
Chapter 56
Hari ini dimana Jesi sudah satu minggu tinggal di wuhan karena ada kerjaan dan selama itu juga Dave selalu uring-uringan kalo Jesi tidak mengabarinya seperti sekarang Dave yang sedari tadi marah-marah gak jelas..
" Dad kenapa " tanya Daniel karena heran melihat Daddy nya gak pernah diam kadang duduk kadang berdiri kadang juga mondar mandir kaya setrikaan..
" kok Mommy kamu belum hubungin kita ya " ucap Dave
" ya ampun dad kirain apa mungkin mom lagi sibuk kali mending Daddy duduk Niel pusing liatnya " ucap Daniel
" son apa Mommy ada menghubungimu " tanya Dave
" gak ada terakhir semalam Mommy vcall Niel sabar ajh nanti juga Mommy telefon " ucap Daniel
Dave pun akhirnya duduk dengan tenang sambil memangku laptopnya ada kerjaan yang harus dia cek sedangkan Daniel dia lagi asik dengan game di smartphone ayahnya..
dua laki-laki yang berbeda generasi itu kelihatan sangat mirip dari segi penampilan mingkin kalo Daniel sudah dewasa nanti akan seperti Dave ada jiwa ke pemimpinan asal jangan jiwa psycho..
" haii baby boy " teriak Jino membuat Daniel cemberut lucu karena tidak suka dengan panggilan itu..
" ish papi aku udah besar ya " ucap Daniel kesal
Jino hanya ketawa kecil mendengar protes Daniel sambil mengacak rambut Daniel..
" jangan ganggu anakku " ucap Dave dingin dan datar
" anak, ngaku-ngaku " ucap Jino
Dave yang mendengar itu hanya bisa menahan emosi karena dia tidak ingin meluapkan emosinya di depan anaknya..
" pergi sana kau nyampah disini " ucap Dave sinis
" sialan " ucap Jino
" eh Mommy nelefon " ucap Daniel riang sampai membuat kedua laki-laki yang sedari tadi saling menatap satu sama lain dengan tajam menoleh ke arahnya..
" angkat son " ucap Dave semangat
" hallo Mommy " ucap Daniel saat sambungan telefonnya sudah terhubung..
" hallo juga anak Mommy yang ganteng " ucap Jesi di sebrang sana..
" Mom kapan pulang bentar lagi Niel libur sekolah " ucap Daniel
" nanti ya Mommy masih ada kerjaan " ucap Jesi
" yahh ko gth sih mom kan Mommy dah janji " ucap Daniel lesu
" maaf ya sayang Mommy janji deh mom akan cepet pulang " ucap Jesi
tiba-tiba Dave meminta smartphone nya yang ada di genggaman Daniel dia ingin berbicara juga dengan sang kekasih..
" sayang kapan pulang " tanya Dave lembut
" belum pasti soalnya disini lagi banyak pasien dan disini lagi kekurangan tenaga medis " ucap Jesi
" aku kangen " ucap Dave
bukan Jesi yang menjawab tapi Jino yang menyela pembicaraan Dave dan Jesi..
" kau menjijikan dude " ucap Jino sinis
" diam kau ferguso " ucap Dave datar
" Ana jangan dengerin apapun yang dia bilang itu semua hanya bualan laki-laki gila itu " teriak Jino setelah itu dia lari ke atas menuju kamarnya sebelum Dave murka..
terdengar kekehan dari sebrang sana mungkin hanya Jino yang mampu meledek seorang Devano Davidson yang terkenal kejam di dunia gelap..
" kamu kenapa ketawa " ucap Dave kesal karena bukan hanya Jesi yang ketawa tapi anaknya juga ikut-ikutan..
" maaf aku gak sengaja aku tutup ya ada pasien yang harus aku cek " ucap Jesi
" eh tunggu dulu sayang aku mau bicara sebentar " ucap Dave
" ada apa Dave " tanya Jesi
" hallo sayang ko diem " tanya Dave
" oh iya maaf ko ngedadak pulangnya dan kenapa harus bawa Daniel segala nanti apa kata orang kalo kamu pulang membawa anak kecil mungkin disini kau tak terlalu tersorot tapi disana kau sudah terkenal " ucap Jesi
" gak apa-apa itu akan jadi urusanku kau tak perlu khawatir yang perlu kau lakukan cepetlah kembali aku sangat merindukanmu " ucap Dave
Dave tak tau kalo disebrang sana Jesi sudah senyum-senyum tidak jelas dan wajahnya jangan ditanya lagi..
" tapi sekolahnya kan belum libur pergantian musim " ucap Jesi
" biar itu juga urusanku " ucap Dave
" apa Niel mau ikut kamu aku sih gak masalah kalo Daniel mau ikut " ucap Jesi
" bentar.. son apa kau mau ikut Daddy pulang ke Indonesia disana kau bisa main keberbagai tempat nanti Daddy bawa kau kewahana yang seperti ada disini " ucap Dave merayu anaknya agar mau ini adalah satu-satunya agar Jesi bisa terikat selamanya dengan dirinya karena Dave akan menikahi Jesi saat Jesi menginjakan kakinya kembali ditanah air..
Dave yang melihat tingkah anaknya yang sedang berfikir mengiyakan apa tidak membuat dirinya dilanda keresahan ditambah wajah anaknya yang enggan pergi dari negara ini..
" gimana kelamaan kamu mikirnya " ucap Dave tidak sabar
" ish dasar gak sabaran boleh deh Niel pengen pergi refreshing soalnya Mommy suka bohong kalo mau bawa Niel jalan-jalan " ucap Daniel polos
Dave yang mendengar kalo anaknya setuju seketika bibirnya tertarik keatas membuat bentuk senyuman..
" anak kita sudah setuju berarti besok aku pulang ke indo bawa Daniel dan kau harus cepat-cepat menyusul kami ngerti sayang " ucap Dave
" baiklah see you honey " ucap Jesi dia cepat-cepat memutuskan panggilannya karena malu dengan ucapannya sendiri sedangkan Dave dia masih terpaku dengan apa yang dia dengar karena ini baru pertama kali Jesi memanggil dirinya dengan kata-kata manis..
" ada apa dad wajah Daddy seperti orang yang makan yang masam " ucap Daniel polos
" eh gak apa-apa son kau cepatlah bersiap-siap besok kita akan berangkat ke Indonesia " ucap Dave
" ayyaayy Capten " ucap Daniel sambil merentangkan tangannya di dahinya..
Daniel pun berjalan kelantai atas sedangkan Dave dia sedang menghubungi seseorang..
" Dave kau belum tidur " tanya Raisa
" oh belum ada apa " tanya Dave datar
" aku mau bicara apa benar kau mau membawa Niel pulang ke indo " tanya Raisa
" iya " ucap Dave singkat
" kau yakin ini bukan rencana kau mau memisahkan anak sama ibunya kan " tanya Raisa curiga
" aku justru lagi memancing agar umpanku dimakan " ucap Dave sambil tersenyum smrik membuat Raisa semakin curiga..
" maksudmu apa " tanya Raisa
" nanti juga kau tau oh ya kau tak perlu mengemasi barang-barang Daniel biar kebutuhan Daniel saat disana aku yang akan memenuhinya " ucap Dave
" baiklah jadi kau hanya membawa satu koper saja milikmu sendiri " tanya Raisa
" gak kami gak akan bawa apa-apa biarkan barang-barangku di simpan di kamar Jesi " ucap Dave
" ko gth " tanya Raisa
" memang begitu " ucap Dave ambigu
Dave pun pergi ke arah tangga meninggalkan Raisa yang masih duduk di sofa sambil melongo tak jelas karena tak mengerti apa tujuan Dave sebenarnya..
bukan hanya Raisa saja yang takut kalo Dave akan membawa kabur Daniel tapi Jesi juga dia khawatir akan itu mangkanya dia akan cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya..
keesokan harinya Dave sudah siap dengan stelan casualnya hanya memakai kaos hitam di padu padankan dengan celana kain yang senada dan tak lupa kacamata hitam yang bertengker di hidung mancungnya..
begitupun dengan Daniel bocah yang berumur empat tahun itu sangat lucu karena memakai baju basket ditambah topi yang bagian depannya dia letak kan di belakang sehingga yang belakang otomatis menjadi di depan di tambah tas punggung berbentuk minion yang sudah ada di punggungnya..
mereka pun meninggalkan kediaman mereka dan menuju ke bandara international Beijing setelah berpamitan dengan Jino dan Raisa mereka akan menyusul dua hari lagi saat tiba di bandara Dave yang satu tangannya di saku celana sedangkan yang satu lagi menggendong Daniel orang-orang yang melihat ayah dan anak itu hanya melongo karena Dave terlihat Hot Daddy banget..
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
Happy reading guys 😉😉