
Chapter 42
Hari berganti hari Bulan berganti bulan Tahun berganti tahun tak terasa Jesi sudah hampir lima tahun tinggal di negara orang keberhasilannya dalam pendidikannya dia ciptakan hanya rentan waktu tiga tahun saat anaknya lahir Jesi sudah mengikuti kuliah di bidang kedokteran kesuksesanya sebagai dokter ahli bedah nama Jesi cukup terkenal di bidang kedokteran dia selalu di undang di kampus-kampus terkenal sebagai mutivator..
dan jangan lupa kesuksesannya juga bukan hanya dalam segi pendidikan dan pekerjaan tapi dia juga sukses jadi ibu tunggal untuk anak semata wayangnya yaitu Daniel Alexander's Davidson dia tumbuh menjadi anak yang sangat pintar di usianya dan jangan lupa gen dari ayahnya yaitu ketampannya banyak sekali ibu-ibu di sekolahan anaknya berbondong-bondong untuk menjodohkan anaknya dengan Daniel walaupun Daniel masih Tk kepintaran dia diatas rata-rata anak sebayanya..
" Mommy " teriak Daniel saat dia pulang sekolah dan kebetulan Jesi sedang tidak bekerja..
" yes son kenapa hem " ucap Jesi
" Mom kau pulang " tanya Daniel senang
" kenapa kau tak senang, pulang sama siapa tadi " ucap Jesi
" aku seneng banget Mommy ada di rumah aku tadi pulang sama Mrs Zaong Lin " ucap Daniel dengan nada khas anak-anak..
" kau nakal tidak di sekolah " tanya Jesi saat mereka sudah ada di kamar Daniel..
kamar yang dulu hanya ada box bayi sekarang terganti oleh ranjang mini bersprei bergambar Minion foster-foster yang dulu tergantikan dengan foster bergambar Minion dan mainan khas lelaki tapi kebanyakan mainan Daniel adalah Minion setiap koleksi Minion yang dia punya berpreasi karena dia punya banyak dari versi dulu sampai yang terbaru...
" tidak Mommy kata Mrs Lin Daniel sebenarnya sudah bisa masuk sekolah Dasar " ucap Daniel
" masa ko bisa Mrs Lin bilang gth " tanya Jesi pura-pura padahal dia tau kalo anaknya itu sangat berbeda dari anak sebayanya..
" iya Mommy aku di sekolah di juluki anak jenius padahal aku kan anak Mommy dan anak angkat mami Raisa dan papi Jino " ucap Daniel polos
Jesi yang mendengar kepolosan anaknya itu hanya tersenyum sambil mengelus kepala anaknya..
" sayang kamu makan apa nanti Mommy bikinin " tanya Jesi
" aku mau sop ayam sama perkedel kentang di tambah sosis panggang " ucap Daniel polos
" kamu gak bosen makan itu terus gak mau makan yang lain " ucap Jesi lembut
" aku suka makanan itu Mom " ucap Daniel
" ya sudah kamu kerjakan dulu tugas rumahmu Mommy mau keluar mau masakin makanan kesukaan anak tampan Mommy " ucap Jesi kepala kecil itu hanya mengangguk..
Jesi pun meninggalkan Daniel sendirian dan berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makanan kesukaan Daniel dia tidak pernah memakan makanan yang lain bukannya tidak suka tapi katanya makanan yang lain tidak ada rasanya emang aneh anaknya itu lahir dan tumbuh di negri orang yang mayoritasnya hanya makan bapau sama dimsum tapi anaknya sama sekali tidak menyukai makanan khas negri itu..
Jesi pun dengan telaten membuat makan siang buat anaknya sop ayam yang dia masak sudah selesai begitu juga dengan perkedel kentangnya tinggal sosis bakarnya Daniel tidak tanggung-tanggung kalo meminta sosis dia selalu minta banyak..
kaki kecil yang sedang berjalan terdengar di indra pendengar Jesi dia pun menoleh ke belakang terlihat anaknya yang sedang berjalan dengan pakaian casual kaos dan celana pendeknya tak lupa tangannya dia masukan ke dalam saku celananya sekilas wajah anaknya sangat mirip dengan Dave walaupun wajah anaknya sangat mirip dengan dirinya tapi gen Dave lebih kental berada di tubuh anaknya..
" iya sayang kamu duduk dulu nanti Mommy bawa ke sana " ucap Jesi
Daniel pun duduk di karpet depan televisi sudah kebiasaan kalo Daniel makan akan sambil menonton kartun kesukaannya walaupun kartun itu ber bahasa China tapi Daniel sudah mengerti malahan lebih fasih dari dirinya, Raisa, dan Jino..
" sayang ini makanannya dan ini sosis bakar dan saos tomat dan mayonesnya " ucap Jesi
Daniel pun makan tanpa disuapi dia tidak ingin di manja oleh Jesi maupun kedua sahabatnya dia akan bilang kalo dirinya sudah besar lucu emang mendengar ucapan itu dari anak usia empat tahun yang baru masuk taman kanak-kanak..
saat mereka lagi asik menikmati kebersamaan tiba-tiba Jino pulang..
" siang semua " teriak Jino
" siang juga Jin tumben pulang masih siang ini " ucap Jesi
" iya aku takut kalo baby boy sendirian di rumah " ucap Jino sambil tersenyum
" papi aku udah besar " ucap Daniel sambil cemberut makanan yang dimulutnya menambah kesan sangat menggemaskan..
" sayang telan dulu makanannya sebelum kamu ngomong nanti keselek " ucap Jesi
" Mommy aku gak suka papi angkat masih manggil aku baby boy aku kan dah besar sudah sekolah juga " ucap Daniel merengek
" iya-iya nanti Mommy bilangin kamu lanjutin makannya lagi pelan-pelan " ucap Jesi
Jesi pun menghampiri Jino yang sedang makan..
" Jin aku mau ke rumah sakit sore nanti kamu bisa kan jagain Niel " ucap Jesi
" iya bisa ko nanti aku bawa dia ke tempat kerja " ucap Jino
" thanks ya " ucap Jesi yang di tanggapi anggukan sama Jino..
Jesi pun menghampiri anaknya kembali dan menemani anaknya makan dan nonton Jesi mereasa kebahagiaannya sudah cukup dia tak ingin yang lain walaupun dalam hatinya dia sangat merindukan sosok Dave..
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
happy reading guys 😉😉
jangan lupa baca juga novel author yang berjudul My Perfect Boyfriend makasih 😊😊🙏