
Chapter 38
Kehidupan baru yang di jalani Jesi sangat-sangat bahagia selain kandungan yang sangat sehat dia pun menikmati berperan sebagai seorang ibu walaupun Jesi sesekali sangat merindukan Dave tapi Jesi harus kuat dia juga harus terus bahagia biar kandungannya berkembang dengan baik..
Jesi walaupun tidak kuliah tapi dirinya selalu membaca buku-buku tentang kedokteran yang selalu di bawa oleh sahabatnya dan Jino seperti sekarang mereka bertiga lagi berkumpul di ruang keluarga mereka menikmati quality time seperti keluarga yang lain disini mereka membeli rumah mini malis cukup buat mereka di negara tirai bambu ini sangat biasa atau lumrah kalo perempuan dan laki-laki hidup bersama dalam satu atap beda dengan negara kita masih menyongsong adat istiadat dan norma-norma agama..
" Ana apa kamu mengerti dengan masalah ini " tanya Jino
" mana aku liat " ucap Jesi
Jino pun bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Jesi kehamilan yang sudah membesar membuat Jesi susah untuk bergerak..
Jino pun memberikan laptopnya disini Jino membuka kafe internet dia menyediakan banyak komputer karena di kota ini kebanyakan remaja datang ke kafe internet untuk memain games karena kebanyakan games online di buat oleh negara Panda ini..
" oh ini biar aku kasih perangkat dulu ya soalnya ini sama kaya sistem yang minggu lalu aku retas " ucap Jesi
" tapi ini susah untuk masuk ke sistemnya soalnya ada kode rahasia " ucap Jino
" emang sih adduuhh " ucap Jesi mengaduh kesakitan di perutnya..
Raisa yang melihat wajah Jesi yang pucat jadi khawatir begitu juga dengan Jino dia langsung meletakkan laptopnya di meja..
" Jes kamu gak apa-apa " tanya Raisa
" An apa perut kamu sakit " ucap Jino khawatir
" gak apa-apa ini udah biasa dia selalu menendang sangat kuat " ucap Jesi sambil mengelus perutnya..
" sepertinya anak kamu gak mau kalo ibunya di deketin sama laki-laki lain " ucap Raisa
" kenapa dia sampai gak suka aku kan bakalan jadi papi angkatnya " ucap Jino kesal
" udah-udah jangan berantem kalian tuh ya anak aku ajh belum lahir kalian sudah memutuskan untuk jadi orang tua angkatnya terus aku harus di panggil apa nanti sama anak aku " ucap Jesi pura-pura sedih..
" oh ya kamu mau di panggil apa sama anak kamu " tanya Raisa
" gimana kalo Mommy ajh " ucap Jino
" boleh tuh kaya bule-bule gth " ucap Raisa
" terserah kalian saja aku mau ke kamar mau istirahat " ucap Jesi
" ya udah mending kamu istirahat jangan lupa minum vitaminnya " ucap Raisa yang di tanggapi anggukan sama Jesi..
Jesi pun masuk ke dalam kamarnya dia pun duduk di atas ranjangnya sambil melihat matahari yang sebentar lagi akan tenggelam di balik kaca jendela rumahnya sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit..
sambil tersenyum Jesi berucap " kalo aku di panggil Mommy maka Dave akan di panggil Daddy tapi sayang kita tidak bisa bersama " gumam Jesi lirih
dan sampai saat ini Jesi memutuskan semua koneksi dengan Dave dan menghapus jejaknya agar Dave tak bisa menemukannya walaupun suatu saat nanti mereka pasti akan bertemu dengan keadaan yang sangat berbeda..
Jesi pun membaringkan badannya matanya sangat berat akhirnya Jesi pun terlelap tidur menuju alam mimpinya Raisa maupun Jino tak pernah membahas tentang Dave karena mereka sudah tau masalah yang di hadapi Jesi awalnya Jino sangat marah saat tau kelakuan Dave dan Jesi terpaksa mengalah agar Dave bahagia dan Jesi memutuskan untuk membesarkan anaknya seorang diri tapi saat Jino mengetahui itu Jino memutuskan untuk pergi bersama kedua wanita yang akan memulai dari awal kehidupannya di negri orang dan sekarang disini lah mereka..
saat Jino mau pergi ke itali untuk kembali ke negara orang tuanya Jino tak sengaja melihat Jesi dan Raisa duduk di kursi tunggu tanpa basa basi Jino pun menghampiri Jesi dan Raisa di sana Raisa dengan fokus memainkan ponselnya sedangkan Jesi sedang fokus ke laptopnya..
" Ana kau disini kalian mau kemana " tanya Jino
Jesi dan Raisa yang mendengar sapaan dari Jino langsung menatap Jino sebentar lalu fokus lagi dengan kesibukan masing-masing..
" ada apa Jin " tanya Jesi
" gak ada apa-apa sih cuma heran ajh melihat kalian berdua disini apa kalian mau berlibur " tanya Jino
" tidak " ucap Jesi singkat
" kami akan tinggal di luar negri " ucap Raisa
" ko bisa emang ada apa " tanya Jino
" kamu kenapa cerewet sekali mana kepo sama kehidupan orang " ucap Raisa ketus
" wajarlah sikap kaya gini sangat dejavu untukku karena dulu Ana pun sama ingin menghindariku dia sampai-sampai harus pergi ke negaranya sendiri meninggalkan aku di Milan " ucap Jino
" jangan bilang kau mau menghindari Dave " tanya Jino
Jesi maupun Raisa hanya diam tak banyak bicara apa yang di ucapkan oleh Jino memang benar dirinya pernah pergi meninggalkan Jino sendiri di Milan dan sekarang dirinya juga harus meninggalkan Dave sendirian di Indonesia..
" An semua masalah bisa kita bicarakan baik-baik jangan seperti ini " ucap Jino
" gak bisa Jin aku harus pergi " ucap Jesi lirih
akhirnya Jesi pun menceritakan semuanya Jino awalnya sangat marah tapi saat melihat mimik wajah Jesi yang sendu dia meredam semuanya..
" baiklah aku akan ikut dengan kalian ke negara dimana kalian tinggal aku tidak akan membiarkan kalian hidup berdua di negara orang kita bisa membeli rumah untuk kita bertiga " ucap Jino
" gak usah Jin kita bisa hidup berdua kita akan beli satu apartment buat kita tinggal " ucap Jesi
" kalo kamu tidak mengijinkanku ikut aku akan memberitahukan kepada Dave kalo kau pergi ke Beijing " ancam Jino
mau tidak mau Jesi dan Raisa mengiyakan keinginan Jino dan akhirnya sekarang mereka bertiga hidup diatap yang sama sebagai keluarga baru..
flashback off..
bonus visual Dave dan Jesi..
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
Happy reading guys 😉😉