My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 51



Devlin berlari keluar ruangan untuk mengejar Almyra yang tadi pergi begitu saja setelah melihat kesalah pahaman antara diri nya dan Nindy. Devlin terus melangkah kan kaki nya mencari keberadaan Almyra dari koridor satu ke koridor yang lain nya, bahkan Devlin sudah mencari Almyra di toilet dan tangga darurat tapi Devlin tidak juga menemukan gadis itu.


" Almyra di mana kamu?" Devlin mengacak rambut nya frustasi karena dia tidak bisa menemukan keberadaan gadis itu di mana pun.


Sementara di sisi lain, Almyra meninggalkan perusahaan dengan keadaan kacau balau, Almyra merasa sangat sedih dan terpukul setelah tadi dia menyaksikan pemandangan yang sangat tidak ingin dia lihat. Almyra kini berada di dalam sebuah mobil yang merupakan taksi online yang kebetulan melintas di depan perusahaan Devlin.


" Kita akan pergi ke mana non" Supir taksi online itu terlihat ragu saat menanyakan nya karena melihat Almyra yang sejak naik tadi menangis.


" Oh, ke taman yang di dekat komplek A ya!" Jawab Almyra terbata karena isakan tangis nya. Almyra pikir dia tidak mungkin pulang dalam keadaan seperti ini, bisa heboh kakek dan nenek nya nanti. Bisa - bisa mereka langsung menghubungi Daddy dan mommy nya di Singapura nanti dan pasti ujung - ujung nya Almyra akan di suruh pulang ke negara asal nya itu.


" Baik non" supir itu pun langsung melajukan mobil nya ke tempat yang di sebutkan oleh Almyra tadi


Taman yang di tuju oleh Almyra adalah taman yang letak nya berada di dekat komplek keluarga Saputra yang juga lumayan dekat dengan mansion keluarga Balendra. Almyra sebenar nya sudah beberapa kali mendatangi taman itu jika dia membutuh kan ketenangan, karena di sana suasana nya memang nyaman untuk di datangi apa lagi di hari kerja tempat itu tidak begitu ramai seperti hari Minggu yang penuh dengan orang yang berolah raga atau acara keluarga.


Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, akhir nya mobil yang ditumpangi oleh Almyra sampai juga di area taman yang dituju oleh Almyra.


" Terima kasih" Almyra membayar ongkos pada sopir yang sudah mengantar nya. " Huufth" Almyra membuang nafas nya kasar sebelum dia melangkah memasuki area taman.


Almyra pun terus melangkah kan kaki nya mencari tempat duduk yang nyaman dan agak jauh dari tempat yang agak ramai untuk menenangkan diri nya, sungguh rasa nya hari Almyra sangat lelah kali ini. Setelah selama beberapa tahun ini mengagumi dan mencintai diam - diam, akhir nya harus berakhir dengan cara seperti ini.


Setelah berjalan beberapa langkah, akhir nya Almyra melihat bangku yang biasa dia duduki jika ke sana, namun Almyra sedikit menyipitkan mata nya saat melihat ada seseorang yang juga sedang duduk di sana. Dan Almyra rasa nya kenal dengan orang itu.


" Bukan kah itu Fariz?" Gumam Almyra seraya melangkah cepat ke arah bangku dia tuju. " Ternyata benar kamu" Almyra tersenyum senang saat diri nya sudah di depan orang itu dan memastikan nya.


" Kamu?" Orang itu yang ternyata benar Fariz mendongak dan mengerutkan kening nya, seperti nya dia sudah lupa pada Almyra. Maklum saja mereka baru bertemu satu kali dan itu pun hanya sebentar saat Almyra ikut menjemput Yuichi dari Bandung.


" Ish, apa kamu tidak ingat dengan ku?" Almyra mendengus dan langsung menduduk kan diri nya di samping Fariz tanpa meminta izin dari Fariz terlebih dahulu. " Aku Almyra, apa kamu masih belum ingat pada ku?" Almyra mengerucutkan bibir nya.


" Almyra!" Fariz tampak berpikir.


" Oh Almyra yang itu" Fariz tersenyum canggung seraya menggaruk kepala nya yang tidak gatal. " Aku ingat sekarang, kamu masih kerabat Yui kan?".


" Ish, apa aku ini mudah di lupakan? Sampai - sampai kamu tidak mengingat ku sama sekali" Almyra kembali mengerucutkan bibir nya.


" Maaf, maaf, seperti nya ingatan ku saja yang kurang baik" Fariz terkekeh saat mengatakan nya. " Jadi, sedang apa kamu sendiri di sini?"


" Aku melarikan diri dari tempat ku bekerja, kamu tahu aku saat ini sangat kesal, sedih, patah hati menjadi satu, hufth.. seperti nya aku gadis paling malang di dunia ini" Almyra berkata dengan wajah sendu nya. Almyra pikir tidak ada salah nya berbicara pada Fariz, lagi pula memang ini yang dia perlukan teman untuk bicara.


" Kabur dari perusahaan? Patah hati?" Fariz mengerut kan kening nya karena tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan gadis yang ada di hadapan nya itu.


" Apa kamu tidak mengerti?" Almyra menatap intens Fariz dan Fariz pun menggeleng. " Huufth.. kamu pasti tidak akan mengerti" Almyra menarik nafasnya lelah. " Tapi ngomong - ngomong, bagai mana kamu ada disini? Apa kamu tinggal di sekitar sini?" Almyra seperti baru menyadari sesuatu.


" Y ya" Fariz tersenyum kikuk, Fariz lumayan terkejut dengan tingkah gadis yang ada di hadapan nya ini, tadi gadis itu terlihat sangat sedih saat mengatakan masalah nya tapi sekarang dia terlihat bersemangat. Fariz pikir gadis ini seperti nya sangat asyik jika di ajak bicara.


"Benarkah? Wow" Almyra sedikit terkejut. " Hah, tunggu sampai aku mengatakan nya pada kak Yui dia pasti sangat senang mengetahui aku bertemu dengan mu di sini" kini wajah Almyra tampak berbinar.


" Ha ha, kami sudah bertemu" Fariz kali ini tertawa kikuk.


" Benarkah?" Almyra semakin terkejut saat mendengar ucapan dari Fariz barusan. " Ish, kak Yuichi pasti sangat senang saat bertemu dengan mu. Kamu tidak tahu kan kalau kak Yuichi selama beberapa Minggu ini seperti orang gila karena mencari mu, seperti nya dia benar - benar jatuh cinta pada mu" Almyra mengangguk - angguk kan kepala nya.


" Ha ha, itu karena dia mengira aku sebagai istri nya" batin Fariz dengan senyum kikuk di bibir nya.


" Kamu tahu, aku pikir setelah dia sembuh dari amnesia nya, rasa cinta nya pada mu juga akan hilang. Tapi ternyata aku salah, dia malah semakin tergila - gila pada mu" Almyra terkekeh saat mengatakan nya.


" Aku juga berpikir begitu" Fariz mengangguk dan ikut terkekeh, namun sepersekian detik kemudian Fariz menghentikan kekehan nya dengan mata yang membulat sempurna. " Tunggu - tunggu, tadi kamu bilang apa? Yui sudah sembuh dari amnesia nya, apa dia sudah mengingat semua nya? Sejak kapan?" Fariz baru menyadari sesuatu dari apa yang di katakan Almyra barusan.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏