamu soal rencana pernikahan kita " ucap Jino
" apa apaan kamu ini masa baru ngasih tau aku sekarang dan juga ayah aku gak bilang apa-apa soal kedatangan kamu " ucap Raisa
" emangnya kamu masih berhubungan sama orang tua kamu setau aku kamu sudah memutuskan kekeluargaan kamu setelah ibu kamu meninggal " ucap Jino
" emang karena aku gak mau dihina lagi sama mereka apa salahnya kita lahir dari istri kedua walaupun hanya di nikahi secara siri " ucap Raisa
" mangkanya aku buktiin sama mereka putri yang dulu mereka buang sekarang akan bahagia sama laki-laki yang mencintainya secara tulus " ucap Jino serius
" apa maksud kamu sejak kapan kamu suka sama aku " ucap Raisa
" sudah lama tapi kamu malah tidak sadar malah sibuk sama duniamu sendiri tanpa menyadari kalo disisimu masih ada orang yang peduli dan sayang sama kamu " ucap Jino
" makasih Jin aku mau nikah sama kamu tapi nanti saat kondisi Jesi sudah lebih baik aku gak mau cuma aku yang merasakan kebahagian " ucap Raisa
" hemm aku setuju makasih " ucap Jino sambil mencium kening Raisa
" sama-sama " ucap Raisa
mereka pun berpelukan ada rasa bahagia yang bercampur kesedihan dimana semua itu merasa belum nyata karena kondisi seperti ini..
sedangkan ditempat lain Dave masih setia mendampingi Jesi Dave tidak ingin beranjak dari tempat duduknya dia takut kalo sewaktu-waktu Jesi bisa saja pergi dari kehidupannya untuk selama lamanya..
" tuan lebih baik anda istirahat dulu sebentar biar saya yang jaga nona Jesi " ucap James
" gak apa-apa James " ucap Dave
" istirahat saja tuan saya sudah memesan double bad buat tuan " ucap James
" baiklah aku akan istirahat sebentar apa Raisa sudah memberi tahu keadaan Daniel dan si kecil " tanya Dave
" sudah tuan kedua tuan muda sedang tidur nona Raisa dan tuan Jino yang mengurus mereka " ucap James
" hemm baiklah " ucap Dave
Dave pun akhirnya mau beristirahat karena ruangan inap Jesi khusus untuk keluarga Dave mangkanya desainnya juga berbeda hanya ada satu kamar dilantai atas itu khusus untuk keluarga Dave saja...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
Happy reading guys 😉😉