My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Kecelakaan



Chapter 48


Jesi yang sudah selesai jam kerja lalu bersiap-siap untuk pulang dan ya soal dia akan ke Indonesia untuk prihal pekerjaan dia sudah menyutujuinya dan sekitar dua bulan lagi dia akan berangkat ke negri asalnya..


" dok sudah mau pulang " ucap suster Liliana


" iya Mrs jam kerja saya sudah berakhir apa anda akan pulang juga " tanya Jesi walaupun ada nada datar di pertanyaannya..


" tidak dok saya baru saja jadwal sift saya " ucap Liliana


" baiklah saya permisi " ucap Jesi


" baik hati-hati di perjalanan " ucap Liliana yang di tanggapi anggukan kecil oleh Jesi..


Jesi pun berjalan menuju parkiran rumah sakit untuk mengambil mobilnya setelah itu dia pun melajukan mobilnya jalanan cukup ramai karena hari sudah menjelang malam karena rumah sakit yang jadi tempat bekerjanya itu di pusat kota jadi tak heran kalo kecelakaan di daerah sana sering terjadi..


saat Jesi sedang fokus kejalanan dia sangat kaget saat mobilnya menabrak mobil yang berhenti mendadak ternyata di depan sedang ada kecelakaan beruntun dan mobilnya termasuk ke dalam kecelakaan itu tidak sempat mengelak mobil Jesi sudah di tabrak oleh mobil di belakangnya membuat kepala Jesi terbentur keras ke arah setir membuat kepalanya berdarah Jesi berusaha untuk bisa terjaga walaupun darah sudah keluar dari keningnya..


saat Jesi sedang mencoba mempertahankan kesadarannya tiba-tiba smartphone nya berbunyi Jesi mencoba merogoh smartphone nya di dalam tas kerjanya ternyata sahabatnya yang memanggil Jesi mencoba menetralkan suaranya agar sahabatnya tidak panik Jesi pun menekan tombol hijau untuk menjawab..


" hallo " ucap Jesi


" hallo Jes kamu masih dimana " tanya Raisa


" aku lagi di jalan ada apa " ucap Jesi


" syukurlah kalo kau sudah mau pulang " ucap Raisa


" ada apa Sa apa terjadi sesuatu " ucap Jesi lemah dia berusaha untuk sadar walaupun lukanya cukup parah..


" tidak apa-apa cuma Daniel sedari tadi menangis memanggil terus Mommy nya tapi Jes kamu tidak apa-apa suaramu seperti orang menahan sakit " ucap Raisa khawatir


" tidak apa-apa aku baik-baik saja bilang sama Daniel kalo aku akan segera pulang jangan nangis lagi nanti aku bawakan makanan kesukaannya tolong jaga Daniel baik-baik ya Sa " ucap Jesi sambil mematikan panggilannya..


ucapan Jesi masih terngiang di kupingnya ada nada memohon seperti orang yang akan pergi jauh Raisa membuang jauh-jauh pikiran negative nya terhadap sahabatnya dia tak ingin memikirkan yang tidak-tidak lebih baik dia membujuk Daniel agar berhenti menangis..


ditempat lain Jesi berusaha keluar dari dalam mobilnya walaupun susah Jesi terus mencoba kepalanya yang terluka membuat dirinya tidak punya tenaga banyak orang yang saling bahu membahu membantu korban kecelakaan itu banyak korban yang lebih parah darinya karena mobil yang pertama sekaligus menyebabkan kecelakaan beruntun ini terbalik dengan korban yang masih di dalam..


Jesi berlari ke arah mobil pertama itu terlihat sangat jelas kalau itu adalah mobil pengantin karena banyak sekali bunga yang menghiasi pintu dan kaca mobil itu..


pengantin wanitanya terus saja berteriak meminta tolong agar suaminya bisa di selamatkan karena sudah terlihat kalau pengantin laki-lakinya cukup parah di bagian kepala dan tangan..


" kau tak apa, apa kau bisa keluar dari sana " tanya Jesi dengan berbahasa Chinese ..


" iya aku tak apa tolong suami saya " ucap pengantin perempuan itu


" baiklah tapi saya harus membantu anda dulu keluar dan saya akan meminta pertolongan dengan orang disini agar bisa membantu mengeluarkan suamimu " ucap Jesi


" bertahanlah aku akan segera kembali " ucap Jesi lagi sambil berlari ke arah orang-orang yang sedang membantu menyelamatkan korban yang terhimpit..


" maaf bisakah kalian bantu saya buat menolong korban yang lain " ucap Jesi


" baiklah nona dimana korbannya " ucap pria muda itu


" mereka disana cepatlah saya mohon " ucap Jesi


" baiklah mari " ucap pria muda tersebut


Jesi dan ketiga laki-laki yang di mintai pertolongan oleh Jesi pun langsung berlari ke arah mobil pengantin dan membantu mereka syukurlah pengantin perempuannya tak terlalu parah lukanya karena di lindungi oleh tubuh suaminya sunghuh kisah cinta yang mengharukan..


" apa polisi dan ambulance sudah ada yang menghubungi " tanya Jesi saat dirinya memberikan pertolongan pertama kepada pengantin laki-laki setelah mereka bersusah payah membantunya keluar..


" mereka sebentar lagi sampai apa dia bisa di selamatkan dilihat dari lukanya itu sangat parah " ucap pria muda itu


" saya akan mengusahakannya untuk dia bisa terus bernafas oh ya mungkin akan lama menunggu ambulance datang pasien ini tak bisa menunggu lagi kita harus membawanya cepat ke rumah sakit " ucap Jesi


" tapi bagaimana caranya kau juga terluka cukup parah apa kau juga korban kecelakaan ini " tanya pemuda itu


" iya, jangan pikirkan saya, saya baik-baik saja mending kita cepat bawa dia ke rumah sakit dulu saya yang akan menanganinya selama perjalanan apa mobilmu salah satu dari kecelakaan ini " tanya Jesi


" bagus kalo gth kita bisa ke rumah sakit dengan mobilmu tak apa kan " ucap Jesi


" baiklah aku akan bantu " ucap pemuda tersebut


" baiklah ayo " ucap Jesi


ketiga pemuda itu menggotong pengantin laki-laki tersebut menuju arah mobilnya sedangkan Jesi mencoba memapah pengantin perempuannya yang masih syok..


" kau harus kuat untuk suamimu karena dia sudah mengorbankan hidupnya untukmu " ucap Jesi pelan


" terima kasih banyak " ucap pengantin perempuan lirih..


aksi Jesi sebenarnya di saksikan oleh seseorang, ya seseorang yang sangat merindukannya yang sangat ingin memeluknya agar tidak pergi lagi dia adalah Dave..


Dave yang habis dari pertemuannya di perusahaan cabangnya saat dirinya akan kembali ke hotelnya dia harus tercegat dengan kecelakaan beruntun yang ada di depan gak tau kenapa dia ingin sekali menghampiri kecelakaan itu sempat James mencegah tuannya tapi Dave tak mengindahkan ucapan James dia terus berjalan sampai kakinya kaku untuk berjalan lagi saat melihat seseorang yang selama ini dia rindukan sedang menolong seorang korban kecelakaan tersebut sampai akhirnya dia berlari ke arah mobilnya saat mobil yang Jesi tumpangi akan pergi..


Dave menarik supir yang mengemudikan mobilnya keluar dan dirinya masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menyusul mobil Jesi dia tidak ingin kehilangan Jesi untuk kedua kalinya sedangkan James sudah berteriak kencang tapi percuma mobil yang Dave bawa sudah melaju pergi James pun memanggil salah satu anak buahnya untuk melacak keberadaan tuannya..


sedangkan di mobil yang Jesi tumpangi Jesi terus mencoba menekan dada pengantin pria tersebut karena detak jantung sudah melemah..


" bisakah kau bawa mobilnya cepat kita tidak banyak waktu lagi dia sudah kritis bawa mobilnya ke rumah sakit Yixing Medical cepat " teriak Jesi dia tak mau menjadi dokter yang gagal karena membiarkan korbannya meninggal tanpa dia berusaha lebih..


saat mobil sudah berada di depan rumah sakit Jesi pun keluar dari dalam mobil tersebut dengan darah yang sangat banyak darahnya dan darah korban menyatu jadi satu kemeja warna putih sekarang berubah jadi warna merah karena darah luka yang ada di kepala Jesi pun masih mengeluarkan darah yang cukup banyak membuat yang melihat sangat prihatin dan khawatir..


" tolong cepat bawakan brankar dan oksigen cepat " teriak Jesi saat dirinya sudah tiba di dalam rumah sakit


orang-orang yang melihat Jesi sangat terkejut termasuk suster yang selama ini menemani operasi yang selalu Jesi lakukan..


" dokter Jesi apa anda tidak apa-apa, apa yang terjadi " ucap Liliana khawatir


" aku tidak apa-apa tolong Mrs bawakan aku brankar dan oksigen karena aku bawa korban kecelakaan " ucap Jesi


" baiklah " ucap Liliana


Jesi pun berlari kembali keluar dan membantu laki-laki tersebut saat suster Liliana dan perawat yang lain membawa brankar dan oksigen mereka cepat-cepat menggotong korban ke atas brankar Jesi langsung memasangkan oksigen ternyata detak jantungnya belum normal Jesi pun naik ke atas brankar dan menekan dada pengantin laki-laki tersebut..


" cepat dorong brankarnya kita harus bawa cepat ke ruang emergency " teriak Jesi masih setia dengan memompa dada laki-laki tersebut..


mereka yang melihat aksi Jesi sangat terharu akan dedikasi dokter muda tersebut ada juga yang kasian melihat luka yang cukup parah di kepala dokter muda tersebut dia rela mengesampingkan rasa sakitnya agar pasiennya selamat..


setelah masuk ke dalam ruang emergency Jesi yang sudah kelelahan wajahnya yang sudah pucat memilih mundur dari tempatnya dan meminta dokter lain untuk menggantikannya..


" dokter Steve terima kasih " ucap Jesi


" ini sudah kewajibanku lebih baik kau obati dulu lukamu " ucap dokter Steve


" tak apa saya akan tetap disini sampai detak jantungnya sudah normal agar saya enak menyampaikan kepada istrinya karena saya sudah berjanji untuk menyelamatkan nyawa suaminya " ucap Jesi


" kau masih sama seperti dulu kau masih mementingkan orang lain daripada dirimu sendiri " ucap dokter Steve sambil dia berusaha mengembalikan detak jantung pasien..


dan tak lama suara monitor menandakan kalau detak jantung pasien sudah kembali membuat mereka yang disana termasuk Jesi sangat lega..


Jesi pun berjalan keluar ruang emergency penampilannya sangat memprihatinkan saat dirinya keluar matanya dan mata seseorang yang sedang berdiri tak jauh darinya saling bertemu mata yang memancarkan kerinduan seseorang itu yang tak lain adalah Dave Jesi pun menetralkan pikirannya mungkin saja dia sudah berhalusinasi karena kebanyakan mengeluarkan darah Jesi pun menghampiri pengantin perempuan tersebut..


" nyonya anda harus bersabar walaupun detak jantung suami anda sudah kembali tapi dia harus menjalani operasi " ucap Jesi


" terima kasih dokter terima kasih " ucap pengantin perempuan itu sambil menangis


Jesi tak menanggapi omongan perempuan itu dunianya sudah gelap dia sudah tak bisa menahannya lagi sampai kesadarannya hilang dan dia jatuh ke lantai dengan tidak sadarkan diri membuat yang ada di sana sangat terkejut terutama seseorang yang sedari tadi melihatnya dari kejauhan dia langsung berlari sambil berteriak memanggil nama orang yang dia cintai..


" JESI " teriak Dave


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


happy reading guys 😉😉