My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Extra Chapter Vll



Keadaan Jesi masih tetap sama dan sekarang sudah menginjak satu bulan dan keadaannya masih seperti semula hanya mengandalkan peralatan medis untuk menunjang kehidupannya begitu juga dengan kehidupan Dave seratus delapan puluh derajat berubah total walaupun Dave masih aktiv di kantor Dave juga tidak pernah absen dalam hal menjaga Jesi..


" gimana keadaan istri saya dok " tanya Dave


" masih sama tuan seperti yang kita duga selama ini walaupun keadaan nyonya Jesi sudah stabil tapi sepertinya nyonya Jesi enggan untuk kembali dia masih asik dengan dunia bawah sadarnya " ucap dokter


" tapi masih ada kesempatan kalo istri saya akan sadar " tanya Dave


" kita hanya bisa berdoa semoga ada keajaiban yang Tuhan berikan " ucap dokter


ucapan dokter tetap lah sama saat dirinya bertanya tentang keadaan sang istri..


waktu sudah mulai sore Dave pun ingin pulang sebentar ke rumahnya dia ingin melihat kedua jagoannya..


saat tiba di rumahnya keadaan rumah sangat lah sepi dulu saat dirinya pulang kerja pasti keadaan rumah selalu ramai dengan tingkah Daniel dan harum masakan dari sang istri tapi sekarang keadaan rumah sangat lah sepi tidak ada lagi keributan maupun harumnya masakan yang menyambutnya..


Dave pun berjalan kearah ruang keluarga ternyata ada Raisa dan Daniel saja dan Dave tidak melihat keberadaan Jino..


" heii boy " ucap Dave


Daniel yang mendengar suara Daddy nya langsung berdiri dan berlari ke arah Dave dan Dave senantiasa memanjakan anak sulungnya dengan memangkunya..


" Dad ko baru pulang Niel kan kangen " ucap Daniel manja


" Daddy juga kangen sama jagoan Daddy dede bayi dimana boy " tanya Dave


" hemm dikamar lagi bobo " ucap Daniel


" gimana kalo kita lihat dede bayi nya " ucap Dave


" hemm ok tapi jangan berisik nanti dede bayinya bangun ok Dad " ucap Daniel


" siap abang, Sa kita keatas dulu terima kasih sudah mau menemani Daniel dan baby J " ucap Dave


" ok santai ajh " ucap Raisa


Dave dan Daniel pun berjalan ke atas tepatnya ke arah kamar anak keduanya yang dia panggil dengan sebutan baby J kalo Daniel kan sebutannya dulu baby boy..


" tuh kan Dad baby J nya lagi tidur " bisik Daniel


" iya boy Daddy kangen banget sama kalian maaf ya Daddy selalu sibuk dan gak ada waktu untuk kalian " ucap Dave


" no problems Dad " ucap Daniel


Dave dan Daniel pun menatap ke arah baby J dimana tercetak jelas wajah Jesi disana namun versi laki-laki nya..


" oh ya Dad lusa disekolah ada acara pentas seni dan Niel ikut Daddy mau datang kan liat Niel kan Mommy lagi sakit jadi gak bisa mau ya Dad " ucap Daniel


" lusa ya boy Daddy usahain ya boy " ucap Dave


" jangan di usahain dong Dad tapi harus dulu ajh Mommy, mami angkat sama papi angkat ajh selalu nonton Niel saat ada pentas di sekolah masa sekarang Daddy gak bisa " ucap Daniel


" baiklah baiklah Daddy pasti dateng " ucap Dave


" bener ya Dad awas kalo boong " ucap Daniel


" iya " ucap Dave singkat sambil mencium kening sang anak sweet banget.


Dave dan Daniel pun keluar dari kamar baby J dan berjalan ke arah kamarnya sambil menggendong Daniel...


" Dad Mommy kapan pulang Niel udah kangen banget " ucap Daniel sedih


" Mommy pasti pulang " ucap Dave


" tapi kapan, Mommy gak pernah telepon Niel emangnya Mommy gak kangen sama aku " ucap Daniel


" Mommy pasti kangen sama kamu seperti Daniel kangen sama Mommy " ucap Dave


" tapi kenapa Mommy lama banget Dad di rumah sakitnya Niel boleh jenguk Mommy gak Dad " ucap Daniel


" belum bisa sayang nanti kalo udah waktunya pasti Niel bisa ketemu sama Mommy sabar ya baby boy " ucap Dave


" ish aku dah besar ya Dad jangan panggil aku baby boy lagi " ucap Daniel


" siap abang " ucap Dave


Dave pun segera membersihkan badan yang terasa lengket sedangkan Daniel kembali ke bawah menemui Raisa..


" mami nanti pas Daniel pentas mami sama papi angkat datang ya " ucap Daniel polos


" emang kamu memperagakan siapa sih " tanya Raisa


" wah pasti baby boy jadi si kancil iya kan "ucap Raisa sambil mencolek pipi gembul Daniel..


" ish salah Niel malah jadi keledai bodohnya " ucap Daniel senang


" loh ko seneng jadi keledai bodoh " tanya Raisa heran


" iya Niel seneng soalnya Niel gak jadi si kancil " ucap Daniel


" kenapa " tanya Raisa


" karena Niel bosan jadi anak pintar sekarang ajh Niel udah kelas dua SD karena guru di TK nyuruh Niel masuk SD ajh " ucap Daniel


" duh anak siapa sih ini pinter banget " ucap Raisa sambil mengacak rambut Daniel


" ish mami jangan diberantakin rambut Daniel " ucap Daniel kesal


candaan mereka harus terhenti saat Dave sudah siap untuk pergi lagi dan itu membuat Daniel sedih kenapa akhir akhir ini semua orang pada sibuk semenjak Mommy melahirkan...


" Dad mau kemana " tanya Daniel


" mau kerumah sakit boy nemenin Mommy " ucap Dave


" aku boleh ikut aku pengen ketemu Mommy " ucap Daniel sambil memeluk kaki Dave


" gak bisa boy disana tidak cocok buat anak kecil kamu di rumah sementara sama mami angkat ya " ucap Dave


" tapi Dad " ucap Daniel


" bener boy rumah sakit gak cocok sama anak-anak disana banyak orang pada sakit gak baik buat imunts kamu " ucap Raisa


" ish nyebelin banget " ucap Daniel sambil berlari ke lantai atas..


" gak usah dipikirin biar aku yang bujuk Daniel lebih baik kamu berangkat sekarang kasian Jesi gak ada yang nemenin " ucap Raisa


" baiklah aku titip mereka kalo ada apa-apa kabarin sekali lagi thanks ya " ucap Dave


" iya sama-sama hati-hati " ucap Raisa


Dave pun pergi meninggalkan kediamannya sedangkan Raisa sudah menyusul ke kamar Daniel..


" boy buka pintunya " ucap Raisa


" boy heii Niel jangan gini dong sayang " ucap Raisa lagi


saat dirinya sedang sibuk membujuk Daniel Jino yang baru datang langsung menghampiri keributan dilantai atas dan saat Jino melihat Raisa sedang menggetuk pintu kamar Daniel..


" Sa ada apa " tanya Jino


" Daniel sedang marah dan ngurung diri di kamar " ucap Raisa


" ko bisa dia gak biasanya kaya gini " ucap Jino


" dia pengen ikut sama Dave tadi ke rumah sakit " ucap Raisa


" loh si dude inget pulang juga ternyata " ucap Jino


" ish kamu malah ngomongin orang bantuin bujuk Niel " ucap Raisa


" gampang bicara ajh kalo kamu mau beliin dia mainan baru pasti Niel mau " ucap Jino


" mainan terus nanti Jesi marah loh " ucap Raisa


" kan sekarang Jesinya belum pulang berarti aman " ucap Jino


" ish dasar " ucap Raisa kesal


begitu lah kehidupan terkadang kita sedang berada di puncak kebahagian tapi saat Tuhan berkehendak semuanya berubah..


bonus visual Daniel Alexander's Davidson..



thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


Happy reading guys 😉😉


Note : yang jadi Daniel masih sama ya guys itu dia udah besar sekarang kalo foto-foto awal itu author ambil saat dia masih umur tiga tahun..