
Hari dimana Daniel tampil sudah datang semua orang tua yang akan menyaksikan penampilan dari anak-anaknya begitu pun dengan Jino dan Raisa yang sudah disana tanpa baby J karena masih kecil untuk di bawa jadi baby J di titipkan ke suster..
Daniel yang melihat kedua orang tua angkatnya langsung berlari menghampiri mereka tapi sayang orang yang dia tunggu belum kelihatan membuat wajahnya seketika menjadi murung..
" mami, papi " teriak Daniel
" heii boy kau sudah siap tampil " tanya Jino sambil memangku Daniel
" hemm semua sudah siap pi gimana aku ganteng kan " tanya Daniel sambil tersenyum lucu
" hemm masih gantengan papi lah " ucap Jino bercanda
" ihh papi " ucap Daniel merajuk
" udah-udah sekarang kamu kembali kesana guru kamu sudah melihat kesini dari tadi " ucap Raisa
" tapi mi ko Daddy belum juga dateng acaranya bakalan segera di mulai " ucap Daniel sedih
" sebentar lagi mungkin tenang Daddy kamu pasti dateng semangat dong masa yang mau tampil mukanya jelek " ucap Raisa
" ya udah Daniel kesana dulu ya " ucap Daniel
" iya boy semangat yah " ucap Jino dan Raisa barengan
Daniel pun berlari ke arah teman-temannya untuk bergabung sedangkan Jino dan Raisa sudah duduk di salah satu kursi penonton..
" Jin Dave mana kok belum dateng " bisik Raisa
" aku juga gak tau padahal tadi aku udah mengirim dia pesan apa jangan-jangan dia lupa ya " ucap Jino
" gimna sih anaknya ada acara malah gak nyempetin dateng ayah macam apa itu " ucap Raisa kesal
" kamu yang tenang jangan marah-marah nanti cantiknya hilang " ucap Jino sambil tersenyum..
" bisa-bisanya lagi situasi kaya gini kamu malah bercanda " ucap Raisa
" lagian kamu marah-marah terus acaranya udah mulai " ucap Jino
mereka pun berhenti berdebat dan fokus ke acara dimana Daniel tampil dengan sangat lucu memperagakan sang keledai dengan kostum yang sangat lucu tapi saat acara sudah mulai sampai sekarang acara akan segera berakhir Dave tidak muncul sama sekali membuat wajah Daniel semakin muram..
acara pun akhirnya selesai semua pemain langsung turun dari panggung dan kembali kebelakang panggung begitu pun dengan Daniel dia sangat lesu ternyata Daddy nya sangat tega kepada dirinya janjinya akan datang tapi kenyataannya malah tidak..
Daniel pun sudah berganti pakaiannya di bantu oleh baby sister nya dan pergi keluar menemui orang tua angkatnya dengan lesu dan wajah yang suram..
" heii boy ko lesu gth semangat dong " ucap Raisa
" mi kenapa Daddy gak dateng apa Daddy gak sayang sama aku " ucap Daniel sedih
" jangan bilang begitu boy mungkin saja Daddy kamu ada keperluan lain jadi kamu jangan sedih " ucap Raisa
" tapi kenapa harus janji kalo kenyataannnya Daddy tidak bisa menempatinya " ucap Daniel
isakan tangisannya pun terdengar membuat Raisa ikut sedih dan memeluk tubuh kecil Daniel dengan posisi berlutut Raisa memberikan ketenangan buat malaikat kecilnya Jesi yang dia rawat dari kecil..
kesedihan Daniel membuat darah yang ada di tubuh Jino mendidih dengan tangan terkepal Jino pun menahan amarahnya dia tidak terima anak yang sudah dia anggap anaknya sendiri menjadi sedih gara-gara ayahnya yang mengabaikannya..
smartphone Raisa tiba-tiba berdering ternyata baby sister yang memanggilnya..
" siapa Sa " tanya Jino
" orang rumah ada apa ya kok perasaanku gak enak gini " ucap Raisa
" angkat ajh cepetan " ucap Jino
Raisa pun langsung menekan tombol warna hijau dan terdengar suar orang yang panik..
" hallo " ucap Raisa
" hallo nona Raisa saya baby sister yang bertugas menjaga tuan muda " ucap baby sister disebrang telepon
" ada apa, apa semuanya baik-baik saja kan " tanya Raisa
" maaf nona tuan muda badannya sangat panas dan sekarang malah kejang-kejang " ucap baby sister panik
ucapan dari sebrang membuat Raisa sangat kaget dan membuat Jino heran ada apa..
" ada apa Sa " tanya Jino
" Jin baby J sakit dan kejang-kejang " ucap Raisa panik
" APA, apa maksudnya " ucap Jino
Jino pun langsung mengambil smartphone Raisa karena melihat kondisi Raisa yang masih syok..
" hallo saya Jino ada apa sama baby J " ucap Jino datar
" maaf tuan, tuan muda sakit dan kejang-kejang saya khawatir karena tuan muda masih sangat kecil saya harus bagaimana " tanya baby sister
" kamu tenang sekarang kamu bawa baby J ke rumah sakit milik Dave bilang ke bodyguard nya untuk membawa kalian kesana saya akan berangkat dari sini karena kalo pulang dulu tidak akan sempat " ucap Jino
" baik tuan " ucap baby sister
panggilan pun langsung di tutup oleh Jino sepihak..
" sekarang kita langsung ke rumah sakit baby J udah dibawa kesana " ucap Jino
mereka pun langsung pergi dengan Jino menggendong Daniel dan tangan yang satunya menggenggam tangan Raisa..
saat di perjalanan tidak ada suara apapun Daniel yang biasanya ceria sekarang anak itu hanya diam dan duduk manis di bangku belakang..
hanya butuh setengah jam untuk sampai di rumah sakit Jino, Raisa dan Daniel pun langsung keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah sakit..
Jino pun langsung menghampiri baby sister itu disana juga ada dua bodyguard yang menjaga..
" gimana keadaannya " tanya Jino
" tuan muda masih di periksa di dalam tuan " ucap baby sister
" papi apa baby J lagi sakit " tanya Daniel
" iya boy kamu duduk disini sama mami papi mau pergi dulu ada urusan " ucap Jino
Jino pun menurunkan Daniel untuk duduk di kursi tunggu bersama Raisa..
" kamu mau kemana " tanya Raisa
" ada urusan sebentar kalo ada apa-apa panggil aku langsung " ucap Jino sambil mengelus rambut Raisa
Jino pun segera pergi dari sana dan berjalan cepat tempat tujuan pertamanya adalah tempat rawat Jesi yang dimana disana pasti ada Dave..
dengan menahan amarah yang sudah memuncak akibat tidak datangnya dirinya ke acara Daniel sekarang ditambahnya dengan sakitnya baby J..
dengan marah Jino langsung mendobrak pintu rawat inap Jesi sampai-sampai Dave sangat kaget dengan wajah dingin Dave pun berdiri dari tempat duduknya dan langsung mencengkram kerah baju Jino dengan marah..
" kau apa-apaan hah " ucap Dave emosi
" kau nanya kenapa sadar tidak kau itu penyebab semuanya " teriak Jino sambil melepaskan cengkraman Dave..
" maksudmu apa hah " ucap Dave dingin
" kalo saja dulu kau tidak mengusik hidup Ana dan juga tidak memiliki Daniel ini semua tidak akan terjadi Ana tidak akan mengalami kejadian seperti ini dan sekarang bukan hanya Ana yang terluka tapi juga kedua anak Ana kau bisa saja egois tentang kondisi Ana tapi kau harus juga memperhatikan keadaan anak-anakmu apa kau tau kalo anak keduamu sakit " ucap Jino
tak tahan lagi Jino pun melayangkan bogem mentah ke wajah Dave membuat Dave sempoyongan dan tak seimbang..
" maksudmu apa Justine sakit dimana dia sekarang " tanya Dave
" masih ingat dengan anakmu kemana saja kau selama ini aku mengerti gimana dengan kondisi Ana sekarang tapi tidak sepatutnya kau menelantarkan anak-anakmu kalo Ana tau dia akan sangat kecewa kepadamu " ucap Jino
ucapan Jino seketika membuat Dave terdiam dia sangat menyesal akan sikapnya saat mereka sama-sama meredakan emosinya tiba-tiba ada suara yang sangat parau yang meminta air ternyata itu adalah Jesi...
" air " ucap Jesi parau
Dave dan Jino yang mendengar itu langsung menghampiri Jesi..
" sayang " ucap Dave
" Ana " ucap Jino
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
Happy reading guys 😉😉