My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 28



" Ish, tentu saja jangan sampai itu terjadi. Maka dari itu bantu aku! Jangan mengatakan hal ini pada siapa pun termasuk pada ayah dan ibu mu" Fariz menyatu kan ke dua telapak tangan nya dan menaruh nya di depan dada nya dengan wajah yang dia buat se memelas mungkin.


" Tapi bagai mana pun ini salah, Fariz" Amaira terlihat bingung dengan apa yang sedang di hadapi oleh saudara nya itu. " Oh ya, bagai mana dengan keluarga nya. Apa kamu mengetahui sesuatu?" Ucap Amaira setelah terlihat berpikir.


" Justru itu, aku tidak tahu. Dia ingat siapa nama orang tua nya, tapi tidak ingat alamat dan yang lain nya. Itu membuat ku sulit untuk mengetahui nya, tapi yang pasti mereka tinggal di Jakarta" jawab Fariz.


" Lalu kenapa kamu tidak meminta kak Aydan untuk mencari informasi di sana?"


" Ish, apa kamu sudah gila? Kalau seperti itu, bukan kah itu berarti sama saja dengan aku memberitahu kan seluruh keluarga ku tentang dia?" Fariz menggerutu kesal.


" Lalu sekarang apa rencana mu? Apa kamu ingin terus hidup seperti ini, atau kalian menikah saja bagai mana? Aku pikir dia juga sangat tampan" ucap Amaira dengan wajah yang berbinar.


" Kamu benar, dia memang sangat tampan. Tapi aku takut dia sudah punya kekasih di masa lalu nya, atau yang lebih parah lagi. Bagai mana kalau dia sudah punya istri? Aku tidak mau jadi pelakor ya" Fariz memutar bola mata nya malas.


" Kamu benar juga" Amaira mengangguk - angguk kan kepala nya. " Kalau begitu, kita cari saja keluarga nya. Pasti mereka juga sedang mencari nya, bukan kah dia sudah menghilang selama dua Minggu?" Amaira memberikan solusi nya.


" Kamu benar, bisakah kamu membantu ku?" Fariz mengedip - ngedip kan mata nya berkali - kali.


" Ish, tentu saja. Kamu pikir siapa lagi yang akan membantu mu selain diri ku" ucap Amaira dengan begitu percaya diri nya.


Fariz memang tidak ada waktu untuk mencari keluarga Yuichi selama ini, karena diri nya sibuk bekerja dan merawat Yuichi yang dalam beberapa waktu tertentu bisa merasa sakit kepala dan pingsan tanpa di duga - duga. Semoga saja dengan bantuan dari Amaira, keluarga Yuichi segera di temu kan dan Fariz bisa menyerah kan Yuichi pada mereka dengan tenang.


Ke esokan hari nya, Amaira pun mulai mencari keberadaan orang tua Yuichi dengan mendatangi lokasi kejadian saat Fariz menabrak pria itu atas pemberitahuan yang di berikan oleh Fariz pada nya.


Sesampai nya di sana, Amaira melihat banyak sekali orang yang sedang mencari sesuatu di sekitar sungai.


" Apa yang sedang mereka lakukan, apa ada orang yang jatuh dan tenggelam di sana ya?" Gumam Amaira pelan dari dalam mobil berwarna merah milik nya.


Amaira pun memarkir kan mobil nya di pinggir jalan dan turun untuk mencari tahu apa yang sebenar nya sedang terjadi di sana, apa lagi tempat itu merupakan sekitar daerah yang di sebut kan Fariz pada nya. Amaira pun langsung turun dari mobil nya dan menghampiri dua orang yang terlihat sedang memperhatikan pekerjaan orang - orang yang ada di sana dengan wajah yang terlihat harap - harap cemas. Yang satu nya seorang pria dan yang satu nya seorang wanita.


" Permisi, sebenar nya apa yang sudah terjadi di sini? Apa ada orang yang jatuh dan tenggelam di sana?" Ucap Amaira setelah dia berada di samping ke dua orang itu.


" Ya, sekitar dua Minggu yang lalu saudara ku mengalami kecelakaan di sini dan belum di temukan" jawab yang pria.


" Kami belum tahu pasti mbak, itu hanya kemungkinan yang di katakan oleh polisi pada kami. Maka dari itu kami masih mencari nya" kini si wanita yang menjawab.


Ke dua orang itu tak lain dan tak bukan adalah Devlin dan Almyra yang sedang ikut membantu mencari keberadaan Yuichi di sana, ini adalah hari ke dua mereka berada di Bandung setelah mereka kembali ke Jakarta beberapa hari yang lalu.


" Oh begitu" Amaira mengangguk - angguk kan kepala nya mengerti. " Kasihan sekali mereka, mereka pasti sangat kehilangan saudara mereka" batin Amaira dengan perasaan bersimpati. " Semoga saudara kalian cepat di temukan ya, aku juga sekarang sedang mencari keluarga orang yang sudah tertabrak oleh saudaraku. Dia hilang ingatan dan tidak mengingat apa pun kecuali nama nya dan orang tua nya, sungguh aneh bukan" ucap Amaira kemudian membuat Devlin yang tadi nya tidak menoleh sama sekali langsung menolehkan pandangan nya.


" Oh ya, kapan itu terjadi?" Devlin terlihat sangat penasaran.


" Kalau tidak salah, sekitar dua Minggu yang lalu. Ya dua Minggu yang lalu" Amaira tampak mengingat - ingat.


" Dua Minggu yang lalu, mungkin kah?" Almyra terlihat menatap Devlin dengan tatapan tidak percaya nya, Devlin hanya mengangguk dan kembali fokus pada gadis yang baru saja mereka temui.


" Kalau kami boleh tahu, siapa nama nya?" Devlin terlihat tidak sabar mendengar kan jawaban dari Amaira begitu pun Almyra yang juga sangat penasaran.


" Oh, tentu saja boleh. Siapa tahu kalian mengenal nya kan, bukan kah memang tujuan ku untuk mencari keluarga nya" jawab Amaira seraya terkekeh. " Nama nya Yui, lebih tepat nya Yuichi. Nama yang unik bukan" ucap Amaira dengan santai nya


" Apa, Yuichi?" Devlin dan Almyra sama - sama terkejut saat mendengar ucapan gadis asing yang baru mereka temui itu.


" Ya" Amaira jelas kaget saat menerima ekspresi yang begitu mengejut kan dari dua orang yang baru di temui nya. " Apa kalian mengenal nya?" Tambah Amaira dengan senyum kikuk di bibir nya.


" Bisa kami melihat bagai mana wajah nya? Maksud ku apa kamu punya foto nya?" Devlin terlihat sangat antusias dengan wajah yang terlihat berbinar.


" Tentu saja, kemarin aku sempat meminta nya. Tunggu sebentar" Amaira pun mengambil ponsel yang ada dalam tas kecil yang selalu di bawa nya dan langsung mengotak - atik ponsel milik nya sampai terlihat lah foto yang dia cari. " Ini dia!" Amaira memperlihat kan layar ponsel nya dan betapa terkejut nya Almyra dan Devlin saat melihat nya.


" Ini, aku pinjam dulu!" Devlin pun dengan wajah yang terlihat bahagia dan lega langsung menyambar ponsel yang ada di tangan Amaira dan berlari menjauh untuk menemui seorang pria paruh baya yang berdiri agak jauh dari tempat mereka berdiri.


" Terima kasih, kamu adalah penyelamat keluarga kami" Almyra langsung menggenggam tangan Amaira dengan senyum bahagia dan air mata haru yang keluar dari sudut mata nya. Amaira hanya bisa tersenyum kikuk saat mendengar nya dengan wajah yang masih terlihat bingung dengan apa yang sebenar nya sedang terjadi di sana.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏