
" Jadi bagaimana, pernikahan anak kita juga tidak boleh kalah dengan pernikahan ini" mommy Simi dan mommy Mia kini sedang mengobrol di sebuah meja di sudut pesta dengan di temani oleh suami mereka masing - masing.
" Tentu saja, jadi kapan kita akan meresmikan hubungan mereka?" Mommy Mia menjawab dengan antusias.
" Ya, aku pikir tidak baik menunda - nunda hal baik seperti ini" daddy Devan ikut menimpali.
" Pak guru, awas saja kalau putra mu sampai membuat putriku menangis! Aku akan langsung membawa Almy ku pulang dan tidak akan aku izinkan mereka bertemu lagi" daddy Alfaro yang masih belum bisa menerima kenyataan kalau putri nya sudah dewasa dan akan menikah terlihat sangat kesal.
" Cih, kau pikir anak ku itu mafia apa sampai mau menyakiti putri mu" daddy Devan ikut mendengus kesal.
" Memang nya harus seorang mafia untuk menyakiti seseorang" daddy Alfaro tak mau kalah.
" Sudah kalian berdua, seperti anak kecil saja" mommy Simi menengahi ke dua Daddy itu.
" Ya, kalian tidak sadar diri apa? Kalian ini sudah tua ingat itu" mommy Mia menimpali.
" Hey walau pun kami tua, tapi masih bisa membuat kalian puas dan berkeringat di dalam kamar" Daddy Devan menaik turunkan alis nya lucu.
" Ya, bahkan kami masih sanggup untuk memberikan kalian anak lagi" tambah daddy Alfaro dengan nada datar nya.
" Sudahlah, hentikan pembicaraan absurd kalian itu. Sekarang lebih baik kita tentukan tanggal untuk pernikahan anak kita" mommy Simi mengalihkan pembicaraan mereka yang terdengar tidak pantas di katakan oleh pria seusia mereka saat ini. Apa lagi ucapan suami nya barusan yang ingin memberikan nya anak lagi, mana bisa diri nya mengandung lagi di usia nya sekarang ini.
" Bagaimana kalau di bulan kelahiran mereka saja, bukan kah mereka lahir di bulan yang sama?" Mommy Mia memberikan pendapat nya, Devlin dan Almyra memang lahir di bulan yang sama yaitu bulan November, namun pada tahun dan tanggal yang berbeda karena Devlin lebih tua dua tahun dari Almyra.
" Seperti nya itu bagus, bagaimana menurut kalian" mommy Simi berkata dengan wajah yang berbinar seraya meminta pendapat suami nya dan daddy Devan.
" Bulan November, bukan kah itu dua bulan lagi? Aku pikir cukup bagus" daddy Devan mengangguk - anggukan kepala nya.
" Terserah kalian saja, aku tidak setuju juga tidak akan di dengar oleh kalian" daddy Alfaro berkata dengan nada malas nya.
Akhir nya di putuskan pernikahan Almyra dan Devlin akan di adakan dua bulan lagi dan akan di laksanakan di Singapura yang merupakan tempat kelahiran Almyra.
Pesta berjalan cukup meriah dan juga lancar, seluruh anggota keluarga terlihat sangat bahagia apa lagi mereka bisa bertemu dengan saudara mereka yang sudah lama berpisah.
Malam hari nya setelah pesta selesai, Fariz dan Yuichi masuk ke dalam kamar yang sudah di siapkan dengan hiasan khas kamar pengantin di hotel itu. Sungguh Fariz saat ini merasa sangat gugup menghadapi malam pertama nya dengan suami baru nya.
Kini Fariz sedang menunggu Yuichi yang masih membersihkan diri nya di dalam kamar mandi, sedangkan Fariz sudah selesai sejak Yuichi masih berada di luar bersama dengan keluarga nya. Ya, tadi Fariz dan Yuichi tidak masuk ke kamar bersamaan karena Yuichi di ajak mengobrol oleh keluarga besar nya sedangkan Fariz yang sudah sangat lelah masuk lebih dulu dengan di temani oleh kakak ipar nya Nara dan Amaira.
Ceklek
Deg
Detak jantung Fariz berdetak dengan sangat kencang dengan wajah yang merona saat melihat penampilan Yuichi saat ini. Yuichi hanya memakai handuk yang melingkar di pinggang nya dengan rambut yang masih basah sehingga kini Yuichi terlihat sangat seksi di mata Fariz. Roti sobek yang di miliki Yuichi pada bagian perut nya membuat tubuh Yuichi terlihat semakin sempurna sehingga bisa membuat Fariz terpesona dengan suami nya itu.
" Kenapa kamu keluar seperti itu, cepat pakai baju mu" Fariz memalingkan wajah nya yang merona karena merasa malu pada suami nya itu.
" Aku kan baru selesai mandi, jadi wajar saja kalau aku masih memakai handuk seperti ini" jawab Yuichi dengan santai nya seraya melangkah kan kaki nya mendekati Fariz yang sedang duduk di atas tempat tidur mereka. " Lagi pula kita tidak perlu pakaian untuk melakukan kegiatan kita malam ini" Yuichi berbisik di dekat telinga Fariz membuat Fariz meremang seketika. " Bisakah aku melakukan nya sekarang sayang?" Bisik Yuichi lagi dengan suara yang sangat lembut namun terdengar juga nada memohon dalam ucapan nya dan membuat Fariz hanya bisa mengangguk sambil tersipu malu tanpa berani melihat langsung wajah suami nya itu.
" Terima kasih" Yuichi langsung duduk di hadapan Fariz dengan tangan nya yang menyentuh wajah Fariz agar diri nya bisa melihat wajah cantik istri nya itu dengan jelas membuat Fariz yang sedang memalingkan wajah nya langsung menatap wajah tampan suami nya itu. Tak menunggu lama Yuichi mulai mendekatkan wajah nya pada wajah Fariz sehingga bibir nya menempel pada bibir mungil istri nya.
Yuichi mulai melu mat bibir Fariz dengan lembut namun menuntut, begitu pun Fariz yang membalas dan mengimbangi permainan suami nya itu. Perlahan tetapi pasti tangan Yuichi mulai melepaskan kancing piyama yang di kenakan oleh Fariz satu persatu sampai akhir nya hanya menyisakan penutup berbentuk kaca mata yang juga segera Yuichi singkirkan dengan tangan nya.
Setelah berhasil, Yuichi pun mulai memegang ke dua bukit kembar milik Fariz dan meremas nya dengan lembut. Tak lupa Yuichi juga memainkan ujung berwarna merah muda itu dengan jari nya dan itu berhasil membuat Fariz belingsatan karena merasakan sensasi luar biasa yang baru pertama kali di rasakan nya.
" Aakh" suara itu keluar begitu saja dari bibir Fariz saat merasakan geli - geli nikmat pada sekujur tubuh nya saat Yuichi dengan lembut menyentuh seluruh tubuh nya yang entah sejak kapan penutup yang di pakai nya menghilang dari tubuh nya dan sudah berserakan di atas lantai.
Mendengar suara yang terdengar merdu dari bibir istri nya membuat Yuichi semakin bersemangat untuk melakukan nya, perlahan Yuichi mendorong tubuh Fariz agar terbaring di sana dan Yuichi bersiap mengungkung tubuh mungil Fariz.
" Aku akan memulai nya sayang" Yuichi pun langsung mengarahkan junior milik nya pada gua hangat milik istri nya, awal nya Yuichi merasa kesulitan karena gua istri nya itu masih sangat sempit dan sangat sulit untuk junior nya bisa masuk ke dalam sana. Yuichi tersenyum senang dalam hati karena bisa mendapatkan kesucian gadis yang kini menjadi istri nya itu.
" Aw, sakit" Fariz meringis kesakitan saat sesuatu yang terasa begitu besar mencoba mendobrak milik nya di bawah sana.
" Tahan sedikit ya, aku akan melakukan nya dengan pelan" Yuichi berbisik pada Fariz saat melihat wajah Fariz yang menahan sakit. Yuichi pun langsung menautkan kembali bibir mereka untuk membuat Fariz lebih tenang sedangkan di bawah sana junior nya masih berusaha untuk mendobrak pertahanan dari istri nya itu.
Setelah beberapa kali hentak kan, akhir nya Yuichi berhasil juga menjadikan Fariz sebagai istri nya yang seutuh nya bersamaan dengan jatuh nya air mata Fariz begitu saja karena rasa sakit yang di rasakan nya saat sesuatu berhasil merobek selaput keperawanan nya.
Rasa sakit yang di rasakan Fariz semakin lama berubah menjadi rasa nik mat saat Yuichi terus menggerakk kan tubuh nya maju mundur untuk mengejar kepuasan luar biasa yang berhasil mereka dapat kan setelah beberapa menit permainan mereka berlangsung.
" Terima kasih sayang" Yuichi mengecup kening Fariz dengan sayang saat mereka sudah menyelesaikan aktivitas mereka. " Aku bahagia karena akhir nya my prettend wife sekarang menjadi a real wife" tambah Yuichi lagi dengan kekehan di akhir kalimat nya.
" Aku juga sangat senang menjadi your real wife, terima kasih kamu tidak menyerah untuk cinta kita" Fariz menelusupkan wajah nya pada dada bidang Yuichi. Dan malam itu merupakan malam bahagia yang tidak mungkin pasangan muda itu lupakan seumur hidup mereka.
Yuichi dan Fariz sama - sama bersyukur karena akhir nya mereka bisa bersatu setelah apa yang sudah mereka lewati selama ini
Yakin lah bahwa cinta dan jodoh selalu menemukan jalan nya sendiri, tidak perduli apa pun bahkan seluruh dunia menentang mereka. Mereka akan selalu punya jalan untuk kembali, jadi yakin lah dengan cinta mu. Sampai jumpa di novel ku yang lain nya. Terima kasih ππ₯°
πΈπ΅οΈ THE END π΅οΈπΈ