My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 57



" Kira - kira siapa yang akan menjadi saingan ku nanti?" Yuichi terlihat berjalan mondar - mandir di rumah besar keluarga Nakamura. Sore ini Yuichi sudah berjanji akan datang ke mansion keluarga Balendra untuk bertemu dengan saingan nya untuk mendapatkan Fariz.


" Bisakah kamu menghentikan itu, lama - lama kepala mommy ini pusing melihat mu seperti itu" mommy Yemi yang sejak tadi menemani putra nya itu merasa jengah melihat kelakuan putra semata wayang nya itu.


" Tidak bisa mom, aku sekarang merasa cemas" berhenti sejenak dan melihat ke arah mommy nya yang duduk di atas sofa yang tak jauh dari nya dan langsung kembali melangkah kan kaki nya. " Apa mommy tidak mengeri perasaan ku, sore ini daddy Fariz akan membawa calon menantu yang menjadi pilihan nya. Apa mommy pikir aku akan bisa tenang?" Yuichi masih saja mengoceh dengan kaki yang masih melangkah mondar - mandir di sana.


" Ish, mommy tahu perasaan mu. Tapi ini juga kan semua salah mu, jadi terima saja konsekwensi nya" mommy Yemi memutar bola mata nya malas.


Semalam setelah kepulangan Yuichi dari mansion keluarga Balendra, Yuichi menceritakan semua kejadian yang dia alami di sana. Tak lupa Yuichi juga menceritakan tentang rencana keluarga Balendra untuk menjodohkan Fariz dengan pilihan mereka sendiri karena merasa tidak suka dengan perbuatan Yuichi yang malah membohongi mereka dengan menikahi Fariz secara diam - diam, walau pun itu hanya pura - pura. Yuichi kira keluarga Fariz melakukan itu hanya untuk mengakhiri sandiwara pernikahan yang terjalin antara diri nya dan Fariz karena penyakit amnesia yang di derita nya.


" Mommy" Yuichi merengek sambil menghentak kan kaki nya.


" Mommy mu benar" Daddy Kenzi menimpali. Daddy Kenzi yang baru saja datang dari urusan nya langsung bergabung dan duduk di dekat istri tercinta nya, tak lupa peluk dan cium daddy Kenzi berikan pada istri kecil nya dengan mesra membuat Yuichi semakin kesal saja karena harus melihat adegan yang membuat nya sangat iri itu. " Lagi pula, kenapa kamu tidak jujur saja pada mereka dan melamar gadis itu dengan cara yang benar" tambah Daddy Kenzi lagi dengan nada datar nya.


" Benarkan, aku juga sudah mengatakan itu sejak semalam pada putra mu. Dia saja yang tidak mau mendengar nya" mommy Yemi mengangguk angguk kan kepala nya.


" Aku juga sekarang berpikir seperti itu" Yuichi menduduk kan diri nya di samping mommy nya dengan wajah yang lesu. " Apa bila aku mengatakan nya nanti malam, tidak akan terlambat?"


" Tidak ada kata terlambat untuk sebuah kejujuran, lagi pula kalau kamu benar - benar mencintai Fariz. Kamu harus berjuang untuk cintamu" mommy Yemi merangkul pundak Yuichi dan mengusap nya lembut. " Seperti nya perjuangan mu baru saja di mulai" tambah mommy Yemi lagi seraya mengedipkan sebelah mata nya.


" Mommy mu benar, jadi pria itu jangan lemah. Apa kamu akan menyerah begitu saja hanya karena mendapatkan saingan cinta" daddy Kenzi berkata dengan nada mengejek nya.


" Ck, tentu saja aku tidak akan menyerah" Yuichi berkata dengan penuh percaya diri. " Lagi pula aku tidak mau kehilangan Fariz dalam hidupku"


" Itu baru anak daddy" daddy Kenzi mengacungkan ibu jari nya.


" Anak mommy juga" mommy Yemi tak mau kalah.


" Ya sudah, kalau begitu anak mommy dan daddy ini akan pergi dulu" Yuichi berdiri dari duduk nya dan langsung mencium tangan ke dua orang tuanya. " Assalamualaikum" setelah mengatakan itu Yuichi pun langsung pergi keluar dari rumah nya untuk menemui keluarga Paris di mension keluarga Balendra.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


" Maaf aku terlambat!" Suara bariton dari seseorang membuat semua orang yang sedang terdiam di ruang keluarga mansion menoleh ke arah nya. Tampak seorang pria tampan dengan penampilan rapi tersenyum ramah pada semua yang ada di sana.


Saat ini seluruh anggota keluarga Balendra di tambah Yuichi sedang terdiam dengan pikiran mereka masing - masing setelah tadi daddy Nanda menyuruh semua orang menunggu kedatangan seseorang yang akan menjadi saingan cinta nya, dan ini lah yang mereka tunggu.


" Tidak apa - apa, kamu sama sekali tidak terlambat" Daddy Nanda berdiri dari duduk nya dan menyapa pria yang baru saja datang dengan ramah, jarang sekali Daddy Nanda menunjuk kan wajah ramah nya itu. Jadi sangat beruntung sekali pemuda itu bisa di perlakukan seramah itu oleh pria dingin seperti Daddy Nanda. " Kalian semua perkenal kan Azka, dia berasal dari Paris" daddy Nanda memperkenal kan pria itu dengan bangga sambil menepuk pundak Azka dengan pelan.


" Hai semua nya, namaku Azka. Kamu pasti Farizka bukan?" Azka tersenyum manis pada Fariz yang sedang menatap ke arah diri nya dengan wajah datar nya.


" Jangan sok kenal, kita belum pernah bertemu sebelum nya" ketus Fariz.


" Fariz!" Ucap daddy Nanda dengan penuh penekanan. " Jangan bersikap seperti itu pada Azka!" Daddy Nanda menatap Fariz tajam.


" Tidak apa - apa om, mungkin Fariz melupakan ku. Bukan kah kami memang sudah lama tidak bertemu" Azka masih saja menunjuk kan senyum manis nya.


" Ya, kamu benar" Daddy Nanda mengangguk kan kepala nya. " Itu sudah belasan tahun yang lalu"


" Ah ya!" Suara Mommy Fika tiba - tiba mengagetkan semua nya. " Apa kamu Azka yang itu? Mommy Fika langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Azka.


" Mommy mengenal nya?" Aydan mengerutkan kening nya begitu pun dengan yang lain nya. Semua merasa penasaran dengan pria asing yang ada di hadapan mereka.


" Tentu saja, apa kamu juga melupakan nya?" Mommy Fika mengangguk dengan wajah yang berbinar. " Aku tidak menyangka kamu tumbuh menjadi pria yang sangat tampan seperti ini" tambah mommy Fika lagi seraya menepuk pundak Azka lumayan keras membuat Azka sedikit meringis di buat nya.


" Memang siapa dia?" Fariz yang sangat penasaran pun kembali bertanya pada mommy nya itu.


" Kamu wajar saja sudah lupa, karena terakhir kalian bertemu kamu masih berusia 7 tahun" mommy Fika terkekeh saat mengatakan nya.


" Tujuh tahun, itu berarti sekitar tujuh belas tahun yang lalu?" Yuichi yang sejak tadi diam pun ikut berbicara.


" Ya, kamu benar" mommy Fika kembali terkekeh. " Perkenal kan, ini Azkha adik kandung dari paman kalian Afkha. Kita bertemu dengan nya saat kunjungan kita ke Pariz tujuh belas tahun yang lalu, kalau tidak salah Azka saat itu berumur 10 tahun dan sudah mulai tinggal bersama dengan paman kalian Afkha" mommy Fika menjelaskan.


Ya Azka adalah adik kandung dari Afkha yang sudah mulai tinggal bersama dengan Afkha di Paris sejak berumur sepuluh tahun karena orang tua Afkha meninggal karena kecelakaan dan Afkha lah yang membesarkan Azka sejak itu. Bahkan saat ini Azka yang meneruskan perusahaan yang di pimpin oleh Afkha karena Feyrin putri semata wayang Afkha memilih tinggal di Indonesia bersama dengan suami nya Angga.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏