
Chapter 19
Jesi merasa lift terlalu lamban atau dirinya yang tak ingin lama-lama dengan seseorang yang selama ini tak ingin dia temui..
dengan muka datarnya Jesi memainkan smartphone nya tingkah Jesi tak luput dari perhatian pemuda tampan yang berada di sebelahnya..
" jangan natapku seperti itu " ucap Jesi dingin
" kau masih sama seperti dulu dingin dan itu mukamu sedikit saja tersenyum " ucap Jino
" suka-suka aku lah " ucap Jesi sinis
" jangan terlalu jutek nanti gak ada yang mau loh dan tua belum waktunya " ucap Jino sambil tersenyum
" bodo " ucap Jesi singkat
" ana " panggil Jino
Ya Jino dari dulu memanggil Jesi tidak seperti yang lain dia memanggil nama Jesi dengan nama belakang Jesi yaitu Anastasya atau singkatnya dengan sebutan Ana..
Jesi yang berasa namanya di panggil seseorang yang tidak bukan adalah Jino siapa lagi yang akan memanggil nama belakangnya kalo bukan laki-laki tampan tapi dingin menoleh ke arah sampingannya seketika mata mereka bertemu mata yang sama-sama beradu tapi raut wajah mereka yang sama-sama datar dan dingin..
" ada apa " ucap Jesi dingin tapi matanya masih menatap pemuda disampingnya..
" kau ikut lomba " tanya Jino
" gak " ucap Jesi sambil fokus lagi ke smartphone nya..
Jino yang mendapat jawaban singkat Jesi hanya mengangguk nganggukan kepalanya dia paham apa yang di cemaskan oleh gadis itu..
" kenapa kamu takut kalah lagi " ucap Jino sambil tersenyum mengejek..
Jesi yang melihat senyuman mengejek dari Jino hanya mendelik kesal dia bukannya gak mau tapi posisi dia sekarang berbeda selain dia harus fokus dengan kuliahnya dia juga harus siap menerima konsekuensinya dimana saat Dave tau kalo dirinya seorang hackers..
" apa kau takut kalau kekasihmu tau siapa kamu sebenarnya " ucap Jino seketika Jesi menatap tajam...
" gak usah sok tau " ucap Jesi ketus
" aku tau semuanya tentang kamu dulu kamu tinggal di salah satu unit apartemen disini tapi sekarang kau tinggal dengan seorang pembisnis alias Milioner muda " ucap Jino
Jesi yang mendengar itu terasa harga dirinya di rendahkan emang benar sekarang dia tinggal dengan Dave sang Milioner muda tapi itu bukan ke inginannya..
Jino yang melihat raut wajah Jesi yang berubah sendu menjadi tidak enak hati dulu gadis disampingnya itu pernah mengisi ke kosongan di hatinya sampai waktu dimana mereka di haruskan berpisah dengan kesalahan yang sangat fatal disebabkan oleh Jino..
" sorry aku gak bermaksud merendahkanmu " ucap Jino
sebelum Jino melanjutkan lagi ucapannya pintu lift sudah terbuka dan Jesi langsung keluar tapi tangannya dicekal oleh Jino..
" Ana ikut lah kompetisi itu kalo kau takut ada yang mengenalimu pakai ini " ucap Jino sambil memberikan paper bag..
" tapi An.." ucap Jino yang terpotong oleh deheman seseorang..
Jesi dan Jino yang mendengar deheman dari seseorang langsung menoleh ke arah belakang tak disangka sudah berdiri seorang pemuda tampan yang tak lain adalah Dave Jesi yang melihat itu sangat terkejut beda dengan Jino dia hanya tersenyum menyeringai melihat pemuda itu..
" lepaskan tangan kotormu dari kekasihku " ucap Dave datar..
" siapa kekasihmu dia " ucap Jino sambil menunjuk ke arah Jesi, Jesi yang mendapat tunjukan dari Jino langsung melototkan matanya ke arah Jino dan Jino yang mendapat perlakuan itu hanya terkekeh geli..
" sini " ucap Dave sambil menarik pergelangan tangan Jesi..
" hey bung pelan-pelan kau kasar sekali sama perempuan dan ya satu lagi kau bilang tanganku kotor " ucap Jino sambil melihat tangannya lalu beralih menatap sinis Dave lalu menyeringai Jesi yang melihat itu tidak heran karena sering dia melihat seringai an itu dari Dave lalu Jino melanjutkan lagi ucapannya " kau tidak mengaca tangan siapa yang lebih kotor " ucap Jino sinis
Dave yang mendengar itu langsung mengepalkan tangannya dan yang satunya lagi mengeratkan cekalannya ditangan Jesi, Jesi yangendapat perlakuan itu hanya mengerenyitkan dahi menahan sakit di pergelangan tangannya..
" mending kau lepaskan genggamanmu itu kasian Ana kesakitan " ucap Jino dingin
" Ana " ulang Dave karena berasa asing dengan nama itu lalu Dave melihat ke arah samping melihat gadisnya menahan sakit di pergelangan tangannya sontak membuat Dave melepaskan cekalannya..
" iya dia Jesica Anastasya alias Ana " ucap Jino sambil tersenyum simpul ke arah Jesi..
Dave yang mendengar itu jadi geram dan secara tiba-tiba Dave memukul wajah Jino sampai Jino tersungkur di lantai dan membuat Jesi teriak kaget melihat itu..
" kau jauhi gadisku kalo tidak aku bunuh kau " ucap Dave marah dan pergi meninggalkan Jino yang masih di lantai sambil menarik tangan Jesi..
Jino yang melihat itu hanya tersenyum kecut melihat pemandangan itu dia masih memegang wajah tampannya yang mendapat jeckpot dari seorang Devano Davidson sang rival..
" ternyata seram juga orang yang lagi cemburu " gumam Jino lirih lalu dia bangkit dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir disana...
cast pemain...😉😉
Devano Davidson..
Jesica Anastasya..
Jino Marcellino..
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😉😉
happy reading guys 😉😉