
Dengan kecepatan tinggi Dave membawa laju mobilnya ke arah rumah sakit terdekat dengan tangan yang satu sambil menggenggam tangan Jesi yang sudah mulai mendingin yang satunya lagi dia letakkan di setir dengan rasa khawatir yang mendalam apalagi darah yang tidak henti-hentinya keluar dari luka tembak dan bagian bawah tubuh Jesi membuat Dave tak bisa berfikir jernih yang ada di fikirannya sekarang adalah nyawa istri dan anaknya..
" sayang bertahan sebentar lagi kita sampai di rumah sakit " ucap Dave lirih
dengan perasaan yang tidak menentu saat mobil yang dia kendarai sudah sampai di depan rumah sakit tanpa aba-aba Dave langsung memarkirkan mobilnya sembarangan dia tidak peduli lagi tentang aturan yang penting sekarang adalah kondisi istri dan anaknya..
sambil menggendong Jesi Dave berlari dan berteriak di dalam rumah sakit itu sehingga membuat se isi rumah sakit heboh dan terkejut melihat penampilan Dave yang berlumur darah dan pastinya syok melihat seorang wanita hamil yang tak kalah mengenaskan keadaannya..
" dokter tolong istri saya " teriak Dave
seorang dokter yang kebetulan ada disana sigap membantu Dave untuk menidurkan Jesi di brankar dan mendorongnya ke arah ruang UGD..
" maaf pak anda tidak bisa masuk silahkan tunggu disini " ucap suster
dengan rasa tak rela Dave pun mengalah dan diam di luar ruang UGD dan saat dirinya bersandar di dinding bahunya di tepuk oleh seseorang saat dirinya melihat ternyata adalah James..
" tuan maaf saya tidak bisa membantu anda " ucap James
" kau sudah melakukan yang terbaik James dengan membawa Jo kerumah sakit " ucap Dave
" sekali lagi maafkan saya " ucap James
" sudahlah gimana keadaan Jo " tanya Dave
" Jo sedang di operasi tuan kata dokter Jo mengalami patah tulang bagian belakang dan tangan dan kakinya juga patah dan yang lebih parah lagi Jo mengalami gegar otak akibat pukulan benda tajam " ucap James
Dave yang mendengar itu hanya menghela nafas panjang akibat insiden ini orang-orang yang dekat dengan dirinya menjadi terluka sebenarnya Jo dan James adalah sahabat pertama dan sekaligus kaki kanan Dave..
tak kunjung lama Jino dan Raisa pun sampai di rumah sakit saat mendengar insiden itu Raisa sempat pingsan dan Daniel menangis tak henti-hentinya sampai dia tertidur..
" gimana kedaan Jesi Dave " tanya Jino
" dia masih di dalam " ucap Dave
" kenapa ini bisa terjadi ini alasan aku dulu tidak mengijinkan Jesi memiliki hubungan denganmu Jino tapi sekarang dia malah mendapat celaka dari hubungannya dengan Dave " ucap Raisa emosi
" Sa kamu tenang dong jangan bikin orang tambah khawatir apalagi dalam kondisi kaya gini kamu malah bahas masa lalu " ucap Jino
" dulu juga Jesi kecelakaan akibat berhubungan denganmu brengsek " teriak Raisa kepada Jino
" ya ampun Sa kamu tuh ya kebangetan banget kalo udah nyinyir " ucap Jino
" berisik " ucap Dave dingin
mereka pun akhirnya diam tidak ada suara lagi sampai dokter yang menangani Jesi keluar..
" gimana keadaan istri dan anak saya dok " ucap Dave
" begini tuan kami pertama harus mengoperasi dulu bayi yang ada di kandungan istri anda sebelum kami mengoperasi luka yang ada di punggung istri anda " ucap dokter
" lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya dok soal biaya tidak usah khawatir " ucap Dave
" baik tuan tapi di dalam operasi ini kemungkinan resiko akan terjadi, jadi kami harap anda mau mendatatangani surat persetujuan ini dan kalo bisa dari pihak keluarga menyediakan kantong darah bergolongan AB negative karena pasien sekarang lagi kritis dan membutuhkan banyak darah sedangkan di rumah sakit kami golongan AB negative hanya memiliki tiga kantong saja karena darah AB negative sangat langka " ucap dokter
" baik dok " ucap Dave
dengan segera Dave pun mendatatangani surat persetujuan itu dan memerintahkan James untuk mencari golongan darah yang sesuai dengan apa yang dokter katakan..
" tidak usah aku tidak ingin meninggalkan istriku sendirian " ucap Dave dingin
" jangan ngeyel jadi orang kau mau jadi tontonan semua orang yang ada di rumah sakit ini " ucap Jino
dengan cueknya Dave pun tak menghiraukan ucapan Jino yang terpenting adalah istri dan anaknya tak butuh lama suara tangisan bayi pun terdengar ada rasa lega di dalam hati Dave tapi masih ada juga rasa khawatir karena belum juga tau keadaan sang istri..
seorang suster pun keluar dari ruang operasi dengan menggendong bayi kecil yang sangat tampan..
" selamat tuan bayi anda laki-laki " ucap suster
" lalu bagaimana keadaan istri saya " ucap Dave
" tadi istri anda sempat kehilangan kesadaraan selama lima menit dan sekarang dokter lagi berusaha menyelamatkan nyawa istri anda " ucap suster
ucapan suster sontak membuat Dave lemas bukan hanya Dave tapi juga kedua sahabat Jesi, yaitu Raisa dan Jino dengan air mata yang keluar di sudut matanya Dave berjalan dan mengelus pipi mulus sang anak..
Dave bersyukur karena dia di anugerahi satu pangeran lagi tapi dengan rasa sakit di dalam hatinya yang dimana sang istri masih berjuang di dalam sana..
" permisi tuan saya harus membersihkan dulu bayinya " ucap suster yang ditanggapi anggukan oleh Dave..
dengan sabar Dave, Jino, Raisa dan James menunggu di depan ruang operasi dan tak lama ruang operasi itu terbuka satu berangkar keluar dari dalam sana ternyata itu adalah Jo dengan banyaknya peralatan yang menempel di badan Jo membuat rasa bersalah itu semakin menggerogoti hati Dave..
" kuatlah biar kita bisa berkumpul kembali " gumam Dave sambil menggenggam tangan Jo..
" berjuanglah kawan semua sudah berlalu dan agar kita akan segera berkumpul kembali " ucap James
" maaf tuan apa pengurusan untuk kamar pasien sudah di lakukan " tanya dokter
" iya saya sudah mengurus semuanya " ucap James
mereka pun membawa brankar yang berisi kan Jo untuk di bawa keruang rawatnya dengan di temani James..
dan sekarang tinggal Dave, Raisa, dan Jino yang ada disana dan tak lama juga dokter yang menangani Jesi pun keluar dengan wajah yang sangat lelah..
" gimana keadaan istri saya " tanya Dave
dengan rasa lelah nya dokter itu hanya memggelengkan kepalanya dan berucap..
" pengangkatan pelurunya sudah berhasil tapi maaf tuan kami.. " ucap dokter sambil menundukan kepalanya
satu kalimat yang keluar dari mulut dokter itu membuat dunia Dave runtuh seketika dengan emosinya Dave mengamuk di rumah sakit itu dan menghajar dokter itu..
sedangkan kedua sahabat Jesi sangat syok mendengar semua itu Raisa yang mendengar itu pun kehilangan kesadarannya untung saja ada Jino yang sigap menahan tubuh Raisa sehingga tidak jatuh kelantai sedangkan Dave dia tidak bisa di kendalikan sehingga James yang baru saja sampai disana langsung membantu dokter itu agar bisa lepas dari amukan tuannya...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa tambahin juga ke favorite 😉😉
Happy reading guys 😉😉
haii guys disini aku mau bilang kalo ini adalah extra chapter sebenarnya novel ini sudah tamat sampai Jesi dan Dave nikah dan ini hanya extra chapter yang dimana ini di luar skrip yang sudah di buat oleh author jadi yang nanya kapan di up terus ada juga yang bilang males ah kelamaan update nya jadi males bacanya..
di sini author mau minta maaf sama kalian kalo extra chapter kelamaan tapi author usahain satu minggu sekali ya dan extra chapter ini akan author off sampai extra chapter ke 10 makasih yang masih setia selamat membaca..😊🙏🙏
dan yang mau promosi novel author saranin kalian promosinya di kolom komentar ajh jangan di gc 🙏🙏