My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Alergi



Chapter 23


Setelah pertandingan usai Jesi pun langsung pulang dan kembali ke phenhoust nya Dave sakit kepala akibat anemia dan stres dan gugup yang berbarengan membuat asam lambungnya naik..


Jesi pun sampai di phenhoust nya Dave dan disana dia di sambut oleh para pelayan..


" Malam nona apa anda butuh sesuatu " tanya kepala pelayan saat Jesi sudah berada di dalam phenhoust..


" boleh aku minta beberapa buah-buahan dan segelas air putih tolong antar ke kamar " ucap Jesi


" baik nona kami akan segera melaksanakan nya " ucap kepala pelayan sambil membungkuk yang ditanggapi anggukan kecil oleh Jesi..


Jesi pun berjalan lagi menuju kamarnya untuk istirahat kepalanya semakin sakit sampai-sampai darah segar keluar dari hidungnya..


" dan lagi " gumam Jesi sambil membersihkan hidungnya dengan tisu..


suara ketukan pintu memberhentikan pergerakannya Jesi pun berjalan dan membukakan pintu di lihat pelayan yang membawa pesanan yang Jesi minta..


" makasih " ucap Jesi datar


" sama-sama non apa non perlu yang lain kelihatannya non Jesi sedang sakit " ucap pelayan


" tidak apa-apa saya hanya kurang tidur saja jangan ganggu saya soalnya mau istirahat " ucap Jesi


" baiklah nona saya permisi " ucap pelayan yang ditanggapi anggukan sama Jesi


Jesi pun menutup kembali pintu kamarnya setelah pelayan di phenhoust Dave pergi asam lambung semakin parah membuat Jesi berlari ke kamar mandi dia ingin memuntahkan isi perutnya..


setelah memuntahkan isi perutnya yang hanya cairan saja karena Jesi tidak sempat untuk makan tadi siang karena kompetisi yang membuat dia tidak berselera..


Jesi pun mengambil air dan meminumnya dan dia melirik ke arah buah-buahan yang di bawa pelayan dia ragu untuk memakan buah yang sudah di kupas takut ada buah yang tidak boleh dia makan jangankan dimakan nyicip ajh dia dilarang keras oleh dokter tapi Jesi merasa mulutnya merasa pahit kayanya segar makan buah-buahan tanpa basa-basi Jesi pun memakan buah-buahan itu merasa aman Jesi pun meneruskan makannya..


tapi tiba-tiba dia merasa gatal-gatal dan terlihat bercak merah semakin kesini semakin banyak dan dadanya terasa sesak Jesi mengambil buah yang baru saja dia makan sedikit dan mencium terhirup aroma yang sangat dia paham aroma dari buah yang tidak boleh dia makan yaitu buah melon..


Jesi merasa asupan oksigen nya semakin menipis sambil berusaha menahan sakitnya Jesi mencari smartphone nya sebelum dia memindal no telepon yang dia mau hubungi kesadarannya sudah tidak bisa di pertahankan lagi dia ambruk di pinggir ranjangnya dengan ruam yang semakin parah dan mukanya yang sedikit membengkak..


Dave pun berjalan menuju kamarnya dan dia sangat merindukan gadisnya sudah beberapa hari ini jarang bertemu dia pun memutuskan untuk ke kamar Jesi dulu untuk memastikan kalo gadisnya baik-baik saja Dave pun mengetuk pintu kamar Jesi tapi tidak ada jawaban apa jangan-jangan dia sedang tidur Dave pun memutar kenop pintu kamar Jesi ternyata tidak dikunci Dave pun berjalan sampai di depan tempat tidur Jesi tapi tidak melihat Jesi tidur disana..


" Jes.. Jesi " panggil Dave


Dave pun berjalan ke arah samping dia terkejut melihat Jesi yang sudah tergeletak di lantai dengan wajah yang membengkak dan ruam merah yang di seluruh tubuhnya Dave yang melihat itu sangat panik dan dia berteriak memanggil nama Jesi tapi Jesi tak kunjung sadarkan diri akhirnya Dave pun mengangkat tubuh Jesi ala bridal style dan berteriak membuat penghuni phenhoust kaget..


" James.. James " teriak Dave


James yang merasa namanya di panggil langsung berlari menghampiri tuannya..


" iya tuan " ucap James sambil mengatur nafasnya


" siapkan mobil kita kerumah sakit sekarang cepat " teriak Dave


para pelayan menjadi khawatir ada apa tadi nonanya baik-baik saja tapi sekarang dia sepeti mayat hidup dengan bibir yang membiru pucat wajah yang membengkak dan ruam yang semakin parah..


Dave pun berlari menuju kedepan dan langsung masuk ke dalam mobil dan meminta James untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena dia sangat khawatir dengan keadaan Jesi yang terlihat sangat prihatin dengan wajah khawatir Dave memanggil manggil nama Jesi tapi tidak respon..


sesampainya di rumah sakit Dave pun berlari menuju ke dalam dan berteriak agar dokter segera memeriksa Jesi dengan wajah cemas Dave pun membaringkan tubuh Jesi di brangkar dan mendorongnya ke arah UGD sesuai arahan dokter..


" maaf tuan anda tidak boleh masuk " cegah suster


mau tidak mau Dave pun menunggu di luar ruang UGD dia sangat khawatir dengan keadaan Jesi yang seperti itu apa yang sebenarnya terjadi kenapa sampai seperti ini pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak Dave terus berputar membuat dirinya semakin tidak tenang James yang melihat tuannya yang begitu kacau dia mengambil kesimpulan kalau tuannya sangat mencintai gadis yang sekarang berjuang di dalam sana..


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit πŸ˜‰πŸ˜‰


maaf update nya lama soalnya kalau bikin cerita novel ini author harus sugestinya tujuh hari tujuh malam πŸ˜‹πŸ˜‹ bercanda πŸ™πŸ™


karena alur cerita di novel ini harus serius karena novel ini tidak ada genre komedinya jadi mood author suka gak sesuai dengan alur cerita disini maaf ya tapi tetep ya like and komen jangan baca doang ya readers ☺️☺️


happy reading guys πŸ˜‰πŸ˜‰