
Chapter 34
Setelah kepergian Dave hari-hari Jesi di sibukan oleh rutinitas sebagai pengangguran sesekali dia melihat email takutnya ada pemberitahuan dari pihak Harvard university dan sesekali dia juga mengerjakan pekerjaannya sebagai hackers..
Dave yang sibuk dengan pekerjaannya hanya sesekali menghubungi Jesi pekerjaan yang begitu menyita waktunya dan di tambah dia harus selalu memantau geng merah yang selama ini dia cari..
Jesi yang sedang asik dengan makanannya terpaksa harus menghentikan kunyahannya karena laptopnya berbunyi pertanda ada email masuk saat Jesi membuka email tersebut senang, bahagia Jesi rasakan karena Harvard university memberi jawaban atas permintaan beasiswa yang Jesi ajukan..
kabar ini akan menjadi kabar yang membahagiakan sekaligus kabar menyedihkan dimana hubungannya dengan Dave yang baru saja dia mulai dan ditambah dengan berita yang lain yang belum Jesi beritahu kepada Dave..
saat pikirannya berkecamuk dikepalanya gimana caranya memberitahukan yang sebenarnya kepada Dave Jesi harus dihadapkan dengan tamu yang sama sekali Jesi tak kenal dan juga bisa di bilang tamu tak di undang..
suara hak sepatu tinggi menggema di phenthouse milik Dave wanita seksi cantik berjalan berlenggak lenggok masuk tanpa permisi dengan angkuhnya dia berjalan menghampiri Jesi yang saat itu berdiri menatap perempuan itu dengan tajam..
" kau siapa kenapa masuk kerumah orang tanpa permisi " ucap Jesi
" kau tanya aku siapa " ucap perempuan itu sambil tertawa keras
Jesi yang melihat tingkah laku dari perempuan itu hanya mengerenyitkan dahinya tatapannya dingin tangan yang sudah dia silangkan di dada..
" perkenalkan saya adalah nyonya di rumah ini alias calon istrinya Devano Davidson " ucap perempuan itu
sekarang giliran Jesi yang tertawa keras mendengar lelucon dari perempuan yang sekarang di hadapannya..
" lucu sekali kau nyonya kalo iya benar kau ini calon nyonya disini kenapa selama ini kau tak tinggal disini malahan aku yang sudah lama tinggal disini " ucap Jesi
" orang miskin sepertimu tak akan tau kesibukan yang sedang aku jalani " ucap perempuan itu
Jesi yang mendengar itu hanya tersenyum sinis matanya yang tajam dia perlihatkan saat melihat gimana angkuhnya perempuan yang saat ini sedang berdiri dihadapannya..
" siapa bilang saya tidak tau siapa nyonya sebenarnya apa harus saya jelaskan detailnya nyonya Margareta Josep Handoko putri bungsu dari tuan Josep Handoko pemilik JH company yang karirnya sedang melambung karena secandal dengan salah satu anak konglomerat tapi sayang harus dibantah oleh pihak laki-laki bukan benar nyonya Margareta " ucap Jesi
" baguslah kalo kau sudah tau siapa aku lebih baik kau pergi dari rumah ini " ucap Margaret
" apa hak mu sampai kau berani mengusirku " ucap Jesi
" sepertinya kau masih belum paham apa maksudku lebih baik kau pergi sebelum Dave sendiri yang mengusirmu dari rumah ini " ucap Margaret
" Dave tidak akan pernah mengusirku karena dia mencintaiku " ucap Jesi
" kalo benar dia mencintaimu dia tidak akan mengajakku bercinta sebelum pergi ke luar kota untuk menyelesaikan masalah yang ada di anak perusahan miliknya " ucap Margaret
saat itu juga Jesi sangat terkejut atas ucapan Margaret dia tidak ingin percaya dengan ucapan Margaret tapi setelah Margaret menunjukan video yang diamana di dalamnya seorang perempuan dan laki-laki yang mirip dengan Dave sedang bercinta hati Jesi sangat sakit saat melihat video itu kehidupan yang dia dambakan kebahagian yang selalu dia impi-impikan sekarang hancur sudah dengan sekuat tenaga Jesi menahan tubuhnya agar tidak jatuh kelantai..
Margaret yang melihat wajah Jesi yang sudah pucat pasi saat melihat video tersebut hanya tersenyum puas..
dengan sangat berat Jesi melangkahkan kakinya menuju kamarnya jalan yang tak seimbang membuat Jesi harus berpegangngan kuat sesaat dia sudah sampai di dalam kamar tubuhnya langsung merosot kebawah dengan menangis pilu air mata yang sedari tadi dia tahan sekarang sudah membasahi pipinya sesak yang di dada membuat Jesi memukul dadanya agar lebih baik saat dirinya terpuruk seperti ini tiba-tiba perutnya terasa keram Jesi pun langsung berdiri dan berjalan walaupun tertatih Jesi pun mengambil obat yang dianjurkan oleh dokter..
" mungkin sudah saatnya aku pergi meninggalkan semuanya termasuk Dave " guamam Jesi lirih
dengan berat Jesi melangkah menuju kamar mandi dia membasuh wajahnya mata yang sembab terlihat jelas dengan hati-hati Jesi melangkah menuju ruang ganti sesuai permintaan Margareta Jesi pun mengganti pakaiannya dengan pakaian yang saat pertama kali dia datang Jesi mengemasi barang-barangnya lalu berjalan keluar kamar dan dia melirik ke arah pintu kamar Dave lalu Jesi pun berjalan dan membukakan pintu kamar Dave saat Jesi masuk yang pertama kali Jesi rasakan adalah harum parfum maskulin yang selalu Dave pakai membuat Jesi rindu akan sosok pemuda itu dengan air mata yang masih setia keluar Jesi menaruh surat dan benda yang tak terlalu besar sebagai bukti kalo sekarang dia akan membawa harta paling berharga untuknya dan mungkin juga untuk Dave..
Jesi pun keluar dari kamar Dave dengan membawa ransel saat Jesi membuka pintu utama phenthouse milik Dave Jesi ingin memastikan sekali lagi apa benar Margaret sering kesini dengan hati-hati Jesi bertanya ke salah satu bodyguard..
" tuan apa aku boleh bertanya sesuatu " tanya Jesi gugup
" nona Jesi ada apa, mau bertanya apa " ucap salah satu bodyguard itu sopan
" gini tadi ada wanita yang datang kesini apa kalian mengenalnya " ucap Jesi
" oh nyonya Margaret " ucap bodyguard itu
" iya apa kalian mengenalnya atau wanita itu pernah kesini " ucap Jesi
" iya nona kami mengenalnya dulu dia sering kesini menemui tuan kenapa nona Jesi menanyakan itu apa nyonya Margaret mengganggu anda " ucap bodyguard itu serius
" oh tidak-tidak aku hanya ingin memastikan saja " ucap Jesi
" ya sudah saya mau pergi dulu titip rumah " ucap Jesi
" nona mau kemana apa perlu kami antar " ucap bodyguard itu
" tak perlu aku ada perlu sama teman kalian disini saja " ucap Jesi
" baiklah nona hati-hati kalo ada apa-apa langsung beritahu kami " ucap bodyguard itu
" Mmmm baiklah " ucap Jesi
Jesi pun pergi meninggalkan phenthouse milik Dave dengan hati yang sangat hancur dengan kebahagian yang hanya sementara mengantarnya ke kehidupan yang dulu dia jalani tanpa adanya Devano Davidson..
" pergi darimu itu adalah keputusanku aku berharap tak akan bertemu lagi denganmu " guamam Jesi lirih dalam hati..
Margaret yang saat itu masih berada dalam mobilnya melihat Jesi keluar dari phenthouse milik Dave hanya tersenyum puas aksinya berhasil dia pun menghubungi seseorang untuk memberi tahukan kalo rencananya berhasil..
" hallo misi selesai " ucap Margaret sambil tersenyum puas..
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
happy reading guys 😉😉