
Chapter 47
Dave yang sedang pokus mengurus berkas-berkas yang ada dimeja kerjanya tapi perhatiannya teralihkan dengan suara ketukan dari luar Dave pun mempersilahkan seseorang itu untuk masuk seseorang itu tak lain adalah James asisten pribadinya..
" tuan maaf saya ganggu " ucap James
" ada apa " ucap Dave dingin
" anda harus segera pergi ke China perusahaan disana sedang mengalami koleps " ucap James
" kenapa bisa " ucap Dave dingin dan datar
" ada kecurangan yang diakibatkan oleh salah satu investor di sana " ucap James
" berengsek berani-beraninya mereka berurusan denganku " ucap Dave emosi
" anda harus segera berangkat tuan saya sudah menyiapkan semuanya anda tinggal pergi saja " ucap James
" baiklah setengah jam lagi kita berangkat " ucap Dave
" baik tuan saya permisi " ucap Dave dia pun membungkuk kan badanya lalu keluar dari ruangan Dave..
Dave pun kembali fokus ke pekerjaannya lagi tapi Dave merasa ada yang kurang lalu Dave pun menghubungi James lewat panggilan..
" James beritahu pendiri buat meating sekerang saya minta sepuluh menit semua orang sudah berkumpul di ruang meating " ucap Dave
" baik tuan " ucap James
James pun memberitahukan kepada pendiri direksi untuk berkumpul di ruang meating James memberikan waktu sepuluh menit kalo tidak siap-siap mereka mendapat hukuman..
setelah sepuluh menit James pun mengetuk pintu ruangan Dave dia tidak masuk hanya berbicara di luar ruangan Dave kalo semua sudah siap..
Dave pun dengan wajah dingin dan datarnya dia pun berjalan keluar ruangannya dengan tangan yang sudah masuk kedalam saku celananya terlihat tampan dan karismatik..
James pun membuka kan pintu ruang meating orang sudah berkumpul Dave pun berjalan masuk ke dalam ruangan dan orang-orang disana membungkuk kan badan memberi salam..
" langsung saja saya mengumpulkan kalian ingin memberitahukan sesuatu mulai hari ini saya akan pergi ke luar negri selama tiga hari dan pekerjaan yang disini akan saya alihkan ke Roy dia yang akan bertanggung jawab sementara saya pergi saya harap kalian tidak berleha-leha dalam bekerja kalo saya mendapat kabar kalo kalian tidak becus dalam bekerja siap-siap kalian akan saya pecat dengan tidak terhormat bukan itu saja saya jamin kalian tidak akan bisa di terima di perusahaan manapun saat kalian keluar dari perusahaan saya kalian mengerti " ucap Dave dingin dan datar
" mengerti tuan " ucap mereka barengan
Dave pun langsung keluar setelah memberitahukan semuanya lalu berjalan ke arah lift setelah lift terbuka Dave dan James pun masuk ke dalam lift dan James menekan tombol paling bawah..
" apa kau sudah memberitahukan apa saja yang harus Roy lakukan " ucap Dave
" sudah tuan dan Roy pun sedang dalam perjalanan " ucap James
tidak ada pembahasan lagi antara Dave dan James tak lama pintu lift pun terbuka Dave pun keluar dari sana disusul oleh James..
mobil sudah terparkir di depan loby kantor telah siap untuk mengantar sang majikan dan para karyawan saat melihat Dave hanya memberi salam walaupun Dave tak pernah menaggapi sama sekali..
Dave pun masuk ke dalam mobil penumpang sedangkan James duduk di sebelah supir mobil Dave pun melaju membelah jalanan ibu kota menuju bandara international..
hanya setengah jam yang dia tempuh Dave pun sudah sampai di bandara dia pun keluar dari dalam mobil setelah pintu mobil di buka kan oleh James..
" mari tuan kita sudah harus cek in sebentar lagi pesawatnya akan segera leading " ucap James
" kenapa kau tak memakai pesawat pribadiku saja bukannya pilot Erwin sudah kembali dari bertugasnya " ucap Dave datar
" memang tuan tapi pilot Erwin sekarang ada urusan keluarga dulu dia meminta maaf karena tak bisa mengantarkan anda " ucap James
" ya sudahlah " ucap Dave singkat lalu berjalan mendahului James
tak berapa lama mereka pun sudah berangkat meninggalkan Indonesia menuju China..
ditempat lain...
seorang balita merengek meminta mainan ke Mommy nya ada ajh tingkah laku nya sampai-sampai dia berguling guling di lantai agar permohonannya dikabulkan oleh Mommy nya..
" Mom ayolah Niel ingin sekali mainan itu Tao ajh sudah punya Mom " rengek Daniel Tao adalah teman Daniel disekolah..
" sayang mainanmu sudah banyak bukannya dari dulu kamu paling suka dengan Minion kenapa sekarang pengen mainan yang lain " ucap Jesi
" Mom sekali saja ya ya Niel mohon " ucap Daniel sambil memperlihatkan puppy eyes nya benar-benar sangat menggemaskan..
" sebentar ya Mommy bekerja dulu " ucap Jesi
" Mommy kan kerja nya dirumah sakit bukan di depan laptop " ucap Daniel polos
" iya sayang ini kerjaan Mommy yang baru nanti kalo uang nya dah masuk bisa beli mainan yang Niel mau " ucap Jesi jari tangannya tetap di atas keyboard..
" bener ya Mom awas ajh kalo Mommy bohongin Daniel " ucap Daniel mengancam ala-ala anak kecil
" iya anak Mommy yang tampan " ucap Jesi gemas
Daniel yang merasa bosen karena menunggu Jesi tak kunjung selesai Daniel sudah berguling guling dilantai sudah loncat-loncat diatas kasur sudah memain games di handphone milik ibunya jangan ditanya soal mulutnya karena sedari tadi mulut Daniel tidak berhentinya mengoceh membuat Jesi terkekeh geli mendengar celotehan anaknya itu..
" selesai " ucap Jesi
" yeyy ayo Mom kita berangkat " ucap Daniel senang
" kamu ini ya gak sabaran banget " ucap Jesi
Daniel hanya tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya yang rapi membuat Jesi semakin gemas melihat tingkah anaknya itu..
mereka pun sekarang sudah ada di dalam mobil menuju ke arah pusat perbelanjaan lumayan dekat dari rumah mereka hanya menempuh dua puluh menit saja mereka sudah sampai disana..
Jesi pun memarkirkan mobilnya ditempat parkir khusus disana lalu keluar dari dalam mobil dan berlari ke arah samping dan membuka kan pintu penumpang agar pangeran kecilnya bisa keluar..
dengan wajah yang berbinar Daniel pun menuntun sang Mommy agar cepat berjalan masuk ke dalam pusat perbelanjaan itu dan langsung ke tempat penjualan mainan..
" sayang apa kau masih ingat mainan seperti bagaimana yang temen kamu beli " tanya Jesi
" masih Mom " ucap Daniel
mereka pun berjalan menuju lantai dua disana banyak sekali toko mainan yang memperjual belikan produk dari dalam maupun luar negri..
setelah sampai mereka pun masuk ke dalam toko mainan yang cukup besar dan mata Daniel langsung berbinar melihat mainan-mainan yang sangat banyak tapi matanya masih pokus melihat lihat mencari yang dia mau dan setelah mencari mata Daniel langsung menangkap yang selalu dia cari setelah itu dia pun berlari menuju tempat dimana mainan itu di letak kan..
" Mommy aku mau yang ini yang warna merah Mom " teriak Daniel sambil menunjuk ke arah mainan yang dia mau
" baiklah son " ucap Jesi
Jesi pun berjalan menghampiri Daniel dan langsung meminta ke salah satu pegawai untuk membungkus mainan tersebut tidak hanya mainan itu saja mata Daniel sangat jeli dia meminta Jesi membelikan mainan Minion juga karena sudah ada versi terbarunya dan satu lagi dia meminta dibelikan pedang yang bisa menyala tak tanggung-tanggung Daniel ingin yang besar membuat Jesi harus menghela nafas panjang anaknya ada-ada saja permintaannya..
saat Jesi sedang membayar Daniel sudah berlari keluar toko matanya masih pokus dengan mainannya tanpa dia sadari kalo ada seseorang yang menubruk badan kecilnya sampai terjatuh..
" aduh uncle kalo jalan liat-liat dong kan Niel jadi jatuh sakit tau untung ajh mainan Niel gak rusak " ucap Daniel merengek dengan ciri khas anak kecil dengan berbahasa inggris
" maaf uncle gak sengaja apa kau tak terluka " ucap seseorang itu
" tak apa-apa uncle lain kali jangan begitu Niel sakit " ucap Daniel polos
" ya sudah kamu bisa berdiri kan sini uncle bantu sekali lagi uncle minta maaf uncle pergi dulu ya semoga lain kali kita bisa bertemu kembali see you little Prince " ucap seseorang itu sambil mengacak rambut Daniel lalu berjalan menjauhi Daniel dan di ikuti dengan satu orang di belakangnya..
" sayang yuk kita sudah selesai " ucap Jesi lantang sehingga membuat orang yang tadi menabrak Daniel memutar badannya melihat ke belakang suara itu dia sangat merindukan suara orang yang sangat dia cintai tapi sayangnya pas dia menengok ke belakang seseorang itu sudah tidak ada..
Ya yang menabrak Daniel adalah Dave sang Daddy karena setelah sampai Dave ingin mengecek dulu produk yang sudah ia luncurkan tanpa sepengetahuan Dave dia bertemu anak yang selalu dia dambakan tapi takdir berkata lain mereka belum saling kenal dan Daniel dia sudah lupa dengan wajah Daddy nya karena Dave yang dulu dan Dave yang sekarang sangatlah berbeda tapi kadar ketampanannya masih sama kalo saja Dave membuka kaca matanya mungkin Daniel akan mengenalinya..
bonus visual little Prince nya Dave dan Jesi
gimana gemoy kan 😁😁
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
happy reading guys 😉😉