My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Bahagia



Chapter 26


Setelah melihat keadaan Jesi yang sudah membaik membuat Dave merasa lega Dave pun sudah kembali lagi kerutinitasnya sebagai CEO wajah flat sangat kentara di wajah Dave saat memasuki gedung pencakar langit miliknya sapaan dari karyawannya tak pernah dia gubris itu sudah jadi pemandangan yang tak asing buat mereka..


bekerja di perusahan DD company bukan hanya pekerjaan dan fasilitasnya yang menjanjikan tapi gaji yang sangat besar tidak sembarangan orang yang masuk ke perusahaan Dave mereka akan melalui test yang sangat sulit..


Dave sudah berada di ruangannya dia sedang mengecek dokumen-dokumen yang sempat terbengkalai akibat insiden yang dialami Jesi tapi tak membuat dirinya terbebani, Dave justru merasa itu menyenangkan selain bisa dekat-dekat dengan Jesi itu juga membuat Jesi bisa bergantung pada dirinya..


saat dirinya lagi fokus melihat dokumen pintu ruangannya tiba-tiba di ketuk dengan seseorang yang tak lain adalah asisten pribadinya yang tak lain adalah James...


James pun masuk dan membungkuk kan badanya dan menghampiri Dave..


" ada apa " tanya Dave dingin


" tuan salah satu anak buah kita sudah menemukan tempat persembunyiannya genk merah " ucp James


" lalu " tanya Dave


" kami akan berangkat malam ini apa tuan akan ikut dengan kami " tanya James


" tentu saja tapi sebelum itu kau utus anak buah kita untuk berjaga di depan phenthous agar mereka bisa melindungi Jesi di sana " ucap Dave


" baik tuan " ucap James


James pun berlalu keluar setelah memberi hormat dan setelah itu dia menelepon salah satu anak buahnya untuk bersiap berjaga di area phenthous Dave lalu yang lainnaya akan berangkat mengincar geng merah yang sedang bersembunyi..


......................


malam hari Jesi yang sedang bersantai di ruang keluarga sambil menonton televisi langsung menoleh saat ada yang masuk ke dalam dan terlihat Dave yang baru pulang dengan dasi yang sudah di kendurkan Jesi yang melihat itu hanya menatap Dave dengan tatapan dingin Dave yang melihat tatapan Jesi yang dingin hanya tersenyum dan menghampiri Jesi tanpa aba-aba Dave langsung mendaratkan kecupan di dahi Jesi membuat Jesi mematung seketika..


Dave pun berjalan ke arah tangga untuk menuju kamarnya dia ingin membersihkan tubuhnya yang terasa tidak nyaman sebelum dia pergi dia memutuskan untuk menemani Jesi dulu karena rumah sekarang hanya Jesi dan Dave saja karena pelayan sudah Dave pecat akibat lalai menjalankan tugas sampai membuat Jesi dirawat seminggu yang lebih parah lagi sampai Jesi kritis...


Dave pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke bawah di sana masih ada Jesi yang setia dengan siaran yang televisi tayangkan Dave pun menghampiri Jesi dan duduk di sebelah Jesi dan ikut menonton acara yang sedang Jesi lihat..


Dave melirik ke arah Jesi begitupun Jesi melihat ke arah Dave alisnya terangkat sebelah tanda dia bertanya Dave yang melihat tingkah Jesi hanya tertawa kecil membuat Jesi heran..


" ada apa kenapa kau tertawa acara yang kita tonton gak lucu padahal " ucap Jesi datar


" bukan acaranya yang lucu tapi kamu yang sangat lucu " ucap Dave sambil melihat intens ke arah wajah Jesi..


" orang aneh " gumam Jesi


" kau tidak lapar " tanya Dave


" tidak " ucap Jesi


" kau sudah makan " tanya Dave


" kau delivery " tanya Dave


" tidak " ucap Jesi singkat


" lalu " ucap Dave


" aku masak sendiri lah di dapur banyak bahan makanan ya sudah aku olah ajh " ucap Jesi


" kau bisa masak " tanya Dave heran dia baru tau kalo Jesi bisa masak bahkan ahli dalam bidang mengolah makanan..


" bisalah kan aku dari dulu tinggal sendiri jadi mengharuskan bergantung pada diri sendiri bukan bergantung pada orang lain " ucap Jesi


" setau ku kau tidak miskin-miskin amat buktinya kau bisa membeli satu unite apartemenku " ucap Dave


Jesi yang mendengar penuturan Dave sangat terkejut dan membelalakan matanya darimana Dave tau..


" kau tau dari mana " tanya Jesi


" kau pas beli property itu tak membaca siapa pemilik gedung itu dan kau juga tidak baca nama apartment itu " tanya Dave Jesi hanya menggelengkan kepalanya Dave yang melihat itu hanya menghela nafas panjang..


" pertama nama apartment itu adalah DC elits dan yang kedua gedung apartment itu salah satu property yang aku kembangkan jadi itu salah satu milik ku selain universitas yang kau tempuh " ucap Dave


" tapi DC apa " tanya Jesi


" DC itu singkatan dari Davidson company dan kenapa di beakang DC ditambah dengan tulisan elits karena apartment itu salah satu apartment elits dan mewah harganya pun fantasies selain dekorasi bernuansa eropa klasik tapi pas kau masuk kedalam suasana berbagai negara ada di situ semakin kau menuju lantai atas semakin harga satu unit apartment semakin tinggi dan yang kau tempati itu tergolong standar " jelas Dave panjang lebar


" berarti kau kaya dong " ucap Jesi


" tentu saja karena perusahaanku bukan hanya disini cabang perusahaan ku sudah tersebar di berbagai negara di asia maupun macannegara di sana sudah tersebar anak perusahaan yang aku kelola " ucap Dave


" sombong " ucap Jesi sambil mengalihkan pandangannya ke arah televisi..


Dave yang mendengar dumelan Jesi hanya tersenyum sambil mengacak rambut Jesi dia tidak menyangka kalau dirinya dan Jesi akan sedekat ini..


" apa makanan yang kau buat masih ada " tanya Dave


" masih tapi mungkin dah dingin biar aku hangat dulu " ucap Jesi sambil berdiri dan beranjak berjalan menuju dapur..


Dave yang melihat itu sangat bahagia jadi seperti ini di layani oleh seseorang yang dia cintai dia sangat bersyukur kalau kehidupan kelamnya sedikit berwarna karena kehadiran Jesi..


Dave pun berjalan menghampiri Jesi yang sedang menghangatkan makanan Dave memperhatikan Jesi yang sangat cekatan Dave duduk di meja makan sambil menopang wajahnya dengan tangan senyuman yang ada di wajah dave sangat terlihat sebahagia itu kah semoga ini bukan hanya sekedar bunga tidur yang akan selesai di waktu dia membuka mata..


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😉😉


happy reading guys 😉😉