
Chapter 10
Setelah kepergian Dave Jesi pun langsung menuju ke lift untuk menuju ke lantai apartemen nya tapi sebelum ke apartemen nya Jesi memutuskan untuk ke apartemen sahabatnya dulu karena ada urusan pekerjaan..
Ting..
lift pun terbuka dan Jesi pun keluar menuju arah pintu apartemen sahabatnya sebenarnya mereka berada di lantai yang sama malahan mereka itu tetanggaan..
Ting.. tong..
menunggu beberapa menit akhirnya pintu apartemen pun terbuka sebenarnya Jesi tau password apartemen Risa tapi dia ingin menghargai privasi Risa kali ajh dia bawa pacarnya ke apartemen dan tercyduk kan gak enak..
ceklek..
" masuk " ucap Risa ketus
Jesi pun masuk dia tau kalo sahabatnya lagi badmood tapi mau gimana lagi itu bukan salahnya tapi salah Dave yang mengulur waktu malah ada acara debat mendebat lagi bikin kepala Jesi makin pusing..
Jesi pun duduk diruangan apartemen Risa apartemen Risa sederhana simple maklum dokter serba bersih dan serba chat berwarna kalem tapi berbanding terbalik dengan orangnya..
apartemen Jesi pun tak kalah sederhana hanya bercat grey warna kesukaannya..
" sorry aku gak maksud buat telat " ucap Jesi
" darimana ajh tumben telat pulangnya " ucap Risa heran sambil menyodorkan minuman kaleng..
" tadi ke toko buku dulu cari buku buat nambahin referensi " ucap Jesi dan disambung di dalam hati ' ditambah tadi ada orang gila main panggul ajh '..
" oh kirain kemana dulu ini ada kerjaan tapi menurut aku sedikit rumit " ucap Risa
" rumit gimana " ucap Jesi sambil menatap ke arah Risa
" kamu inget gak waktu phantom nyelesaikan masalah yang di buat scandal " ucap Risa
" oh itu iya kenapa " ucap Jesi sambil membuka minuman kalengnya..
" itu sekarang orang minta Phantom yang ngerusak data perusahaan DD company " ucap Risa
" gila tuh orang berani berapa dia bayar Phantom " ucap Jesi kesal
" dia bilang sanggup bayar berapa pun asal DD company hancur " ucap Risa
" dasar pengkhianat gila harta " ucap Jesi dingin
" maksud kamu apa kamu sudah tau identitas nya " tanya Risa
" iya aku penasaran siapa yang berani sama Milioner pemilik DD company sampai-sampai dia mau perusahaan itu bangkrut gak bersisa " ucap Jesi
" siapa " tanya Risa
" ada lah nanti juga bakal kamu tau sendiri " ucap Jesi
" bilang saja Phantom gak butuh uang dia, kalo dia mau bayar jasa Phantom dengan anak cabang yang ada di Germany's " ujar Jesi
" gila sekaya itu tuh orang " ucap Risa kaget
" Ck itu bukan seberapa " ujar Jesi
" tapi kalo dia nolak gimana " ucap Risa
" ya sudah " ucap Jesi singkat sambil menggedigan bahunya..
Risa yang mendengar ucapan Jesi hanya menghela nafas panjang..
Jesi pun berpamitan buat kembali ke apartemen nya karena dia mau mengerjakan tugas akhirnya perang antara buku dan laptop agar dirinya lulus dengan nilai yang memuaskan..
sebenarnya dia bisa saja lulus di tahun ke dua tapi ada kendala waktu itu yang mengharuskan dia cuti beberapa bulan dan setelah itu Jesi mengejar materi pelajaran dengan mati matian Karena dia ingin lulus di tahun ketiga biar dirinya cepat-cepat kuliah kedokteran di Harvard university sebagai dokter bedah...
di DD company...
Dave yang baru saja sampai di kantornya langsung berjalan menuju arah lift khusus CEO tanpa menghiraukan sapaan karyawannya..
Ya Dave terkenal sebagai bos yang dingin, angkuh kalo tampan itu hanyalah bonus..
Sesampainya di ruangannya Dave langsung disodorkan dengan file yang diberikan oleh James seketika amarah Dave langsung naik..
" brengsek berani beraninya ada pengkhianat di perusahanku " geram Dave sambil memukul meja..
" siapa pelakunya James dan benar mereka meminta peretas Phantom agar bisa membantu nya " ujar Dave dingin sambil menatap tajam ke arah James
" iya tuan tapi kami masih menyelidiki nya tuan dan saya pastikan juga kalo Phantom tidak akan menyetujui nya " ujar James
" kenapa " tanya Dave
" karena Phantom tidak meminta uang pada mereka " ucap James
" terus mereka minta apa " ujar Dave
" itu yang kami belum tau karena mereka memakai IP palsu jadi kami tidak bisa menemukan pelakunya " ujar James
" ya sudah kau pantau terus kalo masalahnya makin rumit beritahu saya " ujar Dave sambil melonggarkan dasinya..
" baik tuan saya permisi " ucap James sambil membungkuk kan badannya..
selepas kepergian James Dave pun termenung setidaknya dibalik masalah yang sedang dia hadapi ada kesenangan tersendiri karena malam ini ada santapan yang menggiurkan..
Dave yang membayangkan itu hanya menyeringai dan tertawa puas..
***thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😉😉
happy reading guys 😉😉***