
Chapter 40
Kebahagian sedang menyelimuti Jesi karena anak yang ia kandung sudah terlahir kedunia saat dirinya sedang beristirahat karena sejam yang lalu dia di pindahkan ke ruang inap..
" Sa gimana keadaan anakku " tanya Jesi dengan suara lirih..
" anak kamu baik-baik saja sebentar lagi suster membawanya kemari " ucap Raisa
" apa dia sehat " tanya Jesi
" hemm dia sangat sehat juga tampan " ucap Raisa
" benarkah " ucap Jesi
" iya bahkan Jino juga memuji ketampanan anakmu " ucap Raisa
" oh iya dimana Jino sekarang " tanya Jesi
" dia tadi pergi mengurus pekerjaannya katanya ada masalah sedikit " ucap Raisa
" masalah apa " tanya Jesi
" katanya tentang jaringan aku juga tidak mengerti " ucap Raisa
percakapan mereka harus berhenti karena suster membawa box bayi dimana bayi laki-laki sedang tertidur dengan pulas pipi yang gembil tapi wajahnya terlihat sangat tampan..
" ini bayi anda Mrs " ucap suster itu dengan berbahasa inggris..
" thank you " ucap Jesi
Jesi pun menggendong untuk pertama kalinya karena tadi dia sempat pingsan saat sedang di bersihkan karena kekurangan darah ..
" sebaiknya kamu memberikan asi pertamamu karena itu sangat bagus untuk imunst si anak " ucap Raisa
" gimana caranya " tanya Jesi
Raisa pun membantu Jesi untuk bisa menyusui anaknya ada rasa geli dan perih saat anaknya menyusu..
" tahan ya Jes mungkin akan sakit saat pertama tapi kalo udah biasa akan tidak sakit " ucap Raisa
" iya tapi apa air susunya keluar " ucap Jesi
" mungkin sekarang masih sedikit mangkanya kamu harus banyak makan sayuran dan buah-buahan agar air susunya banyak nanti aku kasih obat penyubur air susu " ucap Raisa
" makasih ya udah ada saat aku susah " ucap Jesi lirih
" sama-sama dan makasih juga udah kasih anak angkat yang tampan buat aku " ucap Raisa
mereka berdua sama-sama tersenyum bahagia..
" mau dikasih nama siapa " tanya Raisa
" Daniel Alexander's Davidson " ucap Jesi sambil tersenyum melihat anaknya..
" nama yang bagus " ucap Raisa
Jesi pun sudah selesai menyusui anaknya dan Raisa membantu Jesi untuk meletakkan Daniel..
" kamu makan dulu nanti aku mau keluar dulu membelikan kamu obat penyubur asi " ucap Raisa Jesi hanya menganggukan kepalanya..
saat Jesi tengah makan Jino datang langsung masuk tanpa mengetuk pintu dengan wajah kusut Jino duduk di sofa kamar inap Jesi sedangkan Jesi dan Raisa hanya saling pandang dan melihat Jino dengan heran..
" kamu kenapa wajahmu kusut sekali " tanya Raisa
" aku lagi stres " ucap Jino
" stres kenapa " tanya Raisa
" bukannya kamu peretas kenapa masalah kecil begini kamu di buat pusing " ucap Raisa sedangkan Jesi hanya menyimak obrolan kedua sahabatnya..
" bukan soal susah gampang mencari orang yang bikin usahaku melonjak menurun tapi yang membuat masalah denganku adalah perusahan IT terbesar di kota ini " ucap Jino
" kenapa bisa " tanya Jesi
" karena mereka menginginkan aku bisa bekerja di perusahaan mereka " ucap Jino
" emang susah kalo udah menghadapi orang besar " ucap Raisa
" udahlah sekarang kita pokus ke Ana dan anaknya dulu soal masalahku biar aku tangani sendiri " ucap Jino
" siapa nama buat si gembul ini " ucap Jino sesaat dirinya bangun dari tempat duduknya dan menghampiri box bayi..
" Daniel Alexander's Davidson " ucap Jesi
" apa kau yakin memberikan nama belakang Dave buat anak kamu " ucap Jino
" kenapa emang dia kan ayah biologist nya " ucap Jesi
" bukan begitu terserah kamu saja " ucap Jino
" kamu tenang ajh aku tau kecemasanmu saat nanti dia sudah besar nama belakangnya akan aku singkat " ucap Jesi
" baiklah " ucap Jino
mereka bertigapun mengobrol dan bergantian menggendong baby Daniel..
ditempat lain..
Dave yang saat ini sangat sibuk dengan pekerjaannya tiba-tiba hatinya mengerenyit sakit perasaannya tidak tau kenapa sangat gelisah dia pun memanggil James untuk masuk keruangannya..
tok.. tok.. tok..
" masuk " suara dari dalam
James pun masuk dan membukukan badannya memberi salam..
" tuan memanggil saya " ucap James
" iya apa kau sudah menemukan keberadaan Jesi " tanya Dave dingin
" maaf tuan data tentang nona Jesi sangat sulit untuk di lacak kami sedang berusaha " ucap James
" APA KALIAN TIDAK BECUS BEKERJA HAH INI UDAH ENAM BULAN KALIAN BELUM JUGA KETEMU " teriak Dave
" tu-tuan maafkan kami, kami akan berusaha terus untuk mencari nona Jesi " ucap James takut
" KELUAR " teriak Dave
James pun keluar setelah memberi salam ke Dave sedangkan Dave dengan wajah memerah karena menahan marah langsung membanting barang-barangnya ke sembarang arah sampai-sampai ruangannya sangat berantakan..
" kamu dimana sayang apa anak kita sudah lahir apa dia anak yang sangat cantik atau dia anak yang sangat tampan aku sangat merindukanmu kembali lah aku mohon " ucap Dave lirih sambil menangis meraung..
kesedihannya sangat jelas terlihat dimatanya dimana seseorang yang terkenal sangat kejam hari ini pria bengis itu menangis tersiksa...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
happy reading guys 😉😉
banyak yang nanya kapan thor Jesi dan Dave ketemu.? Sabar dong masa author skip ke beberapa taun kemudian dan belum tentu mereka juga ketemu jadi sabar ya readers ikutin ajh alurnya 😁😁
note : takut ada yang nanya thor ko enam bulan harusnya sembilan bulan saat Jesi pergi author jelaskan ya Jesi pergi kandungannya sudah menginjak tiga bulan author antisipasi takut ada yang nanya begini 😁😁