
setelah kepulangannya dari luar kota Dave pun masih sibuk dengan pekerjaannya seperti sekarang pagi-pagi dia harus berangkat ke kantor..
" sarapan dulu " ucap Jesi
" tapi sayang nanti aku telat kepertemuan " ucap Dave
" gak baik pergi dengan perut kosong sarapan sedikit ajh " ucap Jesi cuma deheman yang Dave berikan..
Dave pun duduk di kursi meja makan dia melirik kearah putra sulungnya yang sedang makan sandwich sambil menonton kartun kesukaannya..
" abang kalo makan yang bener jangan sambil nonton " ucap Dave
" tanggung Dad bentar lagi udahan " ucap Daniel
" kamu ini " ucap Dave sambil mengacak rambut Daniel
Daniel yang masih fokus dengan tontonannya sambil makan, sedangkan Dave memakan makanannya dengan tenang dan Jesi sedang mengurus anak bungsunya..
" Dad apa aku boleh main ke kantor Daddy " tanya Daniel
" bicara yang bener telen dulu makanannya, lalu bicara nanti tersedak " ucap Dave
" baik Dad " ucap Daniel
" abang boleh main kesana kapan abang mau main " ucap Dave
" nanti pas pulang sekolah Niel pengen kesana " ucap Daniel
" baiklah nanti uncle James yang jemput ke sekolah " ucap Dave
" ok " ucap Daniel lucu sambil memperlihatkan tangannya yang berbentuk O..
anak dan ayah pun melanjutkan sarapannya setelah itu mereka berangkat tidak lupa memberikan morning kiss ke Jesi..
" Mommy nanti Niel pulangnya ke kantor Daddy, Mommy jangan tungguin Niel kalau kesepian main ajh sama baby J " ucap Daniel polos
" siap abang " ucap Jesi
" yey " ucap Daniel senang
" aku berangkat dulu kamu hati-hati di rumah love you " ucap Dave sambil mencium kening Jesi
" iya, love you too " ucap Jesi
Dave pun berangkat bersama Daniel menuju tempat mereka masing-masing..
sekitar tiga puluh menit akhirnya Dave sampai di perusahaannya setelah mengantar Daniel sekolah..
dengan langkah yang wibawa ditambah wajah yang dingin dan datar tidak ada ekspresi lain selain itu..
" gimana keadaan perusahaan " tanya Dave
" semua sudah stabil tapi.. " ucap James menggantung
" ada apa " tanya Dave
" perusahaan di hongkong lagi ada masalah " ucap Hames
" masalah yang sama " tanya Dave
" tidak tuan tapi ada orang dalam yang terlibat akan kekerasan " ucap James
" kekerasan " ucap Dave mengulang
" iya tuan ada orang dalam yang terlibat dan polisi menyangkut pautkan dengan tindak kriminal yang akhir-akhir ini terjadi disana " ucap James
" kenapa bisa, perusahaan yang ada di hongkong bersih dari dunia hitam kita, kenapa yang di curigai perusahaan yang bergerak di bidang otomotif " ucap Dave
" saya juga kurang mengerti kita masih menyelidikinya tuan, tapi kalo kepolisian disana sudah bertindak bisa jadi perusahaan yang ada di hongkong akan ada masalah yang besar " ucap James
" terus pantau dan selediki juga orang itu, sampai berita itu benar langsung kasih pelajaran " ucap Dave
" baik tuan, meeting sebentar lagi akan di mulai " ucap James
" siapkan semuanya, oh iya nanti siang jemput Daniel di sekolahannya lalu ajak kesini " ucap Dave
" apa harus pulang dulu atau langsung kesini tuan " tanya James
" langsung kesini saja trus jangan lupa mampir ke resto beli makan siang " ucap Dave
" baik tuan kalo begitu saya permisi " ucap James yang ditanggapi anggukan oleh Dave..
kata siapa kalo orang yang sudah sukses akan bisa berleha-leha, justru orang yang sukses akan lebih berat lagi tanggung jawabnya, karena mempertahankan lebih susah dari proses pembentukan..
hari itu jadwal Dave sangat padat beberapa meeting yang di lakukan di kantornya, sampai bertemu beberapa clien membuat badan Dave merasa pegal-pegal, apalagi luka yang di bagian kepalanya belum sembuh benar..
siang itu sesuai perintah, James menjemput Daniel di sekolahnya, pakaian yang James pakai seperti orang pada umumnya saat bekerja hanya kemeja putih, celana hitam dan jas yang senada dengan celana, dan juga tatanan rambut yang rapi..
James yang berdiri di sebelah mobilnya dengan wajah dingin James melihat ke arah gerbang sekolah Daniel, yang dimana kebanyakan ibu-ibu yang menjemput anak mereka tapi bukannya fokus melihat ke dalam gerbang ibu-ibu yang ada disana malah fokus melihat ke arah dirinya..
" ibu-ibu yang tak setia " gumam James
bel sekolah Daniel pun berbunyi terdengar keributan dari anak-anak sekolah dasar yang baru keluar James yang melihat Daniel berlari-lari memghampirinya, membuat James khawatir kalo Daniel akan jatuh dia pun berjalan cepat dan menghampiri Daniel..
" tuan muda jangan lari-lari nanti jatuh " ucap James
" uncle ayo cepat aku pengen cepet-cepet ke kantornya Daddy " ucap Daniel
" baiklah " ucap James
tapi saat mereka akan berjalan Daniel yang di panggil namanya oleh seseorang yang tak lain adalah wali kelasnya itu langsung menengok..
" Daniel " ucap Mrs Andien
" oh Mrs ada apa " tanya Daniel
" jangan lupa hari rabu nanti perlombaannya di mulai belajar di rumah yang rajin " ucap Mrs Andien
" ya sudah Mrs duluan ya hati-hati pulangnya " ucap Mrs Andien
" siap apa Mrs Andien mau ikut sama kita bolehkan uncle " ucap Daniel
" oh gak usah Mrs bawa mobil sendiri " ucap Mrs Andien
" oh kirain Mrs gak mau ikut karena takut sama uncle " ucap Daniel polos
" gak kok Mrs gak takut " ucap Mrs Andien
" iya gak perlu takut uncle Niel baik banget walaupun wajahnya kaya Daddy kaku kaya lap kaca " ucap Daniel polos
sontak ucapan Daniel membuat wanita cantik yang di panggil Mrs itu ketawa..
" kamu bisa ajh Mrs duluan ya sampai ketemu besok " ucap Mrs Andien
" iya bye-bye Mrs " teriak Daniel
" bye-bye Daniel " ucap Mrs Andien
Mrs Andien pun pergi meninggalkan Daniel dan James..
" om jangan liatin Mrs Andien kaya gth nanti Mrs Andien takut " ucap Daniel
" mau takut gimana orangnya udah pergi dan juga tuan muda yang merasa wajahnya tampan dan gak pernah nakal, uncle mau bilang jangan pernah samain wajah uncle sama kanebo " ucap James
" kanebo apa uncle " tanya Daniel bingung
" itu yang kamu sebut lap kaca " ucap James
" oh itu, hehe bercanda om " ucap Daniel
James dan Daniel pun pergi dari sekolahan menuju kantor Dave dan tak lupa mampir sebentar ke resto untuk membeli makan siang..
perjalanan yang cukup jauh membuat Daniel tertidur di mobil James yang senantiasa menyetir hanya tersenyum melihat wajah polos dari majikannya itu, James sangat bersyukur di masa lalu dia diselamatkan oleh Dave sampai sekarang James merasa memiliki keluarga..
mobil James pun sampai di kantor Dave James yang keluar terlebih dahulu dan membukakan pintu samping dan James langsung menggendong Daniel dengan satu tangan karena yang satunya lagi dia pakai untuk membawa makanan..
James pun berjalan menuju lift dan menekan tombol lantai dimana ruangan Dave berada..
" makan apa ajh kamu ini berat banget " gumam James
James pun sampai dan langsung berjalan menuju ruangan Dave tanpa mengetuk pintu James pun langsung masuk..
" maaf tuan saya lancang " ucap James
" loh kok malah tidur katanya mau main " ucap Dave
" mungkin kecapean tuan " ucap James
" ya sudah kamu tidurkan saja di dalam " ucap Dave
" baik tuan " ucap James
Dave pun melanjutkan kembali pekerjaannya sedangkan James setelah menidurkan Daniel pun segera bergegas keluar tapi di cegah oleh Dave..
" James kamu panggil Jo kesini " ucap Dave
" baik tuan " ucap James
James pun keluar dari dari ruangan Dave dan segera menghubungi Jo untuk segera ke perusahaan..
hanya butuh waktu dua puluh lima menit lagi untuk Jo sampai diperusahaan Dave..
" James " panggil Jo
" oh Jo kau sudah sampai langsung saja ke dalam tuan udah menunggu " ucap James
" apa kau tak mau menemani " ucap Jo
" emangnya kau anak kecil " ucap James
" iya siapa tau kan " ucap Jo
" kau masuk lah dulu aku lagi tanggung " ucap James
" tanggung apa, lagi nonton Miyabi ya " ucap Jo bercanda
" sialan kau dude aku bukan kau ya yang suka dengan video seperti itu " ucap James kesal
Jo yang mendengar itu hanya tertawa senang karena sudah menggoda James, Jo pun mengetuk pintu dan suara dari dalam mempersilahkan masuk..
" tuan anda memanggil saya " ucap Jo
" hemm.. kau sudah mencari tau siapa orang yang di balik kekacauan ini " tanya Dave
" dilihat dari alamat IP nya hacker ini cukup berpengaruh di dunia IT " ucap Jo
" dan kau tau motifnya apa " ucap Dave
" belum tuan sepertinya dia hanya ingin bermain-main saja buktinya kita tidak mengalami hal yang lebih parah " ucap Jo
" kau benar " ucap Dave
mereka pun masih berunding memikirkan siapa yang ada di balik kejadian ini, ketika saat ada suara yang ikut berbicara yang membuat mereka heran dan gak percaya..
bonus visual Jino..
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
Happy reading guys 😉😉