My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Malam Yang Panjang 2



Chapter 32


Kebahagian yang dirasakan Dave dihatinya membuat Jesi seperti ratu karena phenthouse yang selama ini sepi sekarang ramai oleh pelayan lagi apapun keinginan Jesi selalu Dave penuhi walaupun Jesi tak meminta baju-baju dari merek terkenal dan unlimited sepatu sneakers sampai yang berhak lumayan tinggi yang selalu brand nya laris dikalangan konglomerat pun berjejer di lemari yang ada di kamar Jesi bukan hanya itu perhiasan, tas, alat makeup dan yang lain-lain kebutuhan perempuan lengkap selalu Dave datangkan setiap minggu..


dan seperti sekarang Dave mendatangkan mobil sport keluaran terbaru yang di hadiahkan untuk Jesi membuat Jesi geleng-geleng kepala dibuatnya seberapa banyaknya sih uang yang Dave punya mobil-mobil mewah yang berjejer di garasi ajh membuat Jesi melongo akan harganya apalagi mobil yang satu ini yang baru saja datang..


" kenapa kamu selalu membeli barang-barang yang tak pernah aku pakai " ucap Jesi


" semua yang aku beli akan kamu pakai sayang karena semua yang aku berikan semua itu kebutuhanmu dan termasuk mobil itu " ucap Dave sambil menunjuk mobil sport yang baru datang..


" di dalam garasimu banyak mobil yang tak kalah mewah aku bisa bawa itu kan gak perlu beli yang baru " ucap Jesi


" yang di garasi itu mobil semua udah aku pakai aku gak mau kamu memakai barang bekas " ucap Dave


" ya.. ya terserah kamu saja aku gak bakalan menang melawanmu " ucap Jesi karena dia mulai jengah berdebat sama Dave ada ajh alesan buat Dave..


" sayang malam ini aku akan pulang telat " ucap Dave yang menyusul Jesi di meja makan..


" kenapa " ucap Jesi sambil memakan makanannya..


" ada jamuan di salah satu client aku harus menghadirinya " ucap Dave


" Mmm baiklah " ucap Jesi


" jangan merindukanku karena aku tak sanggup melihatmu sengsara " ucap Dave sambil tersenyum..


" kau jangan kebanyakan nonton televisi yang tayangannya bikin anak orang baper terus itu hanya candaan doang " ucap Jesi


" iihh sayang aku gak pernah nonton yang kaya gituan ya " ucap Dave mengelak karena Dave kalo lagi suntuk dia selalu menonton acara stand up yang acaranya selalu bikin orang ketawa receh emang gak cocok sama Dave acara itu tapi Dave menyukai..


" alah mau ngelak aku pernah liat ya kamu nonton itu sambil merekam apa ajh gombalan receh yang selalu mereka keluarkan padahal itu video bisa kamu download " ucap Jesi


" oh ya dimana " ucap Dave antusias


" ya dimana ajh tempat-tempat yang bisa mendownload video di IG pun bisa " ucap Jesi


" ko aku baru tau ya " ucap Dave sambil mengusap usap dagunya..


" kamu hidup di jaman apa sih yang gitu ajh gak tau apa kamu jangan-jangan gak punya media sosial " ucap Jesi sambil menatap Dave karena tak percaya laki-laki yang hampir sempurna itu anti media sosial..


" dulu punya cuma aku non aktifkan soalnya banyak orang yang minta aku promosiin barang-barang mereka yang bayarannya gak sepermpat dari anak cabang perusahaanku " ucap Dave sombong Jesi yang mendengar itu hanya memutar matanya jengah laki-laki yang sekarang duduk di sampingnya itu sudah mulai mode sombongnya..


" emang berapa pengikutmu " tanya Jesi


" dulu sih baru lima M " ucap Dave santai Jesi yang mendengar itu hanya terdiam memberhentikan sejenak makanannya lalu melanjutkan kembali..


" terus akunmu di kemanakan kalo kau tak pernah membukannya lagi " ucap Jesi


" ada James yang menghendel semuanya dari Twitter, wechat, telegram, sampai yang terakhir instragram " ucap Dave


" banyak banget bukannya di negara kita jarang yang menggunakan wechat sama telegram ya " ucap Jesi


" aku wechat buat berteman dengan client yang berada di China karena mayoritas disana selalu menggunakan whechat daripada whatsapp seperti di negara kita sedangkan telegram aku guankan untuk mengirim email ke client yang ada di luar negri " ucap Dave Jesi yang mendengar itu hanya manggut-manggut..


" hari ini mau kemana " tanya Dave


" gak kemana mana sekaramg aku pengangguran " ucap Jesi lesu


" kau tak ingin melanjutkan kuliahmu " tanya Dave


" mau sih tapi tak sekarang-sekarang " ucap Jesi


karena bukan alesan yang tidak-tidak tapi Jesi sedang menunggu jawaban dari Harvard university..


" ya sudah aku mau berangkat dulu kamu baik-baik dirumah " ucap Dave


" iya kamu juga hati-hati di jalan " ucap Jesi


Dave pun berangkat keperusahaannya dan Jesi kembali ke dalam dia pun mulai memgerjakan pekerjaannya yang waktu lalu Raisa beri tahu emang sedikit beresiko karena bermain-main dengan perusahaan yang bernaung di bidang IT bukan Jesi namanya kalo dirinya tak membuat scandal yang membuat orang tercengang barisan huruf dikomputernya yang semakin diklik semakin banyak membuat orang yang melihat hanya bikin sakit kepala karena tidak paham..


dering smartphone nya berbunyi mau tidak mau Jesi harus mengangkatnya..


" hallo " ucap Jesi


" hallo gimana " tanya Raisa disebrang


" aman ini aku lagi mengerjakannya " ucap Jesi


" baguslah soalnya mereka sudah mentransfer uang yang cukup banyak ke rekening kita " ucap Raisa


" oke sebentar lagi beres kamu lagi dimana " tanya Jesi


" aku hari ini ada panggilan di salah satu rumah sakit " ucap Raisa


" baiklah semoga berhasil " ucap Jesi


" thanks my best friends " ucap Raisa


panggilanpun berakhir Jesi pun melanjutkan pekerjaannya tak terasa waktu berjalan begitu cepat hari sudah mulai malam Jesi pun meregangkan badannya yang terasa kaku..


dilain tempat..


Dave yang sedang menikmati penjamuan di salah satu clientnya begitu sibuk berbicara tentang bisnis yang sedang dia kerjakan sampai ada salah satu pelayan mengantar minuman tanpa rasa curiga Dave mengambil minuman itu dan meminumnya dan detik itu pula kepala Dave langsung pusing dan badannya terasa panas..


" brengsek ada yang mencampurkan obat perangsang di minumanku " gumam Dave sambil menahan gairah di tubuhnya..


James yang melihat tuannya yang sedang menahan kesakitan buru-buru mengahampiri dan bertanya..


" tuan apa anda baik-baik saja " tanya James


" tolong bawa aku pulang cepat " ucap Dave suaranya sudah mulai memberat..


" baik tuan " ucap James


James pun membawa Dave buru-buru ke arah mobilnya banyak yang melihat Dave yang berjalan sambil di bopong oleh James setelah berada di dalam mobil James pun langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena dia melihat tuannya sudah tidak sadarkan diri pengaruh obat itu sangat kuat karena dosisnya terlalu tinggi


cuma butuh beberapa menit mobil yang di kendarai James pun sampai di phenthouse milik Dave James pun keluar dari dalam mobil lalu membukakan pintu penumpang untuk membantu Dave bodyguard yang melihat tuannya yang tak sadarkan diri segera membantu Dave masuk kedalam saat mereka sampai diruang keluarga Jesi yang berada di sana sangat terkejut melihat penampilan Dave yang sudah berantakan..


" ada apa ini dan kenapa Dave " tanya Jesi


" tuan sedang pengaruh obat sekarang kami harus segera membawanya ke kamar " ucap James


" baiklah " ucap Jesi


Jesi dan James pun membawa Dave ke kamar dengan bantuan para bodyguard yang sudah membopong Dave setelah merebahkan tubuh Dave di ranjang James pun berpamitan ingin menghubungi dokter agar segera kemari begitupun juga para bodyguard yang kembali ke tugas awal mereka..


setelah mereka pergi Jesi merapikan pakaian Dave dari mulai membuka sepatu, dasi, jas dan sebagian kancing kemeja Dave agar Dave bisa leluasa bernafas tapi aksinya di cegat oleh Dave tangan Jesi yang sudah di genggam lalu ditarik sampai jatuh di pelukan Dave Jesi yang berusaha berontak tapi tidak bisa karena pelukan Dave semakin erat..


" sayang tolong bantu aku " ucap Dave serak


" apa yang bisa aku bantu bisa tidak kau lepaskan pelukanmu dulu aku tidak bisa bernafas " ucap Jesi tepat di telinga Dave


bisikan Jesi seperti obat yang menambah perangsangan yang sudah ada di tubuh Dave semakin membuncah membuat Dave langsung menyerang Jesi dari lumatan lembut sampai lumatan penuh gairah membuat Jesi susah mengimbanginya..


kejadian dua bulan yang lalu dan malam ini terulang kembali suasana penuh gairah malam yang terasa dingin mereka hangatkan di atas ranjang mereka mengulanginya dengan beberapa kali membuat mereka menguras habis tenaga dan terlelap saling berpelukan..


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


happy reading guys 😉😉


chapter kali ini author merasa gerah gak tau kenapa 😁🙊🙊