
" Apa yang sedang kamu lakukan di sini?" Ucap seseorang yang menepuk pundak Fariz dengan pelan.
" Mampus, apa aku sudah ketahuan?" Fariz memejam kan mata nya. Takut kalau yang kini sedang menepuk pundak nya salah salah satu anak buah Nindy.
" A aku" Fariz pun memberanikan diri untuk membalik kan badan nya setelah dia menarik nafas nya dalam. " Kamu?" Mata Fariz membulat sempurna saat melihat siapa yang ada di hadapan nya saat ini. " Ish, kamu mengagetkan ku saja. Sedang apa kamu di sini?" Fariz menatap kesal pada orang yang ada di hadapan nya.
" Tentu saja untuk bertemu dengan mu" jawab Yuichi dengan senyum manis nya, Yuichi sejak tadi memang mencari keberadaan Fariz untuk meluruskan masalah yang tadi sempat tertunda karena Fariz pergi begitu saja dari Yuichi dan menghilang dari pandangan Yuichi sehingga Yuichi kesulitan menemukan keberadaan Fariz.
"Ck" Fariz berdecak kesal. " Apa yang____"
" Fariz" belum sempat Fariz melanjut kan kata - kata nya, Almyra sudah datang menghampiri nya. " Mereka pergi kemana?" Tanya Almyra dengan nafas terengah setelah dia sampai di dekat Fariz dan Yuichi.
" Mereka naik ke lantai 23, kenapa kamu lama sekali?" Fariz berdecak sebal.
" Maaf, kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo kita pergi!" Almyra menarik salah satu tangan Fariz untuk segera masuk ke dalam lift dan mengejar Nindy yang membawa Devlin bersama dengan mereka.
" Tunggu! Kamu mau ke mana, dan siapa dia?" Yuichi yang bingung dengan apa yang terjadi saat ini menarik tangan Fariz yang lain nya. Apa lagi orang yang menarik tangan Fariz saat ini tidak Yuichi kenali siapa orang nya.
" Ternyata kak Yui ada di sini?" Almyra baru menyadari keberadaan Yuichi di sana. " Fariz kamu mengajak nya?" Almyra menatap Fariz.
" Tidak, dia datang sendiri ke sini" Fariz melemparkan pandangan nya ke sembarang arah.
" Tunggu - tunggu, sebenar nya siapa kamu? Kenapa suara mu tidak asing, dan tadi kamu memanggil ku apa, kak Yui?" Yuichi menatap Almyra dengan tatapan menyelidik dengan hati yang sangat bingung karena tidak tahu kondisi apa yang sedang terjadi saat ini.
" Kak Yui tidak mengenaliku? Ish, tentu saja. Pasti karena penyamaran ku ini" Almyra terkekeh di akhir kalimat nya. " Tapi itu tidak penting sekarang, kita harus segera pergi dari sini. Kak Yui, kamu ikut saja dengan kami! Dan kami akan menjelaskan semua nya nanti" Almyra menyeret tangan Fariz dan Yuichi secara bersamaan ke dalam lift yang sudah terbuka, Almyra pikir tidak buruk jiga kalau Yuichi ikut bersama dengan mereka karena Yuichi bisa saja membantu mereka.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara itu di lantai 23
" Cepat bawa masuk dia!" Nindy memberikan perintah pada dua orang pria bertubuh kekar yang membawa tubuh Devlin yang tak sadar kan diri.
Beberapa waktu yang lalu, Devlin dan Nindy masih mengobrol bersama dengan Simon yang juga sedang mengobrol masalah bisnis bersama dengan Aydan dan Nara yang juga menghadiri pesta itu. Namun entah kenapa setelah Devlin meminum minuman dari gelas yang di bawakan oleh pelayan pria yang menghampiri mereka, kepala Devlin tiba - tiba terasa berat dan juga pusing. Bahkan tubuh Devlin seolah sudah tidak bertenaga lagi dan limbung begitu saja.
" Letak kan dia di sana dan kalian boleh keluar dan berjaga di depan pintu, dan aku akan memanggil kalian jika aku membutuhkan kalian! Perintah Nindy sambil tangan nya menunjuk ke arah tempat tidur yang ada di kamar hotel yang sudah dia siap kan untuk rencana nya itu.
" Baik nona" dua pria itu pun meletak kan tubuh Devlin yang sudah tak sadar kan diri di atas tempat tidur yang di tunjuk oleh Nindy barusan.
" Devlin, Devlin, seandai nya kamu tidak menolak ku waktu itu. Aku pasti tidak akan berbuat nekad seperti ini." gumam Nindy menatap Devlin yang sedang terbaring dengan senyum jahat di bibir nya saat dua pria suruhan nya selesai meletak kan Devlin di sana.
" Tugas kami sudah selesai nona, kami permisi!" Dua orang pria itu langsung pergi keluar dari kamar itu karena tugas mereka sudah selesai.
" Kerja bagus" Nindy memberikan amplop coklat yang lumayan tebal pada dua pria itu.
" Terima kasih nona, ini memang yang kami tunggu" salah satu pria itu menerima amplop dengan senyum senang tercetak di bibir mereka. Dan tanpa basa basi lagi ke dua pria itu pun langsung keluar dari kamar itu.
Setelah ke dua orang pria suruhan nya pergi, Nindy pun berjalan mendekat ke tempat tidur di mana Devlin sedang terbaring tak sadar kan diri.
" Devlin, kamu memang sangat tampan" tangan Nindy terulur mengusap wajah tampan milik Devlin. " Tidak salah aku tergila - gila pada mu sejak dari jaman kuliah dulu" Nindy tersenyum penuh arti menatap kagum pada pria tampan yang ada di hadapan nya.
" Mulai sekarang, kamu akan menjadi milik ku" tangan Nindy turun ke arah kemeja yang di kenakan oleh Devlin saat ini, perlahan tangan Nindy melepaskan dasi berwarna abu yang di kenakan oleh Devlin dan meletak kan nya di atas nakas yang berada di samping nya. Setelah itu Nindy pun membuka kancing kemeja yang di pakai Devlin satu persatu, entah apa yang akan di lakukan oleh Nindy pada nya. Hanya Nindy sendiri dan autor yang tahu 🤣🤣
" Dengan semua otot yang kamu miliki tak hanya wajah yang tampan saja namun juga tubuh yang indah" gumam Nindy menatap kagum saat melihat roti sobek pada perut Devlin. " Bagai mana mungkin aku tidak tergoda oleh diri mu" tambah Nindy lagi dengan wajah yang sayu dan penuh gai rah. Seperti nya Nindy sangat tergoda oleh tubuh sempurna milik Devlin.
Tak menunggu lama Nindy pun mulai melepaskan jas dan kemeja yang di pakai Devlin setelah dia selesai melepas kan semua kancing nya, sehingga tubuh bagian atas Devlin kini polos tanpa sehelai benang pun.
Sekarang giliran ku, tunggu sayang" Nindy pun dengan tak tahu malu nya hendak membuka gaun yang di pakai nya.
" Ck, seandai nya kamu tidak menutup mata mu Kamu pasti akan terpesona dengan tubuh indah ku ini" gumam Nindy dengan percaya diri. "Tapi sayang, mata mu kini tertutup karena kalau tidak. Kamu tidak mungkin mau ikut dengan ku kemari, jadi jangan salah kan aku karena sudah melakukan ini pada mu" tambah Nindy lagi, kali ini wajah Nindy sedikit menakut kan. Tangan nya masih bergerak membuka resleting pakaian yang ada di punggung nya.
**Apa yang akan terjadi pada Devlin, akan kah Almyra dan yang lain nya bisa datang tepat waktu? Jeng ... jeng ... jeng ...
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**