My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Finally



Chapter 58


Setelah urusannya di rumah sakit wuhan Jesi sekarang sudah sampai di Beijing dia langsung menuju rumah sakit tempat dirinya bekerja dirinya akan meminta cuti sekaligus memeriksa pekerjaannya..


" siang dokter Jesi apa kabar sudah lama kita gak bersua " ucap dokter Steve


" baik dok gimana sebaliknya " ucap Jesi matanya tidak terlepas masih melihat lihat berkas-berkas yang dia akan siapkan untuk operasi yang akan dia jalankan di Indonesia..


" saya juga baik apa anda akan pergi lagi " tanya dokter Steve karena sedari tadi dia memperhatikan dokter cantik itu..


" iya lusa jadwal saya untuk operasi di Indonesia " ucap Jesi


" oh anak pengusaha itu ya " ucap dokter Steve


" iya " ucap Jesi singkat


percakapan mereka terhenti saat salah satu suster yang selama ini selalu mendampingi setiap operasi yang Jesi lakukan..


" dokter Jesi kapan anda datang " tanya suster Liliana


" baru kok sus " ucap Jesi


" apa anda baik-baik saja disana sedang terkena musibahkan " ucap suster Liliana


" iya baik memang disana lagi dalam zona bahaya tapi tenang saja disana sudah sedikit tenang " ucap Jesi


" syukurlah kalo begitu " ucap suster Liliana yang di tanggapi senyuman oleh Jesi


Jesi fokus lagi terhadap berkas-berkas nya sampai waktu dia harus berangkat ke bandara..


perlengkapan semuanya sudah dia persiapkan tinggal berangkat waktu yang ditempuh dari rumah sakit menuju bandara tidak lah menguras waktu penerbangan yang dilakukan Jesi mungkin akan sampai di bandara international soekarno akan tiba malam hari..


suara dering smartphone nya membuat Jesi mengalihkan sementara dari berkas yang sedang dia baca ternyata yang menghubungi dirinya adalah sahabatnya yaitu Raisa..


" hallo " ucap Jesi


" hallo Jes apa kau sudah take off " ucap Raisa


" belum kenapa " ucap Jesi


" tidak ada apa-apa aku hanya bertanya apa mau aku jemput nanti " tanya Raisa


" tidak usah aku pakai jasa taksi saja kau istirahat saja " ucap Jesi


" apa kau tak di jemput oleh Dave apa dia tidak tau kalo kamu hari ini akan pulang " ucap Raisa


" oh itu aku tidak memberitahu Dave kalo hari ini aku pulang dan menurutku gak usah " ucap Jesi


" loh kenapa " tanya Raisa heran


" tak perlu di kasih tau dia akan tau sendiri dari anak buahnya " ucap Jesi


" emang the best calon kamu tuh " ucap Raisa meledek karena dia tau kalo Jesi tidak suka di istimewakan..


" sialan ya sudah aku tutup panggilan penerbanganku sudah di beritahu " ucap Jesi


" baiklah hati-hati semoga sampai dengan selamat " ucap Raisa


" baiklah " ucap Jesi


panggilan pun berakhir Jesi pun berjalan sambil menggeret kopernya dengan penampilan sederhana dokter muda itu terlihat sangat manis walaupun wajahnya terlihat dingin dan jutek..


penerbangan yang cukup lumayan lama membuat dirinya sangat lelah Jesi pun tertidur selama perjalanan pekerjaan yang sangat banyak ditambah dia harus membagi waktu antara bekerja dan keluarga kecilnya..


pesawat yang ditumpangi Jesi diley sehingga semua penumpang harus menunggu cukup lama kecemasan menghampiri semua penumpangan..


para penumpang terpaksa berdiam cukup lama di bandara karena cuaca hari ini sangat buruk..


" apa akan lama " tanya Jesi kesalah satu tempat information


" maaf atas ketidak nyamanannya semoga badainya akan cepat berlalu sehingga perjalanan akan segera berlangsung kembali " ucap salah satu staff bandara..


Jesi hanya menanggapi ucapan staff itu dengan anggukan kepala dia pun menghidupkan kembali smartphone nya yang sedari tadi mati banyak miscall dan pesan yang masuk dan tak lain dari Dave..


" banyak sekali panggilannya " gumam Jesi


saat dirinya ingin menghubungi kembali suara dari pengeras suara yang memberitahukan kalo pesawatnya akan siap take off kembali terpaksa Jesi mematikan kembali smartphone nya..


perjalanan menuju Indonesia pun kembali di tempuh perjalanan yang cukup lama dimana dia seharusnya tiba pukul tujuh malam karena ada insiden Jesi sampai di bandara pukul sembilan malam rasa lelah terbayarkan dengan kelegaan yang dirinya rasakan kaki yang hampir lima tahun tidak dia injakkan di tanah air untuk pertama kalinya dia merasakan kebahagian..


kebahagiaan yang dirasakan Jesi hilang sudah saat dirinya mendapat tatapan yang sangat tajam dari seseorang yang tak lain adalah Dave..


" Da.. Dave kenapa kau disini " tanya Jesi gugup


" kenapa hemm berharap tidak bertemu denganku " ucap Dave


" bukan begitu tapi " ucap Jesi


" ehh Dave turunin malu di lihat orang " teriak Jesi


" diam lah " ucap Dave sambil memukul bokong Jesi membuat Jesi berteriak karena kaget..


" ish jangan pukul bokong ku " teriak Jesi sambil memukul punggung Dave..


keadaan seperti ini percuma dia memberontak karena Dave tidak akan menggubris teriakan Jesi..


Jesi pun di turunkan dekat mobil Dave dan Dave sigap membukakan pintu mobilnya agar Jesi masuk ke dalam..


" kau tau darimana aku pulang hari ini " tanya Jesi saat mereka sedang dalam perjalanan..


" mataku ada dimana-mana " ucap Dave


" dasar " ucap Jesi


" kenapa kau selalu mengabaikan panggilanku dan sekarang kau pulang pun tak memberitahu " ucap Dave


" aku gak sempat buka smartphone tadi pesawat yang aku tumpangi mendapat diley " ucap Jesi


" alibimu sangat banyak sayang " ucap Dave sambil mencium puncak kepala Jesi


" Dave ini bukan arah ke apartment ku ataupun arah phenthouse mu kita mau kemana Dave kamu jangan main-main ya " ucap Jesi


" aku akan mengajakmu kesuatu tempat dulu " ucap Dave


" kemana " tanya Jesi penasaran


" so surprise Finally buat kita sayang " ucap Dave sambil tersenyum


" Finally dasar orang aneh " gumam Jesi


tidak ada percakapan lagi diantara mereka sampai saat mereka sampai di gedung pencakar langit kebingungan Jesi pun bertambah saat dirinya masuk kedalam gedung tersebut dimana gedung itu sudah dihias dengan begitu indahnya membuat mata Jesi tak luput dari pandangan..


" gimana kau suka " tanya Dave


" Dave ini ada apa kok gedungnya dihias apa ada pernikahan " ucap Jesi


" hemm ada sebentar lagi " ucap Dave


" siapa " tanya Jesi penasaran


" kau pun akan tau kau ganti baju saja dulu dandan yang cantik nanti akan ada seseorang yang akan menjemputmu menemuiku " ucap Dave


" tapi Dave " ucap Jesi ragu


" gak ada tapi tapian sekarang bergegaslah waktunya gak lama lagi " ucap Dave


Jesi pun mengiyakan keinginan Dave dirinya pergi dengan salah satu orang kepercayaan Dave dan di ikuti oleh beberapa bodyguard..


Jesi pun sampai di satu ruangan dimana disana banyak sekali peralatan makeup dan juga ada satu gaun yang sangat indah apa mungkin gaun itu miliknya tapi kenapa gaun itu mirip sekali dengan gaun pernikahan..


selesai mendandani Jesi orang itu pun bergegas keluar memberitahu kalo calon pengantin perempuannya sudah siap dan belum juga keterkejutan yang Jesi rasakan sekarang ditambah dengan datangnya Jino..


" kau sudah siap " ucap Jino membuyarkan lamunan Jesi


" Jin ini ada apa sih kok kamu pakaiannya rapi gth tumben " tanya Jesi


" nanti juga kau akan tau ayo ikut aku tidak ada lagi waktu " ucap Jino


Jesi pun berpegangan saat berjalan karena gaun yang dia kenakan sangatlah berat ditambah mahkota yang ada dikepalanya..


saat pintu ruangan terbuka barulah Jesi mengerti akan semuanya ternyata Dave sudah mempersiapkan semuanya disana pun sudah ada Dave yang sudah berdiri diatas altar menunggu dirinya..


" Jin apakah semua ini mimpi " tanya Jesi


" tidak ini nyata dan ini lah kebahagianmu selamat menempuh hidup baru sahabatku dan juga cinta pertamaku " ucap Jino sambil tersenyum membuat Jesi terharu..


skipp.....


pemberkatan pun sudah selesai dimana sekarang pasangan pengantin itu sedang menikmati pesta pernikahan mereka..


mereka yakin kalo penantian yang selama ini mereka jalani membuahkan hasil yang sangat indah..


end..


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


Happy reading guys 😉😉


guys jangan di hapus dulu ya dari favorite kalian akan ada bonchap nantinya so pantengin terus ya author ucapin terima kasih sudah mau baca novel author yang ini baca juga novel author yang lain juga ya terima kasih..


saranghae cinggu.. 😊😊