My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
mencari tahu



Chapter 6


Setelah percakapan soal acara pemberi penghargaan selesai Dave dan James keluar dari ruangan dekan tanpa dekan karena Dave tak ingin diantar dan memberi clue apa ajh yang harus ditambah..


Dave yang lagi serius mendengar omongan James yang lagi memberi tahukan tentang jadwalnya buat besok sebelum mereka pulang..


Dave sesekali melihat-lihat keadaan kampus dan tak sengaja melihat seseorang yang lagi tersenyum kepada temannya betapa cantiknya senyuman itu sehingga membuat seorang Devano Davidson ikut tersenyum walaupun senyuman Dave hanya sekilas...


" James kau sudah mencari tahu yang aku maksud tadi " ucap Dave dingin


" segera tuan besok saya bawa data-data nya ke kantor " ucap James yang ditanggapi anggukan..


" selesaikan segera saya tidak mau ada yang terlewatkan tentang dia kalau ada kau tau bukan akibatnya " ujar Dave dingin sambil menatap James..


James yang mendengar itu hanya mengangguk pasrah dan sesekali menyeka keringat yang ada di dahinya bukan karena panas tapi atmosfer yang diberikan tuannya..


mereka pun berjalan menuju arah parkiran sepanjang mereka berjalan mereka menjadi pusat perhatian mahasiswi disana mengagumi mereka berdua mereka cocok sekali menjadi model daripada pembisnis apalagi Mafia dan psychopat muka mereka gak cocok banget...


Jesi yang sedari tadi diam sesekali tersenyum mendengar celotehan Risa yang menurutnya gak lucu tapi menurut Risa itu lucu banget..


kepribadian mereka emang bertolak belakang Jesi orangnya terkenal pendiam dan tak banyak bicara kalo ngomong seperlunya dan Risa kebalikannya dia anaknya ceria ceplas-ceplos terkadang moodian tapi walaupun sifat mereka bertolak belakang mereka menyayangi satu sama lain walaupun Risa berasal dari orang kaya tapi hidupnya tidak lah diinginkan karena Risa terlahir dari hasil hubungan gelap tapi walau begitu ayahnya sangatlah menyayangi nya beda dengan ibu tiri nya selalu kejam dan tak segan-segan menyakitinya mangkanya dia memilih hidup di apartemen bersama Jesi walaupun berbeda ruang tapi satu gedung..


" eh tadi ada apa ya ko anak-anak pada rame " tanya Risa


" hemm gak tau " ucap Jesi singkat


" kata anak-anak tadi ada pemilik kampus ya Dateng " ucap Risa


" mungkin " ucap Jesi lebih singkat


Risa yang mendengar jawaban dari Jesi yang singkat hanya mendengus kesal Jesi yang menyadari kalo sahabatnya moodnya lagi gak bagus hanya tersenyum kecil melihat tingkah Risa yang kaya anak kecil yang sedang merajuk..


" ya udah yuk kita balik udah sore nanti ketinggalan bus " ucap Jesi


" kenapa sih kita gak beli mobil ajh kita kan gak miskin-miskin amat ya mentoknya beli mobil Honda jazz RS gth " dumel Risa karena Jesi tak pernah mau membeli mobil katanya ' sayang uangnya mending ditabung buat masa depan ' terkadang Risa kalo mengingat ucapan Jesi suka kesel sendiri...


" lebih hemat naik bus plus dapat pemandangan sepanjang jalan kita gak perlu serius menatap kedepan takut menabrak orang " ucap Jesi


Risa yang mendengar itu semakin dongkol dimana sih otak encernya sahabatnya bisa-bisa nya punya pikiran kaya gth Risa makin yakin kalo menyangkut uang Jesi bakalan banyak alesan sampe-sampe tabungan Jesi melebihi, dia selalu dapet downpress dari pihak bank tapi Jesi enggan mengambil malah dia meminta ditukar sama uang...


katanya hiduplah sesederhana mungkin karena kita gak tahu kedepannya bakal gimana kalo kita mengumpulkan dari sekarang kita gak bakalan cemas akan masa depan...


ke esokan harinya..


Dave yang tak sabar dengan informasi yang di bawa oleh James berulang kali Dave melihat jam yang ada ditangannya sesekali juga Dave mengetuk ngetukan jarinya diatas meja akhirnya yang ditunggu-tunggu pun datang juga..


sebenarnya tak perlu butuh lama kalo dia bilang yang sebenarnya..


tok... tok... tok...


suara dari dalam mempersilahkan James untuk masuk ketika James memasuki ruangan tuannya seketika James merinding dan melihat tatapan sang tuan yang tajam seperti orang yang ingin membunuh mangsanya...


" maaf tuan saya lama mencari informasi nya ini tuan berkasnya " ujar James sambil memberi map dengan tangan bergetar


Dave langsung mengambilnya dengan kasar dia tidak suka menunggu apalagi ini tentang gadis yang sudah menarik perhatian Dave..


setelah mengambil berkas yang ada ditangan James Dave pun membaca secara rinci dan seketika dahinya mengerut James yang melihat itu jadi heran ada apa..


" maaf tuan ada yang salah " tanya James


" kau yakin hanya ini " ujar Dave sambil menatap tajam kearah James..


" iya tuan saya mendapatkan itu langsung dari pihak kampus sendiri ada yang salah tuan " ucap James


" tidak saya cuma heran saja coba kamu jelaskan biar saya lebih paham " ujar Dave sambil memijat pelipisnya..


" baik tuan begini...


seseorang yang anda cari namanya Jesica Anastasya berumur dua puluh tiga tahun mahasiswi tingkat akhir jurusan manajemen bisnis sekarang lagi menyusun skripsi dan yang kemarin dosen pembimbing nya yang datang ke ruangan dekan selagi kita berada disana dia orangnya pendiam tak banyak bicara dia hanya memiliki teman yang bernama Risa permata temanya mengambil jurusan kedokteran dia sudah tak memiliki orang tua..


orang tuanya telah meninggal dan dia sekarang menempati salah satu apartemen yang anda miliki dan juga dia adalah salah satu mahasiswi yang mendapatkan beasiswa dan penghargaan nanti dia acara itu dan juga.." ucap James menggantung karena takut sang bos tak senang dengan berita terakhir ini..


" dan juga apa kau bicara jangan setengah-setengah James " ucap Dave dingin


" dan juga banyak pria yang menginginkan nya menjadi seorang pendamping selain dia cantik dan pintar dia pun sangat baik paket komplit menurut pria-pria yang menginginkan nona Jesi " ucap James yang tak sadar mengucapkan itu sambil tersenyum..


Dave yang mendengar itu langsung geram ingin sekali dia menguliti kulit pria-pria itu...


" APA JAMES KAU MAU AKU BUNUH HAH " teriak Dave James yang mendengar itu langsung berlari keluar karena takut dengan bentakan Dave..


Dave yang melihat itu hanya menghela nafas kasar dan melonggarkan dasinya memberi nafas yang banyak karena tiba-tiba merasa sesak dan panas Dave melihat AC diruangan nya suhu nya normal lima belas derajat..


Dave yang merasa janggal tentang informasi tentang Jesi tak mengambil pusing yang Dave pikirkan adalah gimana bisa memiliki Jesi seutuhnya dengan cara baik-baik saja atau dengan caranya sendiri Dave langsung senyum menyeringai yang membuat orang lain bergedig ngeri melihatnya...


***thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😊😊


happy reading guys 😁😁***