My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Extra Chapter 1



sembilan bulan kemudian...


Kehidupan setelah menikah membuat hidup Dave sangat bahagia dimana keluarga utuh yang dulu ia harapkan sekarang sudah terwujud dengan datangnya Jesi di kehidupannya ditambah sekarang dengan adanya anak diantara mereka kini Daniel yang sekolah di haigh schools international dimana sebelum dia dan Jesi pindah kembali ke Indonesia Dave sudah mendirikan sekolah khusus kanak-kanak agar kelak anaknya tidak perlu sekolah di tempat orang lain..


ditambah sekarang Jesi sudah hamil anak kedua dan sebentar lagi akan melahirkan rasa bahagia menyelimuti hati Dave karena dia selalu antusias kalo Jesi sedang mengidam sesuatu..


hari sudah hampir siang waktunya Daniel pulang sekolah selalu ada ajh yang dikeluhkan anak itu saat pulang sekolah seperti sekarang ini dia uring-uringan gak jelas..


" Mom " teriak Daniel


" ada apa hemm pulang sekolah bukannya langsung mandi malah loncat-loncat di sofa sambil teriak-teriak mau tenggorokannya sakit " ucap Jesi


" Mom aku gak mau sekolah disana " ucap Daniel merengek


" kenapa hemm " ucap suara barinton dari belakang tubuh Jesi yang tak lain adalah Dave..


Dave yang berjalan sambil membawa susu ibu hamil untuk istrinya gendang telingannya harus sakit karena teriakan anak laki-lakinya..


" Dad aku mau pindah sekolah aku gak mau disana " ucap Daniel


" kalo bicara yang sopan Niel sambil duduk bukannya sambil loncat-loncat nanti jatuh tau rasa kamu " ucap Jesi


" sabar sayang kasian baby nya " ucap Dave sambil memberikan susu untuk Jesi dan mengusap perut buncit sang istri..


Daniel yang melihat sang Daddy mengelus perut sang Mommy jadi bingung..


" kamu kenapa mukanya ko kaya orang bingung gth " tanya Jesi heran melihat anak sulungnya selalu linglung kalo melihat perutnya yang besar..


" Mom apa disana ada dede bayi " tanya Daniel dengan wajah lucunya..


" iya sayang disini kan ada adik kamu " ucap Jesi


" apa dede bayi gak sesak nafas tinggal disana " ucap Daniel sambil duduk dan memakan biskuit yang Dave sodorkan..


" iya gak lah sayang buktinya dede bayi sebentar lagi keluar " ucap Jesi


" dan aku jadi abang ganteng " ucap Daniel sambil tersenyum lucu membuat Jesi ikut tersenyum


" alah maunya di panggil abang ganteng tapi sekolah ajh ngeluh terus " ucap Dave meledek


" oh iya Niel lupa aku mau pindah ajh Dad apa-apaan sekolah ko begitu " ucap Daniel


" gth gimana " tanya Jesi heran


" iya gth masa ya Mom tiap hari kita tuh nyanyi-nyanyi gak jelas terus lagi anak-anak yang lain malah pada main bukannya belajar ada juga yang nangis mana kenceng lagi nangisnya bikin kuping Niel sakit " gerutu Daniel


" iya namanya juga playgroup sayang ya begitu sekolahnya " ucap Jesi


" aku gak mau aku mau pindah ajh kalo gini terus kapan Niel pinternya trus kapan Niel besarnya sekolah ajh kaya gini gimana sih Dad diriin sekolah ko gak jelas " ucap Daniel kesal


" ya ampun dia anak siapa sih sayang ko pinter banget ngomongnya padahal umurnya baru lima tahun kurang dua bulan tapi ngomongnya kaya anak yang udah dewasa " bisik Dave


" kamu ini itu bibit kamu " ucap Jesi pelan


" Dad ngapain deket-deket Mommy mulu gak kerja ini udah siang loh nanti perusahaannya banyak tikusnya loh kalo sering ditinggal " ucap Daniel


" enak ajh perusahaan Daddy bersih ya gak ada tikus " ucap Dave


" masa sih " ucap Daniel sambil menggaruk kepalanya yang gak gatal


" iya lah kan setiap hari ada yang bersihin jadi gak bakalan ada tikus " ucap Dave


" wah hebat juga ya coba Daddy pinjemin orang yang suka membunuh tikus itu ke gedung KPK " ucap Daniel


ucapan Daniel sontak membuat Jesi dan Dave sangat kaget darimana anak itu tau tentang semua itu..


" sayang kamu tau darimana kata-kata itu " tanya Jesi


" oh itu dari tv kemaren saat Daddy nonton Niel juga nonton tapi Dad tikus itu apa sih dan KPK itu apa " tanya Daniel


" iihh Mommy " rengek Daniel


Jesi pun membawa Daniel ke kamarnya agar anak itu mandi lalu makan dan tidur siang anak itu akan terus mengoceh gak jelas kalo terus-terusan diajak bicara..


" itu anak dewasa belum waktunya " gumam Dave sambil menghela nafas panjang melihat tingkah anak sulungnya..


tiba-tiba smartphone Dave berdering dan terlihat nama James di layar kaca smartphone nya Dave pun langsung menekan tombol berwarna hijau..


" hallo " ucap Dave datar


" hallo tuan maaf mengganggu saya mau memberikan kabar buruk untuk anda " ucap James di sebrang sana..


" ada apa James " ucap Dave


" maaf tuan.. tuan Rossi sudah melancarkan aksinya sekarang target dia adalah perusahaan kita yang berada di hongkong " ucap James


" apa semua sistem sudah dilacak oleh Jo " tanya Dave


" semua sistem sudah Jo lacak dan dugaan kita selama ini benar tuan Rossi berniat menghancurkan anda dari perusahaan yang anda kelola di luar negri dan dia mengincar perusahaan yang ada di hongkong karena penghasilan di hongkong lebih besar dari perusahaan di negara lain " ucap James


" brengsek... awasi dia kalo dia melewati batas siap-siap kita akan menyerang dengan cara apapun awasi terus jangan sampai lengah " ucap Dave


" baik tuan.. tuan " ucap James menggantung


" ada apa kalo bicara jangan setengah-setengah kalo lidahmu tidak ingin aku potong " ucap Dave marah


" maaf tuan saya mau menyampaikan yang lebih penting selain ancaman di perusahaan ternyata tuan Rossi juga selama ini mengincar istri anda nyonya Jesi tuan " ucap James


seketika amarah yang dia tahan tak bisa dia kendalikan saat ada orang yang ingin merebut separuh jiwanya dari sisinya..


" brengsek " teriak Dave sambil membanting smartphone nya ke dinding membuat Jesi yang melihat itu sangat kaget walaupun sudah terbiasa dengan sifat Dave yang mudah tersulut emosi tetap saja ada ketakutan di diri Jesi dimana dia tau kalo sang suami ada psycho berdarah dingin..


" sa..sayang " ucap Jesi pelan dan takut


suara lembut dari sang istri membuat Dave memutar kan badannya menjadi menghadap sang istri terlihat jelas di wajah dan mata sang istri kalo saat ini Jesi sedang tidak baik-baik saja mungkin dia takut melihat Dave emosi..


" sayang kau tak apa ada yang sakit kenapa wajah kamu sangat pucat " tanya Dave khawatir


dari mimik wajah yang tadinya emosi seketika menjadi wajah yang penuh dengan rasa ke khawatiran membuat Dave sangat takut terjadi sesuatu terhadap istri dan anaknya..


" aku gak apa-apa, apa ada masalah " ucap Jesi


" ada sedikit masalah di perusahaan " ucap Dave


" terus bagaimana apa sudah menemukan titik terang " tanya Jesi


" belum sayang Jo dan James lagi berusaha mencari celah " ucap Dave


" baiklah kalo gth aku mau istirahat " ucap Jesi


" baiklah sayang ayo aku antar ke kamar apa Daniel sudah mandi dia belum makan kenapa dia tidak keluar kamar " tanya Dave


" tadi setelah mandi dia langsung tidur katanya ngantuk biar saja nanti pas bangun dia suruh makan " ucap Jesi


" ya sudah sekarang Mommy sama dede bayinya yang tidur siang biar Daddy temenin " ucap Dave


Dave pun berbaring di sebelah Jesi sambil memeluk sang istri dan mengusap perut buncit sang istri ada rasa takut saat dirinya jauh dari sang istri dan anaknya..


" gimana aku mau cerita kalo situasinya seperti ini " ucap Jesi dalam hati


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


Happy reading guys 😉😉


akhirnya extra part di up juga ini baru awal ya para readers makasih udah mau nunggu semoga suka.. 😁😁