My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Double Chapter



permasalahan di perusahaan cabang Dave yang berada di kota sama pun mendapat dampak yang sama, dimana sistem jaringan dan keamanan di bobol, Dave belum tau apa maksud orang itu mempermainkan sistem keamanan yang ada di perusahaannya..


belum juga Dave sampai dering smartphone nya sudah berbunyi, tertera nama James disana Dave pun segera menekan tombol hijau..


" hallo " ucap Dave dingin


" hallo, tuan maaf saya mengganggu " ucap James


" ada apa James apa disana sudah normal " tanya Dave


" sedikit lagi jaringan di perusahaan pusat akan kembali normal, tapi saya mau memberi tahu kalo anak cabang perusahaan kita yang ada di luar kota juga sedang bermasalah " ucap James


" brengsek orang ini mau apa sebenarnya kenapa dia suka sekali bermain-main denganku " ucap Dave marah


" urus semua yang disana kalo sudah normal dan kembali seperti semula, kamu segera menyusul ke perusahaan cabang " ucap Dave lagi


" baik tuan " ucap James di sebrang


panggilan pun segera Dave matikan, kepala Dave serasa ingin pecah sepertinya masalah ini tidak bisa di anggap enteng, kalo sudah begini Dave membutuhkan asupan energi yang lebih sekedar hiburan semata..


" sudah lama aku tidak menggunakan barang kesayanganku " gumam Dave dingin


aura yang berbeda sangat terasa dimana jiwa psycho nya tiba-tiba mengeruak keluar seperti hawa yang sangat pekat...


setengah jam pun akhirnya Dave sampai di perusahaan cabang, keamanan disana pun langsung membuka kan pintu mobil milik bos mereka, Dave pun segera keluar dan berjalan di dampingi bodyguard yang khusus James tugaskan untuk menjaga tuannya..


" selamat datang tuan Dave " ucap kepala direktur


" gimana keadaannya " tanya Dave dingin dan datar


" semua sistem tidak bisa di gunakan tuan para pekerja di bidang sistem keamanan dan jaringan lagi berusaha agar semua setabil " ucap direktur


tidak ada tanggapan dari Dave, hanya wajah dingin yang Dave perlihatkan Dave pun bergegas berjalan menuju lift dan segera ke lantai dimana jaringan siatem berada, yang di dampingi dengan direktur dan beberapa bodyguard Dave pun memeriksa langsung keadaan disana..


Dave pun memantau kinerja mereka memang tidak terlalu sulit untuk mengembalikan semuanya, tapi kalo seperti ini dan saling bergiliran semua pekerjaan akan terbengkalai, apalagi sistem itu sangat lah di perlukan oleh para desain produk dari perusahaan Dave..


" tuan masalah ini sudah tercium oleh media dan mereka berbondong bondong ingin bertanya pada anda " ucap direktur


" kenapa bisa, apa ada orang lain yang masuk sembarangan di perusahaan cabang saya " ucap Dave


" saya kurang tau tapi para media memperlihatkan kekacauan di perusahaan pusat sepertinya masalah ini sudah di rencanakan oleh seseorang " ucap direktur


" urusan itu biar jadi belakangan, sekarang kita fokus saja ke permasalahan ini, karena saya harus pergi keluar kota karena masalah ini juga menyerang ke perusahaan cabang yang ada di luar kota " ucap Dave


" baik tuan " ucap direktur


tak butuh lama James pun sudah berada di perusahaan cabang yang dimana tuannya berada dengan sedikit berlari James pun menekan tombol lift..


jarang sekali masalah ini datang silih berganti, seseorang yang mempermainkan Dave sangat lah, cerdik dimana setiap virus akan bertindak setiap virus yang satu sudah musnah, dan otomatis virus itu akan berganti ke sistem jaringan yang lain yang berada di setiap perusahaan Dave..


James akan menduga boom yang sebentar lagi akan meledak adalah kekacauan yang ada di perusahaan yang berada di luar negri, karena penghasilan dari cabang perusahaan luar negri sangatlah besar apalagi yang berada di hongkong...


James pun sampai di lantai dimana Dave berada, sampai disana James melihat ketegangan di ruangan itu yang dimana Dave terjun langsung memantau pekerja disana..


" tuan maaf saya terlambat " ucap James


" gimana keadaan disana " tanya Dave


" semua sudah kembali normal " ucap James


" bagus disini hampir selesai saya akan pulang dulu untuk bersiap menuju perusahaan yang ada di luar kota dan kamu awasi yang disini kalo sudah beres segera pulang dan bersiap ikut saya ke luar kota " ucap Dave


" baik tuan " ucap James


Dave pun bergegas keluar dari ruangan itu kepalanya benar-benar ingin meledak, saking banyaknya masalah dulu kalo ada masalah di jaringan paling hanya satu perusahaan, tapi sekarang kenapa silih berganti Dave tidak habis fikir orang seperti apa dibalik semua ini..


Dave pun kembali ke rumah untuk mempersiapkan kebutuhannya, untuk ke luar kota masalah yang datang tidak bisa di anggap sepele karena ini akan membuat semuanya semakin runyam kalo tidak segera diatasi..


sedangkan Jesi dia malah sibuk dengan anak keduanya karena Daniel diajak keluar sama Raisa dan Jino..


" sayang " ucap Dave sambil memeluk Jesi dari belakang


" loh kok udah pulang " ucap Jesi heran sedikit kaget karena Dave tiba-tiba saja memeluknya..


" aku harus ke luar kota ada kerjaan mendadak " ucap Dave


" kok mendadak banget ada apa, wajah kamu kok kaya lelah banget " ucap Jesi sambil memegang wajah suaminya


" perusahaan tiba-tiba gak stabil karena sistem jaringan dan keamanan dibobol seseorang " ucap Dave


" kok bisa " ucap Jesi pura-pura gak tau


" aku juga gak tau kejadiannya pas aku mimpin meeting " ucap Dave


" ya sudah aku bantu beres-beres " ucap Jesi


" gak usah kamu pasti cape, oh ya kemana jagoan kita satu lagi " tanya Dave


" Niel lagi pergi sama Raisa sama Jino " ucap Jesi


" aku kan mau keluar kota masa gak liat dulu baby boy " ucap Dave


" nanti aku suruh pulang " ucap Jesi


" makasih sayang " ucap Dave sambil mencium bibir Jesi sekilas lalu pergi kelantai atas menuju kamar pribadi mereka


ada rasa tidak enak dan kasian melihat Dave seperti itu tapi, ini semua Jesi lakukan agar Dave lebih bertanggung jawab, apapun itu mau pekerjaan ataupun keluarga..


Jesi pun menghubungi Raisa agar membawa Daniel pulang Jesi juga masih punya hati untuk tidak memberikan pelajaran yang lebih terhadap Dave cukup membuat perusahaannya sedikit tidak seimbang..


Jesi yang menunggu Dave di ruang keluarga sambil menggendong baby J yang aedikit rewel karena habis di imunisasi..


Jesi yang melihat Dave dengan stelan lebih sederhana sambil menggeret koper membuat dirinya sedikit terpana..


" sayang kenapa Daniel belum juga sampai " ucap Dave


" sebentar lagi mungkin duduk dulu aku buatin minuman hangat dulu biar kamu sedikit rileks " ucap Jesi


" gak usah sayang kan ada bibi " ucap Dave mencegah


" iya aku tau aku cuma mau bilang ajh kok " ucap Jesi


" gak usah biar aku ajh " ucap Dave


Jesi hanya pasrah sifat protektif dan posesive Dave tidak berubah sama sekali, malahan semakin parah karena kejadian dua bulan yang lalu, dimana dirinya tidak sadarkan diri selama itu tapi itu membuat Jesi bahagia karena itu bukti kalo Dave sangat mencintainya, karena sifat seperti itu tidak akan semata-mata di perlihatkan oleh seseorang kalo tidak ada alasan yang jelas..


bonus visual Dave..



jika ada yang tidak srek sama visual Dave sorry ini novel gw dan gw suka sama visual Dave yang ini jadi gw harap jangan pada protes trus sama visual Dave lebih baik kritik novel gw ajh karena masih ababil dan sedikit gak karuan..


sorry nih buat profesi Jesi yang menjadi dokter terlalu cepat gw disini jujur gak tau dan gak ada pengalaman tentang dunia kedokteran, gw hanya dapat banyak dan sedikit contoh dunia kedokteran dari drama dan film yang gw tonton, jadi jika ada yang salah gw minta maaf.. 🙏🙏


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


Happy reading guys 😉😉