My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Kritis



Chapter 24


Dave semakin khawatir dan tak tenang karena dokter yang menangani Jesi belum juga keluar sudah hampir satu jam Dave sambil gusar..


setelah hampir satu jam setengah akhirnya dokter yang menangani Jesi keluar dari ruangan UGD Dave yang melihat itu langsung menanyakan gimana keadaan Jesi..


" gimana keadaannya " tanya Dave khawatir


" untung saja nyawanya masih bisa kami selamatkan kalo terlambat saja di bawa kesini pasien tidak akan bisa di selamatkan karena alergi yang dia derita sangat parah " ucap dokter panjang lebar..


" terus gimana keadaannya " tanya Dave


" pasien sekarang masih kritis karena alerginya sempat menghambat pernapasan nya sehingga paru-paru dan jantung nya terpengaruh apa pasien memiliki alergi terhadap makanan kalo saat saya periksa dia alergi terhadap makanan " ucap dokter


" alergi ya saya kurang tau tapi sebelum dia pingsan sepertinya dia makan buah-buahan karena saya melihat ada buah-buahan diatas nakas " ucap Dave


" mungkin saja mungkin dari salah satu buah-buahan itu ada yang membuat alerginya kambuh " ucap dokter


" terus sampai kapan dia di dalam sana " tanya Dave


" kita belum bisa memastikan karena pasien belum melewati masa kritis nya " ucap dokter


" kalo begitu apa saya bisa melihatnya " ucap dokter


" maaf tuan belum bisa karena selain petugas tidak boleh ada yang masuk keruangan karena ruangan ini khusus " ucap dokter


" ya sudah makasih dokter " ucap Dave


" sama-sama saya permisi dulu " pamit dokter yang ditanggapi anggukan sama Dave


setelah penjelasan dari dokter Dave hanya bisa duduk di kursi tunggu dia masih setia menunggu sampai-sampai dia tidak memperdulikan penampilannya sendiri James yang melihat keadaan tuannya yang kacau menyarankan buat tuannya untuk istirahat tapi Dave menolak..


" tuan mending anda bersihkan diri dulu dan istirahat biar saya yang menunggu nona Jesi " ucap James


" tidak usah mending kamu saja yang pulang istirahat biar saya sendiri yang nunggu disini " ucap Dave


" tidak tuan biar saya temani saja " pinta James


" terserah kamu saja " ucap Dave


" baik tuan " ucap James


sudah hampir pagi tapi tidak ada tanda-tanda Jesi melewati masa kritisnya Dave dan James yang sedang bersandar di dinding rumah sakit tergelonjak kaget melihat dokter dan suster yang menangani Jesi berlarian ke arah ruang UGD Dave yang melihat itu semakin tak karuan didalam hanya ada Jesi saja tidak ada orang lain..


Dave mondar-mandir di depan pintu ruangan UGD dia sangat gusar dan khawatir setengah jam akhirnya dokter pun keluar dan menghela nafas lega dan tersenyum ke arah Dave..


" tidak ada apa-apa tuan dia sudah melewati masa kritisnya walaupun sempat kejang-kejang " ucap dokter


" syukur lah apa dia sudah bisa di pindahkan " tanya Dave


" bisa tuan silahkan urus administrasi nya terdahulu nanti dari pihak rumah sakit akan menyiapkan kamarnya " ucap dokter


" baiklah dok biar asisten saya yang akan mengurus semuanya " ucap Dave


" baiklah saya permisi " ucap dokter


" iya terimakasih sekali lagi " ucap Dave yang dibalas dengan senyuman oleh dokter..


setelah kepergian dokter yang menangani Jesi Dave pun menyuruh James untuk mengurus semuanya agar Jesi dapat segera di pindahkan..


James pun bergegas keruang administrasi James memilih kamar VVIP dan melunasi pembayaran setelah itu James pun menghampiri Dave kembali..


" tuan semuanya sudah selesai " ucap James


" baik lah makasih ya kau sudah mau menemani saya disini " ucap Dave sambil menepuk bahu James


" sama-sama tuan itu sudah kewajiban saya " ucap James sambil tersenyum..


sebenarnya James ini orangnya sangat peduli apalagi yang menyangkut dengan Dave toleransi nya sangat besar..


Jesi pun di pindahkan keruangan VVIP bengkak di wajahnya sudah berkurang walaupun ruam yang ada di wajah dan ditubuhnya masih terlihat jelas walau terlihat di area tangan..


Dave yang melihat keadaan Jesi sangat menyesal karena tidak bisa melindungi Jesi dan yang paling parah Dave tidak tau apa-apa tentang Jesi menurut Dave selama Jesi di sampingnya apapun itu Dave akan melewatinya...


Dave pun duduk di bangku dekat brangkar Jesi dan menggenggam tangan Jesi dia mengelus setiap ruam yang ada ditangan Jesi kulit putih sekarang berubah jadi merah akibat ruam yang timbul..


" James apa kau sudah menyelesaikan kekacauan ini " ucap Dave dingin


" sudah tuan pelayan yang ada dirumah tuan semuanya sudah di berhentikan " ucap James


" termasuk kepala pelayan " tanya Dave kembali


" tidak tuan tapi paman Joni saya kirim kerumah utama " ucap James yang ditanggapi anggukan sama Dave


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😉😉


happy reading guys 😉😉