My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Kepulangan



Chapter 41


Hari ini Jesi sudah di perbolehkan untuk pulang dan baby Daniel yang sedang tidur sangat menggemaskan pipi yang gembul membuat bayi laki-laki itu selalu jadi pusat perhatian selain memiliki wajah yang tampan bayi gembul itu sangat anteng tak pernah rewel..


" aku dah siapin kamar buat baby boy " ucap Jino


" lah emang masih ada kamar ya bukannya rumah kita cuma ada tiga kamar " ucap Lina


" jangan bilang kamu mau naro anak aku di gudang " ucap Jesi


" ish enak ajh kemarin aku dah beli rumah yang sedikit besar buat kita karena anggota keluarga kita sudah nambah berarti kita harus punya rumah yang setidaknya luas buat dia bermain kelak " ucap Jino


" makasih Jin " ucap Jesi


" Jes kamu gak mau beritahu Dave soal anak kalian " tanya Raisa


" kalo buat sekarang aku belum bisa aku gak mau merusak keluarga orang lain " ucap Jesi


" tapi kan Jes kita tidak tau kalo Dave sudah menikah itu juga belum pasti " ucap Raisa


" kata Raisa bener gimana pun dia adalah ayah biologist nya walaupun dia sudah punya keluarga tapi Daniel masih anaknya " ucap Jino


" beri aku waktu sampai Daniel tumbuh besar " ucap Jesi


" kapan " tanya Raisa


" nanti saat dia berumur empat tahun " ucap Jesi


" dan saat itu kamu harus siap kalo Daniel harus bertemu dengan ayahnya " ucap Raisa


" iya " ucap Jesi


mereka bertiga pun keluar dari rumah sakit bersama baby Daniel menuju rumah baru mereka ternyata jaraknya hanya lima menit dari rumah sakit tempat kerja Raisa dan sepuluh menit jarak dari tempat kerja Jino..


" ya ampun ini mah deket banget sama tempat kerja " ucap Raisa


" iya kamu gak usah pake mobil tinggal jalan kaki " ucap Jesi


" terus tempat kerja kamu gimana " tanya Raisa ke Jino


" tempat kerja aku hanya sepuluh menit dari sini " ucap Jino


" bagus lah kalo gth jadi kalian bisa membantu aku jaga baby Daniel " ucap Jesi


" kamu dah siapin semua nya " tanya Raisa


" iya semester depan aku dah mulai masuk " ucap Jesi


mereka pun masuk ke dalam rumah yang sedikit besar di sana perlengkapan rumah yang dulu sudah tertata rapi di dalam..


" kamar kita bertiga semuanya berada di lantai dua begitu juga kamar baby Daniel " ucap Jino


mereka pun berjalan menuju ke lantai atas mereka pun berjalan menuju kamar mereka masing-masing dan terakhir mereka melihat kamar buat baby boy ruangan yang tak terlalu besar itu sudah tersedia box bayi berwarna biru langit sama seperti cat tembok kamarnya banyak stiker-stiker lucu banyak juga mainan..


" wah papi angkat emang the best " ucap Raisa sambil memberi dua jempol tangannya..


" jelas dong " ucap Jino bangga


" thanks ya " ucap Jesi


" sama-sama An " ucap Jino


" kamar ini kenapa banyak pintu karena pintu yang itu " ucap Jino sambil menunjuk ke arah pintu yang sebelah kanan " itu pintu menyambung dengan kamar Ana dan kamar yang sebelah kiri itu menyambung dengan kamar Raisa biar kalian gampang melihat baby boy saat dia bangun di tengah malam " ucap Jino


" wah emang bisa di andelin nih anak " ucap Raisa


" iya dong " ucap Jino


" ya sudah aku mau nidurin Daniel dulu " ucap Jesi


" kita keluar dulu " ucap Raisa


Raisa dan Jino pun keluar dari kamar baby boy mereka..


" cepet tumbuh besar sayang " ucap Jesi lirih sambil mengelus rambut anaknya..


ditempat lain..


Dave yang semakin hari semakin fokus dalam pekerjaannya tanpa istirahat mungkin menurutnya kalo dia fokus dalam pekerjaan fikirannya akan teralihkan sedikit..


" gimana James apa sudah ketemu siapa yang berani-beraninya korupsi di perusahaanku " ucap Dave datar


" sudah tuan dia adalah pak Leo dia bekerja dibagian marketing " ucap James


" sekarang dia sedang liburan bersama keluarganya di bali " ucap James


" Berengsek dia berani-beraninya mengambil uangku dan sekarang dia memakainya buat berlibur dasar tua bangka gak tau diri " ucap Dave marah..


" kapan dia kembali " tanya Dave


" dia akan kembali lusa tuan " ucap James


" seret si tua bangka itu menuju markas " ucap Dave


" baik tuan " ucap James


James pun keluar dari ruangan Dave meninggalkan Dave sendirian karena Dave tidak akan memberi kesempatan untuk siapa saja yang membuat masalah dengannya berarti dia ingin MATI..


Dave pun berusaha meredam semua amarahnya tiba-tiba ruangannya terbuka masuklah seorang wanita cantik dengan pakaian terbuka Dave yang melihat itu hanya menatap dengan tatapan dingin dan datar wanita itu menghampiri Dave dan duduk dipangkuan Dave sambil menggodanya dengan meletakan tangannya di dada bidang Dave lalu menggerakkan telunjuknya sedangkan Dave hanya diam tanpa bereaksi ataupun tergoda..


" Dave ayo kita ke club buat minum-minum setelah itu nanti aku puasin kamu " bisik perempuan itu ditelinga Dave


Dave tidak bergerak sama sekali ataupun mengiyakan tangan Dave di tarik sama perempuan itu tapi dengan langsung Dave menepis tangan wanita itu..


" kau mau club kan kita bisa kesana dan aku akan memberikan hadiah special buatmu " ucap Dave sambil tersenyum menyeringai..


mereka pun keluar dari ruangan Dave dan Dave meninstruksi James untuk membawa hadiah special itu mereka pun berjalan menuju lift setelah lift terbuka mereka masuk dan James menekan tombol paling bawah..


setelah sampai dibawah mereka bertiga pun berjalan menuju ke arah tempat parkir mereka bertiga pun tak luput dari para karyawan yang bekerja di perusahaan milik Dave..


setelah sampai di parkiran mereka pun masuk kedalam mobil mereka memakai mobil milik Dave lalu melajukan mobil mereka menuju club malam..


tak butuh waktu lama mereka pun sampai disana dan masuk kedalam club malam itu walaupun masih sore tapi club malam itu sudah ramai dengan pengunjung Dave pun memesan rooms private buat mereka mengadakan party..


" hari ini aku yang teraktir kau bisa minum sepuasnya " ucap Dave datar


wanita yang datang ke perusahaan Dave begitu senang karena Dave sudah masuk ke dalam jebakannya wanita itu pun duduk di sofa yang tak jauh dari tempat duduk Dave mereka menikmati minuman beralkohol banyak botol-botol minuman yang sangat mahal..


hanya tiga teguk minuman saja perempuan itu sudah tak sadarkan diri dan itu membuat Dave tersenyum menyeringai dia pun menikmati minumannya sedangkan James hanya meminum minuman non alkohol karena dirinya harus menyetir dan mengantar tuannya pulang dengan selamat..


" apa kau sudah membawa yang aku minta " tanya Dave


" iya tuan " ucap James


mereka pun bersantai sambil membicarakan pekerjaan yang belum selesai saat mereka sedang serius membicarakan tentang pekerjaan tiba-tiba perempuan itu sudah setengah sadar..


" kau sudah bangun " ucap Dave dingin


" aku kenapa, kenapa kepalaku sangat sakit " ucap perempuan itu sambil memegang kepalanya..


" kau kalau tak kuat minum jangan so-soan mengajakku minum " ucap Dave dingin


" aku tau kau datang kepadaku pasti ada maksud lain kau wanita ****** " ucap Dave


" a-aku tidak ada maksud apa-apa " ucap wanita itu dengan gugup


" kau pikir aku percaya " ucap Dave dingin dan datar


" James berikan barangnya " ucap Dave


James pun memberikan bungkusan yang berisi serbuk ke Dave..


Dave pun berdiri dan berjalan menghampiri wanita itu dan menarik rambut wanita itu sampai menanggah ke atas wanita itu meringis kesakitan dan meminta Dave untuk melepaskannya..


" kau tau kalo tanganku bisa di sebut dengan tangan dewa dan bisa juga di sebut dengan tangan iblis yang membunuh mangsanya " ucap Dave


" ma-maafkan aku Dave " ucap wanita itu


" maaf " ucap Dave sambil tertawa keras sangat menyeramkan..


" kau tau ini apa ini adalah sianida racun yang akan membunuhmu perlahan " ucap Dave


" Aaahhh jangan Dave aku mohon " ucap wanita itu


Dave tak mengindahkan ucapan wanita itu dia langsung mencekram pipi wanita itu dengan kuat sehingga membuat wanita itu membuka mulutnya dengan sekuat tenaga wanita itu memberontak tapi tenaga Dave lebih kuat Dave pun langsung memasukan racun sianida kedalam mulut wanita itu dan di sambung dengan minuman alkohol membuat wanita itu meronta dan detik itu juga mulut wanita itu berbusa dan meninggal Dave yang melihat itu hanya menyeringai seram lalu beranjak pergi dari sana..


" kau minta orang untuk membersihkan mayatnya " ucap Dave dengan nada yang sangat datar..


" baik tuan " ucap James


setelah James menghubungi anak buahnya untuk membersihkan masalah yang ada di club malam itu lalu James mengantarkan tuannya untuk pulang..


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


Happy reading guys 😉😉