
sudah dua hari Dave di luar kota untuk mengurusi masalah di perusahaannya dan selama itu pula Dave belum bisa tau siapa orang di balik semua ini, membuat kepala Dave semakin ingin pecah..
di malam yang sunyi di tambah dengan germicik hujan yang tak terlalu lebat membuat jiwa psycho Dave membara, haus akan darah dan jeritan orang kesakitan membuat keinginan membunuh semakin terasa..
" James saya mau keluar mencari angin " ucap Dave
" mau saya temani tuan " ucap James
" gak usah kau disini saja urusi keperluan untuk pulang besok dan jangan lupa beli oleh-oleh untuk Daniel " ucap Dave
" baik tuan " ucap James
Dave pun bergegas pergi, James yang sudah mengenal Dave tau akan arti " mencari angin " yang Dave ucapkan..
" kalian ikuti tuan kalo sudah selesai segera bereskan, kalian mengerti kan maksud saya " ucap James
" iya tuan " ucap para bodyguard
para bodyguard pun mengikuti Dave secara diam-diam mereka tau tujuan dari tuannya itu seperti dugaan, di perjalanan yang sunyi Dave memilih berjalan kaki dan di sana Dave bertemu dengan segorombalan orang yang sedang mabuk berat..
" wess ada mangsa baru nih bro " ucap salah satu pemabuk
" bener dari gayanya nih orang bukan orang sembarangan semua barang yang melekat di tubuhnya kayanya mahal-mahal " ucap pemabuk satunya lagi
" minggir " ucap Dave dingin
" santai dulu dong bro kalo mau lewat secara aman lu kasih dulu barang-barang yang lu punya " ucap ketua mereka
" jangan harap " ucap Dave
" gak usah banyak bacot lu disini lu sendiri dan kita berlima " ucap pemabuk
" mau kalian berlima atau pun lebih itu gak ada masalah " ucap Dave
" brengsek malah nantangin nih orang kasih pelajaran dia " ucap ketua pemabuk
" jangan salahin kalo jiwa pembunuhku muncul sekarang, welcome malaikat maut " ucap Dave dingin sambil tersenyum devilnya..
" banyak bacot lu serang " ucap ketua pemabuk
perkelahian diantara mereka pun terjadi dimana Dave secara tenang menghadapi mereka berlima dengan mengandalkan pisau lipat dan gunting kecil tapi runcing Dave menghajar mereka, saat Dave sedang fokus melawan anak buah pemabuk itu, tiba-tiba ketua mereka melayangkan botol yang berisi bir ke kepala Dave sehingga membuat kepala Dave seketika mengeluarkan darah..
ada rasa pusing yang menjala di kepala saat Dave menyadari kepalanya berdarah dia pun secara membabi buta membunuh mereka, ada yang matanya ditusuk sampai mengeluarkan darah, ada juga yang kehilangan kedua telinga mereka, dan banyak lagi luka yang mereka dapatkan..
keuntungan Dave di malam itu bisa melepaskan hasrat membunuhnya karena suasana yang sepi di tambah hujan, dimana semua orang akan malas untuk sekedar keluar..
rasa pusing di kepalanya semakin menjadi Dave pun segera bergegas meninggalkan mereka soal berita untuk besok Dave tak terlalu memusingkan biarlah menjadi bahan berita buat mereka..
sementara bodyguard Dave yang menyaksikan semua itu hanya mengawasi bosnya dari jarak yang cukup jauh bukannya mereka tidak mau membantu tapi kalo mereka, menghampiri Dave sama saja mereka menyerahkan nyawa mereka dengan secara sukarela..
" kita hubungi tuan James untuk menjemput tuan Dave lalu sisanya kita urus tikus-tikus ini " ucap salah satu bodyguard
" baiklah " ucap bodyguard yang satunya lagi
salah satu dari mereka segera menghubungi James dan memberi tahu kalo keadaan tuan mereka sangat memperhatinkan...
" hallo " ucap James di sebrang panggilan
" hallo tuan saya mau memberi tahu kalo dugaan kita benar kalo hasrat membunuh tuan Dave sudah keluar " ucap bodyguard
" lalu gimana keadaan tuan Dave " tanya James
" saat perkelahian tuan Dave terkena pukulan botol dan itu melukai kepalanya mungkin tidak terlalu parah tapi itu akan sedikit memberi cedera di kepalanya " ucap bodyguard
" sekarang tuan dimana apa kalian masih mengawasinya " tanya James
" sekarang tuan Dave sedang duduk di pinggiran jalan yang dekat dengan lokasi pembunuhan " ucap bodyguard
" baiklah aku akan menjemput tuan Dave dan kalian urus kekacauan itu ingat jangan sampai ada jejak, organisasi kita sedang dalam pengawasan pihak berwajib akibat kasus senjata ilegal " ucap James
" baik tuan " ucap bodyguard
dulu kalo ada masalah Dave selalu menyelesaikan dengan cara kekerasan dan juga membunuh karena itu akan membuat dirinya puas tapi akan ada resiko di balik semua itu apalagi kalo bukan berurusan dengan pihak berwajib..
apalagi Dave sering berseteru dengan salah satu pihak berwajib yang sudah mencurigai dirinya..
tak butuh waktu lama James pun sampai dimana Dave berada dengan masih setia Dave duduk di pinggir jalan dengan masih setia menggenggam pisau lipat dan gunting kecilnya..
seluruh badannya basah akibat air hujan di campur bau anyir dari darah dari kepalanya maupun darah dari korbannya..
" tuan apa anda baik-baik saja " tanya James
" suruh siapa kau kesini James apa kau mengikutiku " ucap Dave
" maaf tuan tapi saya tidak bisa membiarkan anda keluar sendirian " ucap James
" kau selalu banyak alesan " ucap Dave
" mari tuan saya antar ke rumah sakit " ucap James
" tidak usah bawa ke hotel saja lalu panggil dokter untuk mengurus lukaku " ucap Dave
" baik tuan " ucap James
James pun membawa Dave ke dalam mobil dan segera pergi dari tempat itu dan untuk kesekian kalinya tangan Dave di buat untuk membunuh orang akan berapa banyak lagi nyawa yang akan melayang ditangan Dave..
walaupun Dave sudah berjanji terhadap Jesi dia akan meninggalkan dunia hitam tapi nyatanya jiwa yang selama ini membelenggu nya masih tidak ingin melepaskan walau itu untuk orang terkasih..
mobil yang ditumpangi Dave dan James pun sampai di hotel untungnya hotel itu milik Dave dan Dave sudah mengganti pakaiannya di dalam mobil sehingga tidak akan ada yang curiga...
" tuan lebih baik anda istirahat dulu saya mau memanggil dokter sebentar " ucap James
" jangan lama-lama " ucap Dave sambil memegang kain untuk mencegas keluar darah di kepala nya..
" baik tuan " ucap James
James pun keluar dan memanggil dokter untung saja masih ada dokter yang bersedia datang, hanya butuh waktu dua puluh menit untuk dokter datang..
" maaf tuan saya telat tiba-tiba lalu lintas macet " ucap dokter
" gak apa-apa tolong periksa bos saya tadi tidak sengaja terkena pecahan kaca " ucap James
" baik tuan " ucap dokter
dokter itu pun segera memeriksa luka Dave cukup serius karena harus mendapat bebapa jahitan..
" gimana keadaan bos saya dok " tanya James
" walaupun cukup serius tapi lukanya ada yang harus di jait karena terlalu terbuka akibat dari pecahan kaca tapi semuanya baik-baik saja tidak perlu risau " ucap dokter
" tapi serpihan dari kacanya sudah bersih kan dok " tanya James
" udah tadi saya sudah membersihkannya sekalian dan ini resep untuk anti nyerinya dan ini resep kalo sewaktu-waktu bos anda demam " ucap dokter
" baiklah dok terima kasih " ucap James
" sama-sama, saya pamit " ucap dokter yang ditanggapi anggukan oleh James..
James pun mengantar dokter itu keluar sedangkan Dave sudah beristirahat mungkin saja dia kelelahan dan juga pasti pusing akibat dari luka itu..
bonus visual Jesica..
nah kan ini lah salah satu conto kalo novel ini kalo ngasih pelajaran tidak dengan cara baik-baik, kenapa harus baik-baik kalo ada cara yang menstrim sang istri dengan cara menghack perusahaan suami, sedangkan suami dengan cara membantu malaikat maut..
tapi gays ini cuma cerita fiksi doang gak ada di kehidupan nyata jadi gak usah terlalu baper sama peran mereka enjoy ajh..
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
Happy reading guys 😉😉