My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Sang Psychopat



Chapter 21


Setelah pertemuannya dengan Jino hubungan Dave dan Jesi sedikit merenggang Dave tidak akan ada disaat pagi hari dan kembali saat Jesi sudah tidur seperti itu lah sekarang sudah hampir satu Minggu dan itu pun membuat perasaan Jesi semakin tak karuan..


Jesi tidak menyadari akan kesalahannya Dave paling tidak suka miliknya di ganggu orang lain Dave selalu emosi kalo memikirkan apa yang di lakukan Jino sama Jesi walaupun hanya sekedar memegangi pergelangan tangannya Jesi..


di pagi hari...


Jesi sudah siap karena ingin ke kampus karena ada urusan sama dosen pembimbingnya seperti biasa Jesi tidak melihat Dave dia tidak menanyakan kemana Dave seperti biasa dia memilih untuk diam dan berjalan keluar dia tidak berniat untuk makan di rumah Dave dia sudah memutuskan walaupun dia tinggal bersama Dave tapi soal makan dia memilih untuk makan di luar...


Jesi pun keluar sudah tersedia mobil untuk mengantarnya tapi Jesi menolak dengan alasan dia akan pergi ke kampus bareng sama temannya..


Jesi pun berjalan keluar dari pagar rumah Dave kawasan elit mana ada taksi lewat Jesi pun memesan ojol untuk mempermudahnya..


setelah menunggu beberapa saat ojol pun datang dan Jesi pun segera pergi dia terus berfikir apa kesalahannya sekarang sangat fatal sehingga Dave sangat dingin..


" aku tidak mengerti dengan sikapnya yang sekarang kalo dia bosan seharusnya dia bilang kan aku bisa pergi " gumam Jesi lirih


beberapa menit Jesi pun sampai di kampus dia berjalan menyusuri kampus itu dia melewati setiap kelas dia menangkap satu sosok yang dia rindukan siapa lagi kalo bukan sahabatnya Risa..


Risa yang melihat kedatangan Jesi begitu bahagia dia melambaikan tangannya dan tersenyum Jesi yang melihat tingkah sahabatnya hanya membalas dengan senyuman balik..


mereka pun berjalan beriringan ke tempat biasa mereka bertemu sewaktu masih berkuliah walaupun sekarang mereka masih kuliah tapi mereka jarang bertemu satu sama lain..


" gimana kabarmu " tanya Risa setelah mereka sampai di sana


" baik.. kamu " ucap Jesi dan bertanya balik..


" baik juga " ucap Risa


" gimana koas kamu kapan selesai " tanya Jesi


" satu Minggu lagi " ucap Risa lalu melanjutkan lagi ucapannya " trus gimana kamu ada perkembangan dengan Dave " tanya Risa


Jesi yang mendengar itu hanya menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya dan berucap " aku sama dia semakin renggang " ucap Jesi dingin


" ko bisa " tanya Risa Jesi menjawab pertanyaan Risa hanya dengan menggedigan bahunya..


" ada kerjaan aku butuh tambahan sepertinya aku harus daftar kuliah disana dengan jalur biasa soalnya jalur beasiswa tidak ada jawaban " ucap Jesi sambil menatap Risa


" ada tapi aku takut kalo kuliah kamu akan terganggu " ucap Risa


" kuliahku bentar lagi selesai tinggal menunggu wisuda " ucap Jesi


" ya sudah nanti aku kirim lewat email " ucap Risa yang ditanggapi anggukan sama Jesi..


dimana senangnya dia bisa membantu orang lain memenuhi mimpinya untuk melihat malaikat kecil di keluarga mereka dan sedihnya terkadang harus ada pilihan mana yang harus keluarga pasien memilih membuat dirinya ikut merasakan sakit..


dan Jesi tidak banyak yang ia ceritakan hanya kesehariannya saja..


dilain tempat...


Dave yang raut wajahnya memperlihatkan amarah wajah yang datar dengan semburat merah karena emosi membuat dirinya tak bisa mengontrol emosinya..


" brengsek " teriak Dave marah


" James siapkan semuanya malam ini kita berangkat " ucap Dave dingin


" baik tuan " ucap James


" kau mau bermain denganku akan ku cincang kau " ucap Dave dingin dalam hati..


Dave pun berjalan keluar markasnya dan mengumumkan malam ini akan jadi malam yang sangat mengerikan bagi mereka yang sudah mengusik kedamaian yang Dave ciptakan di geng mafianya..


" malam ini kita akan beraksi maka dari itu siapkan diri kalian saya harap kalian bisa kembali ke markas dengan selamat " ucap Dave dingin


" baik tuan " ucap anak buah Dave serempak..


mereka pun bubar dan menyiapkan diri dan begitu juga Dave dan James yang harus menyiapkan diri malam ini Dave langsung turun tangan..


malam hari...


Dave dan anak buahnya sudah sampai di markas musuh mungkin kalo orang awam melihat ini seperti bukan markas tapi seperti mansion yang sangat mewah karena desainnya..


Dave pun mengintruksikan anak buahnya untuk mendobrak pintu mansion itu dan sekali tendangan pintu mansion itu terbuka lebar dan anak buah Dave membanting penjaga depan yang sudah tumbang kehadapan ketua mereka..


seketika suasana disana sangat mencekam anak buah Dave dan anak buah musuhnya sudah saling menodongkan senjata mereka masing-masing Dave melihat ke satu arah yaitu ke arah ketua geng merah dimana satu-satunya kelompok yang selalu bikin onar dan hanya geng ini yang di luar pengawasan Dave karena mereka berbeda tujuan walaupun mereka selalu bermain kotor biar bisa dapat apa yang mereka dapatkan..


" selamat datang Dave the king of Mafia " ucap ketua geng merah lalu melanjutkan lagi ucapannya " ahh dan ya sang Psycho " ucapnya lagi..


Dave yang mendengar itu hanya tersenyum menyeringai anak buah geng merah bergedig ngeri melihat senyuman Dave yang menyeringai dengan wajah yang sangat datar...


karena tidak ada yang pernah tau selain James dan musuh-musuhnya kalo seorang Devano Davidson adalah seorang Psycho sehingga membuat anak buahnya dan anak buah musuhnya kaget pantes Dave selalu di bilang punya penyakit bipolar karena dirinya selain seorang bisnisman dan ketua Mafia dia juga seorang Psychopat..


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😉😉


happy reading guys 😉😉