My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Double Chapter



setiap hubungan pasti ada saja halangan dan cobaan seperti sekarang, hubungan Jesi dan Dave sudah membaik tapi hubungan Jino dan Raisa yang sedang ada masalah karena kesalah pahaman..


Jino yang datang ke kediaman Jesi dan Dave dengan wajah lesu dan tidak ada semangat sama sekali..


" Ana " panggil Jino


Jesi yang sedang melihat anak-anaknya yang sedang bermain harus kaget melihat keadaan Jino..


" loh Jino kamu kenapa " tanya Jesi


" tolongin aku " ucap Jino sambil duduk dibawah bersama Daniel..


" tolongin apa " tanya Jesi heran


" tolongin bujuk Raisa agar gak marah lagi sama aku udah dua hari ini dia cuekin aku tolong lah, gak lucukan kalo pas kita nikah masih marahan " ucap Jino


" emang ada apa sih kok bisa Raisa marah sampai segitunya " tanya Jesi


" nih semua ini gara-gara nih anak bilang yang gak-gak padahal pas waktu itu aku makan siang sama client " ucap Jino


" emang Daniel ngomong apa " tanya Jesi ke


Daniel


" Niel cuma bilang kalo papi angkat makan sama tante-tante gth doang kok itu mah papi ajh lebay " ucap Daniel


" kamu tuh ya bisa-bisanya bilang papi lebay ini tuh semua salah monster kecil ini anak siapa sih kamu ini " ucap Jino sambil mengacak rambut Daniel


" jauhkan tangan kau dude " ucap Dave dingin


" pantes anaknya monster ayahnya lebih serem " ucap Jino


" apa kau bilang " ucap Dave


" udah-udah gak usah berantem, terus Jin dimana sekarang Raisa " tanya Jesi


" dia lagi ada praktek di rumah sakit " ucap Jino


" ya sudah nanti aku coba bicara sama Raisa mending kamu pulang dan mandi bersihin tuh badan kamu baju sampai lusuh gth " ucap Jesi


" ya udah aku balik ya makasih Ana sayang " ucap Jino sambil tersenyum..


" gak usah sayang-sayangan pergi sana nyampah ajh " ucap Dave marah


" marah-marah trus cepet tua tau rasa tapi.. udah tua juga sih " ucap Jino sambil tertawa dan pergi


" brengsek " ucap Dave


Jino pun pergi dari kediaman Jesi dan Dave..


" jangan marah-marah gak baik buat kesehatan " ucap Jesi


" aku gak suka dia panggil kamu sayang cuma aku yang boleh " ucap Dave


" iihh Daddy lebay sama kaya papi angkat " ucap Daniel


" nih anak setan ikut-ikutan ajh " ucap Dave sambil mendusel ke perut Daniel sampai-sampai Daniel sakit perut karena ketawa..


Jesi yang melihat itu sangat bahagia apalagi sekarang Dave banyak sekali berubah, kebahagiaan yang dulu dia gak rasakan sekarang malah lebih bahagia dari perkiraannya..


sedangkan disisi lain Raisa yang sedang sibuk karena banyaknya pasien yang kontrol membuat dirinya, sedikit bisa mengalihkan pikirannya dari masalah yang sedang menimpa hubungannya sama Jino dan juga pernikahaannya yang tinggal menghitung hari..


sudah dua hari dia tidak berhubungan dengan Jino sebenarnya Raisa tau kalo perempuan yang dimaksud Daniel waktu itu pasti client Jino, tapi Raisa ingin tau seberapa seriusnya Jino menginginkan hubungan ini dia tidak ingin setelah adanya pernikahan akan ada perceraian..


Raisa tau di setiap hubungan pasti ada masalah begitupun dengan hubungannya dan Jino, Raisa sudah berkaca dari masalah sahabatnya dia tidak ingin kalo hubungannya dan Jino akan seperti jalan cerita sahabatnya yang bisa benar-benar bersatu setelah empat tahun lamanya..


Raisa yang mendapat panggilan dari sahabatnya sudah mengira apa maksud Jesi memanggilnya Raisa pun mengangkat panggilan dari Jesi..


" Hallo Jes " ucap Raisa


bukan Jesi yang berbicara melainkan Daniel dengan suara khas anak-anak Daniel pun berbicara..


" mami ini aku Niel bukan Mommy " ucap Daniel


" loh kirain mami, Mommy kamu yang nelepon " ucap Raisa


" gawat kenapa bicara pelan-pelan " ucap Raisa


" mi tadi papi kesini bikin kekacauan dan sekarang papi sama Daddy lagi berantem " ucap Daniel


" APA.. ko bisa lalu Mommy kamu kemana, kenapa kamu yang memanggil mami " tanya Raisa ikutan panik juga..


" Mommy lagi nenangin baby J cepetan mi dateng Niel pusing liatnya " ucap Daniel


" ya udah mami kesana sekarang " ucap Raisa


panggilan pun berakhir Raisa pun bergegas membereskan barang-barangnya sedangkan dikediaman Dave mereka hanya duduk santai..


" beres " ucap Daniel sambil tersenyum dan memberikan kedua jempolnya...


" nah gth dong itu namanya anak papi " ucap Jino


" gak usah ngaku-ngaku disini gak ada produksian kamu " ucap Dave


" dikira susu kali di produksi " ucap Jino meledek


" Mommy baby J mana " tanya Daniel


" tadi di bawa sama mba ke kamar " ucap Jesi


" ya udah aku ke atas dulu " ucap Daniel


" iya sayang " ucap Jesi


Daniel pun pergi meninggalkan orang-orang dewasa itu..


hanya menunggu setengah jam akhirnya Raisa pun sampai di mansion Dave dengan tergesa-gesa tapi kenyataannya semua baik-baik saja dan Raisa melupakan sesuatu yang dimana disana banyak bodyguard, kalo memang mereka berkelahi pasti ada yang memisahkan mereka Raisa sedikit menyesali tingkah bodohnya ini..


" Sa kamu sudah datang " ucap Jesi


" hemm kok kalian gak jadi berantemnya " tanya Raisa


" sayang aku mohon jangan diemin aku kaya gini pernikahan kita lusa loh masa pengantinnya marahan kan gak seru " ucap Jino


Dave yang melihat tingkah Jino hanya menggelengkan kepalanya untungnya dulu dia gak seperti ini..


" bener Sa kamu harus fikirin baik-baik kalian akan nikah gak baik marahan sampai hari H " ucap Jesi


" aku gak marah cuma kecewa ajh kenapa harus kejadiannya seperti ini " ucap Raisa


" kamu tuh salah paham itu tuh client aku sebelum ketemu dia aku juga sudah kasih tau kamu kalo clientnya itu perempuan " ucap Jino


" iya tetep ajh aku kesel, coba kamu bayangin Jes kalo itu terjadi sama Dave dia makan sama perempuan lain walaupun itu hanya client " ucap Raisa


" kamu nanya sama aku yakin " tanya Jesi yang ditanggapi anggukan oleh Raisa


" kalo Dave sampai kaya gth aku sih gak masalah aku ngerti tapi.. " ucap Jesi menggantung


" tapi apa sayang " tanya Dave


" tapi kamu juga harus relain aku makan bersama kolega rumah sakit termasuk laki-laki yang tampan dan masih muda gak apa-apa cuma makan di kantin rumah sakit juga " ucap Jesi


" jangan macam-macam aku gak akan ijinin itu, jangan harap kamu bisa makan siang dengan kolega rumah sakit, James mulai sekarang kalo ada client perempuan kau dan Jo yang handle " teriak Dave marah


" so gimana Sa siapa yang disini yang gak rela " ucap Jesi sambil tersenyum puas


" oh kalo gth aku juga bakalan makan sama kolega rumah sakit lumayan cuci mata " ucap Raisa


" apa-apaan gak ada ya jangan harap nanti aku balikin tuh mata mereka " ucap Jino


" dasar psycho " ucap Raisa


" dia tuh yang psycho " ucap Jino sambil menunjuk ke arah Dave


Dave yang ditunjuk hanya menggedigan bahunya hal semacam ini sekarang sudah biasa diantara mereka, mereka yakin kalo Dave gak akan menyakiti orang-orang terdekatnya apalagi itu orang terdekat istri yang begitu dia cintai..


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


Happy reading guys 😉😉