
Sementara itu di perusahaan Devlin, terlihat Almyra yang sedang bekerja di divisi desain tengah disibuk kan dengan pekerjaan di tim nya untuk proyek baru yang sedang mereka tangani.
" Bagai mana ini menurut mu?" Ucap Bily yang merupakan teman semeja Almyra saat bekerja di sana.
" Aku pikir ini cukup bagus, tapi kamu sebaik nya menambah kan ini di sini" ucap Almyra mengoreksi pekerjaan Bily, saat ini posisi mereka sangat dekat bahkan tubuh bagian samping mereka hampir rapat
" Baik lah, aku mengerti. Terima kasih, ternyata selain cantik, kamu juga sangat pintar" puji Bily pada Almyra.
" Ish, kamu bisa aja. Tanpa kamu memuji ku aku juga pasti akan membantu pekerjaan mu kok" Almyra terkekeh saat mengatakan nya.
" Ha ha, aku tidak memuji mu karena itu saja. Aku memuji mu itu dari sini" Bily menunjuk ke arah dada nya dengan wajah menggoda nya membuat Almyra semakin terkekeh saja.
Bily memang pria yang humoris dan juga baik, jadi Almyra merasa nyaman bekerja dengan pria itu walau pun kadang Almyra merasa risih dengan setiap gombalan dan pujian yang sering di lontar kan pria itu kepada nya. Namun Almyra tidak ambil pusing dengan hal itu karena Bily memang orang nya seperti itu pada setiap wanita yang dekat dengan nya, bahkan mereka menjuluki pria itu sebagai playboy divisi desain.
" Cih, kenapa mereka terlihat sangat dekat seperti itu?" Tanpa Almyra sadari, seseorang tengah berdiri tak jauh dari tempat nya dengan tatapan tajam nya. " Entah kenapa aku merasa tidak suka melihat kedekatan mereka yang seperti itu" gumam orang itu seraya melangkah kan kaki nya hendak menghampiri Almyra dan teman nya itu. " Aku harus menghampiri mereka" tambah pria itu di sela langkah kaki nya.
" Maaf bos, perwakilan dari perusahaan A sudah menunggu di ruangan anda" terdengar suara dari asisten nya yang menghentikan langkah orang itu yang tak lain adalah Devlin.
" Ish, kau mengganggu saja. Baiklah, aku akan segera ke sana" Devlin pun dengan perasaan yang masih kesal langsung kembali ke ruangan nya, karena salah satu klien nya sudah menunggu di ruangan nya. Bukan kah Devlin harus selalu profesional dalam pekerjaan nya, sehingga dia harus mengurung kan niat nya untuk menghampiri Almyra dan teman nya.
" Almy, apa yang kamu lihat?" Bily yang melihat Almy bengong seperti sedang melihat sesuatu pun langsung menyikut tangan Almyra.
" Ya" Almyra terkesiap dengan ucapan Bily barusan "tidak, aku tidak sedang melihat apa - apa" Almyra tersenyum kikuk. " Bukan nya tadi kak Devlin dan kak Yoni, mau ke mana mereka?" Batin Almyra, ya tadi Almyra tidak sengaja melihat keberadaan Devlin di dekat tempat kerja nya.
Beberapa jam telah berlalu, kini saat nya bagi para karyawan untuk beristirahat dari segala pekerjaan yang sedang mereka kerjakan saat ini.
Almyra dan rekan nya pun ikut beristirahat dan mencari makanan untuk mereka makan sebagai tambahan energi untuk melakukan aktifitas mereka selanjut nya
" Almy, apa kamu mau makan siang bersama dengan kami di kantin?" Bily menepuk pundak Almyra saat bangun dari kursi nya.
" Maaf, aku sudah ada janji" tolak Almyra merasa tidak enak, sebab setiap hari teman kerja nya meminta diri nya untuk makan siang bersama dengan mereka Almyra selalu menolak nya karena Almyra selalu saja menghabis kan waktu istirahat nya bersama dengan Devlin di ruangan nya.
" Kamu kenapa selalu menolak ajakan kami Al, apa kamu selalu makan siang dengan kekasih mu. Ish, seperti nya kekasih mu itu posesif ya" ucap Bily dengan nada mengejek nya.
" Oh masih calon toh" Bily manggut - manggut dengan senyum mengejek nya membuat Almyra mendengus kesal.
Ting
Satu pesan masuk pada ponsel Almyra dan Almyra pun langsung melihat ponsel nya itu dan ternyata itu pesan dari Devlin yang mengatakan kalau hari ini dia tidak bisa makan siang bersama dengan Almyra karena harus menemani klien nya.
" Bily" Almyra menyusul langkah Bily yang sudah meninggal kan diri nya saat dia memeriksa pesan yang masuk pada ponsel nya tadi. " Aku ikut, seperti nya calon pacar ku itu sedang sibuk" ucap Almyra saat dia sudah menyamai langkah Bily.
Bily dan Almyra pun langsung menyusul teman mereka lain nya yang sudah lebih dulu berangkat ke kantin kantor yang biasa mereka datangi di jam istirahat seperti ini. Namun di tengah langkah mereka, Almyra tidak sengaja melihat Devlin yang sedang berjalan dengan seorang wanita cantik sambil mengobrol dengan begitu akrab nya.
Sejenak langkah Almyra terhenti dengan mata yang menatap sendu ke arah pria yang sangat di cintai nya itu. Jujur saja Almyra saat ini merasakan rasa sesak yang luar biasa dalam hati nya saat ini.
" Kak Devlin, wanita itu siapa?" Batin Almyra.
" Itu Bu Nindy" ucap Bily saat menyadari arah pandang dari Almyra.
" Bu Nindy, siapa dia?" Almyra mengerut kan kening nya, Almyra tentu saja tidak tahu siapa itu Nindy karena sejak mengenal Devlin, Almyra baru kali ini melihat wanita itu. " Apa dia kekasih kak Devlin?" Batin Almyra menebak dengan menahan rasa sesak yang tiba - tiba menyerang dada nya saat ini.
" Bu Nindy adalah salah satu klien perusahaan kita, dan yang aku dengar dari gosip yang beredar sih kata nya kalau bos kita ada hubungan spesial dengan nya. Dan yang aku dengar lagi, ternyata mereka sudah saling kenal sejak lama karena mereka adalah teman semasa kuliah dulu" ucap Bily menjelaskan.
" Oh" Almyra hanya ber oh ria saja, jujur saja dalam hati nya saat ini Almyra ingin sekali menyangkal semua itu. Tapi apalah daya Almyra karena dia tidak tahu sama sekali bagai mana perasaan Devlin pada diri nya.
" Tapi aku kira mereka cocok, yang satu nya tampan dan yang satu nya cantik. Dan yang terpenting, ke dua nya sama - sama bos besar, iya kan" Bily terkekeh seraya menaik turun kan alis nya lucu. " Lagi pula aku juga sebagai seorang pria tidak mungkin menolak wanita cantik seperti Bu Nindy itu" tambah Bily lagi membuat Almyra mendengus kesal.
" Tidak juga, aku pikir wanita itu terlalu menor" ucap Almyra seraya melengos begitu saja dan melangkah kan kaki nya menuju kantin terlebih dahulu dengan perasaan kesal yang dia rasakan saat ini.
" Ish, kenapa juga dia marah seperti itu?" Bily menggaruk kepala nya yang tidak gatal. " Apa aku salah bicara? Ah, sudah lah!" Tambah Bily lagi seraya mengejar langkah Almyra yang semakin jauh dari nya.
" Apa dia bilang, cantik? Cantikan juga gue, dia bos besar? Gue juga anak dari bos besar, tapi bukan di negara ini" gumam Almyra menggerutu kesal dalam langkah nya saat mengingat bagai mana Devlin dengan akrab nya berbicara dengan wanita yang di anggap Almyra terlalu menor dan pakaian yang di pakai nya juga terlalu kekecilan.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏