My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Double Chapter



Hari ini kepulangan Dave perban yang menutupi luka Dave masih terpasang di dahinya..


" tuan apa anda baik-baik saja " tanya James


" saya baik James ayo jalankan mobilnya saya mau istirahat dahulu kepalaku masih sakit " ucap Dave


James pun menyuruh supir untuk menjalankan mobilnya..


mobil Dave pun melaju meninggalkan bandara dan melaju ke arah rumahnya, hanya menempuh satu jam akhirnya mobil Dave sampai di mansion milik Dave, James yang melihat tuannya tidur nyenyak tidak tega untuk membangunkan..


sedangkan Jesi yang mendengar suara mobil Dave berhenti di perkarangan halaman mansion mereka tapi kenapa Dave tidak masuk, karena penasaran Jesi pun keluar dari mansion nya dan melihat James yang setia berdiri di sebelah pintu sedangkan para bodyguard setia berbaris di dekat mobil..


Jesi pun menghampiri James dan James yang melihat itu menundukan kepalanya pertanda menghormati dan di ikuti oleh para bodyguard..


" gak usah seperti itu James aku bukan tuan kamu biasa saja " ucap Jesi


" baik nyonya " ucap James


" dimana Dave kenapa kamu sendirian trus kenapa berdiri disini kenapa gak masuk " ucap Jesi


" tuan ada di dalam mobil nyonya " ucap James


" loh kenapa gak keluar emang gak panas di dalam terus " ucap Jesi heran


" tuan ketiduran nyonya saya tidak berani membangunkannya " ucap James


" baiklah biar saya " ucap Jesi


James pun segera membuka kan pintu mobil untuk Jesi, ternyata benar Dave sedang tertidur tapi Jesi sangat kaget saat menyentuh kepala Dave karena ada perban di kepalanya, Jesi pun bertanya kepada James..


" James kenapa dengan kepala Dave kenapa ada luka " ucap Jesi khawatir


" ada kecelakaan yang menimpa tuan saat di sana " ucap James


" kenapa sampai kaya gini kalian pergi dengan keadaan baik-baik saja kenapa pulang salah satu diantara kalian ada yang terluka " ucap Jesi


" maaf nyonya saya lalai menjaga tuan " ucap James


" jangan salahin James sayang ini hanya luka kecil kamu jangan terlalu khawatir " ucap Dave


ternyata Dave sudah bangun saat Jesi menyentuh kepalanya tapi dia pura-pura memejamkan matanya dia ingin tau seberapa khawatir nya Jesi saat melihat Dave terluka ternyata tebak kannya tepat sasaran ada rasa bahagia di hati Dave..


" luka kecil apanya ini sampai di perban kaya gini " ucap Jesi marah karena Dave selalu menyepelekan luka..


" jangan marah-marah sayang aku minta maaf " ucap Dave


" terserah " ucap Jesi sambil berlalu keluar mobil, Dave yang melihat itu langsung menyusul Jesi..


James yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah bos nya itu dia selalu bertanya kemana perginya jiwa psycho nya saat Dave dekat dengan istrinya..


Jesi yang sudah berjalan menuju lantai dua mansion tidak sengaja bertemu dengan Daniel yang sedang memegang bola basket pemberian Jo..


" Mommy kenapa " tanya Daniel


" gak apa-apa sayang Mommy mau melihat baby J, kamu mau kemana " tanya Jesi


" mau main bola " ucap Daniel


" ok jangan sampai terluka kalo cape istirahat lalu minta minum sama mbanya ok baby boy " ucap Jesi


" siap bos " ucap Daniel


Jesi pun berjalan kembali menuju kamar anaknya yang kedua sedangkan Daniel berjalan menuju ke bawah dan tak sengaja bertemu dengan Daddy nya yang kelihatan terburu-buru..


" Daddy ada apa " tanya Daniel


" gak ada apa-apa boy kau lihat Mommy mu " tanya Dave


" hemm Mommy pergi melihat baby J " ucap Daniel


" ya sudah Daddy ke Mommy dulu kamu jangan nakal " ucap Dave


Dave pun meninggalkan Daniel sendiri, Daniel yang bingung melihat kedua orang tuanya hanya menggedigan bahunya..


gumaman Daniel terdengar oleh James merasa lucu James hanya tersenyum melihat tingkah tuan mudanya..


" tuan muda mau kemana " tanya James


" uncle kenapa manggil Niel dengan sebutan tuan muda terus sih nama aku tuh Daniel uncle, bukannya tuan muda kenapa orang dewasa gak pernah paham sih " ucap Daniel sedikit mendumel


pipi yang chaby semakin chaby karena Daniel dengan lucunya mengembungkan pipinya..


" iya-iya maaf Niel mau kemana bawa-bawa bola segala bukannya timezone ada di lantai atas " ucap James


" Niel bosen main disana trus Niel ingin main di luar sama bola yang di kasih uncle Jo " ucap Daniel sambil memperlihatkan bola pemberian Jo kemarin..


" jangan tuan muda nanti tuan marah " ucap James


" gak bakalan aku udah minta izin sama Mommy dan Mommy ngijinin lagian uncle Jo udah bikinin Niel keranjang basketnya di luar " ucap Daniel


" ya ampun Jo kau mencari mati saja baru saja sembuh sudah mencari petaka " gumam James


" uncle jangan bicara sendiri nanti gila mending temenin aku main ayo uncle " ucap Daniel sambil menarik tangan James keluar mau tidak mau James mengikuti keinginan tuan mudanya..


sedangkan Dave yang sudah berada di dalam kamar anak keduanya melihat sang istri lagi duduk di sofa yang ada disana sambil melihat anak kedua mereka yang sedang tertidur di box bayi..


" sayang " panggil Dave


Jesi tidak mengindahkan panggilan Dave dia masih kesal dengan Dave yang selalu menyepelekan luka walaupun itu luka kecil dia tidak marah malah sebaliknya dia sangat khawatir dengan keadaan Dave yang sering terluka terlepas dari pekerjaannya yang selain pengusaha Dave pun ketua Mafia..


" sayang maafin aku bukannya aku gak peduli dengan luka kecil tapi beneran aku gak apa-apa " ucap Dave


" aku gak marah sama kamu tapi aku minta jangan terus menerus terluka aku gak bisa lihat kamu kaya gini terus " ucap Jesi


" iya aku ngerti " ucap Dave sambil memeluk Jesi


" aku tau kamu pasti melalukan yang fatal lagi kan " ucap Jesi


ucapan Jesi seketika membuat tubuh Dave menegang darimana istrinya tau..


" kamu tau darimana " tanya Dave


" aku tau kamu kaya gimana " ucap Jesi


" maaf sayang " ucap Dave menyesal


" aku tidak pernah mempermasalahkan jiwa psychomu tapi aku mohon kamu kendalikan semua itu aku gak mau kamu terluka dan yang lebih penting lagi aku gak mau kamu membunuh orang tanpa dosa sama sekali " ucap Jesi


" aku janji akan berusaha agar jiwa psychoku gak kambuh " ucap Dave


" aku selalu takut kalo kamu melakukan pembunuhan tanpa dosa itu akan berakibat fatal sama kehidupan kamu nanti gimana kalo suatu saat nanti kamu gak sengaja melukai aku atau kedua anak kita " ucap Jesi


" aku janji itu gak akan terjadi sayang " ucap Dave


" Dave bukannya psycho itu gak punya perasaan seperti mencintai seseorang tapi kenapa kamu bisa " ucap Jesi


" dulu aku juga seperti yang kamu ucapkan tak punya perasaan dan rasa belas kasih saat membunuh seseorang malah aku merasa senang karena bisa membuat orang menjerit kesakitan, malah rasa itu terasa sudah mati di diri aku tapi saat aku gak sengaja bertemu denganmu, aku merasakan ada rasa ingin memiliki yang kuat " ucap Dave


" apa mungkin itu hanya obsesimu saja " ucap Jesi


" obsesiku tidak aku tunjukan ke seorang perempuan obsesiku tertuju ke korban yang akan aku bunuh tapi beda saat melihat kamu ada rasa ingin memiliki dan ada rasa kehilangan saat kamu pergi dari kehidupanku " ucap Dave


" terima kasih sudah mau menerima laki-laki yang tak sempurna dan banyak kekurangan sepertiku untuk menjadi sandaran hidupmu " ucap Dave


" aku juga makasih sudah mau berubah demi aku dan membahagiakan keluarga kecil kita " ucap Jesi


mereka saling berpelukan, kebahagian yang saling menerima kekurangan dan kelebihan itu sangatlah membahagiakan selepas dari masalah yang berat sekalipun...


bonus Visual Daniel..



thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


Happy reading guys 😉😉