
" Kamu juga sangat cantik" tiba - tiba Devlin membuka mata nya dengan senyum penuh arti pada Almyra.
Deg
Detak jantung Almyra berdetak dengan sangat cepat saat ini dengan wajah yang tampak kaget sekaligus panik.
" Aaaakh!"
Duukk
Brraak
Gedebug
Almyra berteriak dengan keras karena kaget saat mendengar suara Devlin, tubuh Almyra spontan bangun dan tak sengaja membenturkan kening nya pada kening Devlin sebelum tubuh nya terjatuh dari atas tempat tidur pada lantai marmer yang sangat dingin. Kini tubuh Almyra terkapar di lantai dengan keadaan tubuh nya yang menghadap ke arah lantai.
" Almy, apa kamu baik - baik saja?" Devlin yang khawatir dengan keadaan Almyra langsung beringsut ke pinggir tempat tidur untuk melihat keadaan gadis itu seraya tangan nya mengusap kening nya yang terasa panas akibat benturan yang cukup keras barusan. " Almy, are you oke?" Devlin mengulangi ucapan nya karena tidak ada jawaban dari Almyra dengan wajah yang sangat panik.
" Ya, i' am oke" terdengar suara pelan dari Almyra tanpa mengubah posisi nya. Jujur saja, Almyra saat ini sangat malas untuk mengubah posisi nya. Karena kalau Almyra bangun dari posisi nya pasti diri nya akan melihat wajah Devlin dan sudah pasti wajah nya yang kini sangat berantakan akan terlihat juga oleh pria itu. Apa lagi setelah kejadian barusan, rasa nya Almyra tidak ingin bangun dari posisi nya sat ini.
" Kalau begitu, bangun lah!" Ucap Devlin dengan nada khawatir nya. Devlin pikir pasti Almyra saat ini sangat tidak nyaman dengan posisi nya saat ini.
" Tidak, aku masih ingin di sini" jawab Almyra tanpa pikir panjang, tentu saja itu terdengar sangat bodoh.
" Kenapa? Pasti sangat tidak nyaman berada di sana" Devlin mengulum senyum di bibir nya, Devlin tahu kalau saat ini Almyra pasti sedang sangat malu pada diri nya.
" Tidak, di sini juga cukup nyaman kok" Almyra semakin membenamkan wajah nya pada lantai di hadapan nya. " Haish, dasar bodoh kamu Almy" gumam Almyra pelan merutuki perkataan bodoh nya sendiri. Lagi pula bagai mana bisa tengkurap di atas lantai tanpa alas bisa menjadi tempat nyaman, apa lagi Almyra juga harus merasakan rasa sakit yang dia rasakan pada beberapa bagian tubuh nya yang terbentur dan terjatuh tadi belum lagi rasa dingin yang dia dapat kan dari lantai marmer yang kini menjadi alas tubuh nya.
" Benarkah? Kalau begitu aku juga mau?" Tanpa di sadari oleh Almyra, Devlin sudah ikut tengkurap di samping nya.
" Ap apa yang kakak lakukan?" Almyra jelas kaget saat ini, apa lagi detak jantung nya kini juga berdetak semakin cepat seperti akan melompat dari tempat nya. Apa lagi kini wajah Devlin hanya berjarak beberapa senti saja dari wajah nya.
" Tidak mau, aku ingin di sini saja" Almyra memalingkan wajah nya untuk menyembunyikan wajah nya yang sudah sangat merona sedari tadi karena rasa malu yang di rasakan nya sejak tadi.
" Jangan bicara sembarangan, kalau kamu tetap di sini nanti kamu akan sakit"
" Akh" Almyra berteriak karena merasakan tubuh nya yang tiba - tiba terasa melayang, ternyata tanpa aba - aba Devlin mengangkat tubuh Almyra dari atas lantai itu. " Apa yang kakak lakukan, cepat turunkan aku!" Almyra menggerak kan tubuh nya memberontak agar Devlin menurunkan diri nya.
" Tenang saja, aku akan menurunkan mu" jawab Devlin dengan enteng nya seraya melangkah kan kaki nya satu langkah agar dia bisa lebih mudah menurunkan Almyra di atas tempat tidur yang tadi mereka tiduri. Namun, baru saja Devlin akan melangkah, kaki Devlin tak sengaja tersandung oleh pakaian nya yang semalam berserakan setelah Nindy melepaskan itu dari tubuh nya.
Brruukk
Almyra dan Devlin akhir nya terjatuh di atas tempat tidur yang empuk dengan posisi Almyra tertindih tubuh Devlin dan dengan ke dua bibir mereka yang saling menempel satu sama lain.
Jantung Almyra dan Devlin berdetak dengan sangat kencang dengan ke dua bola mata mereka yang membulat sempurna karena sama - sama merasa kaget dengan kejadian yang mendadak itu.
Tiga puluh detik berlalu, ke dua nya masih dalam posisi yang sama. Seperti nya mereka masih belum tersadar dengan keadaan mereka saat ini, ke dua nya sama - sama tenggelam dengan pikiran mereka masing - masing. Perlahan Devlin yang memang mempunyai perasaan pada gadis yang berada di bawah kungkungan nya itu mencoba untuk menggerak kan bibir dan lidah nya untuk mencoba melu mat bibir mungil yang kini menempel dengan bibir nya, namun Almyra sama sekali tidak melakukan apa pun, dia tidak menolak atau pun membalas apa yang di lakukan Devlin saat ini. Seperti nya Almyra masih sangat kaget dan tak percaya dengan apa yang sedang terjadi saat ini.
Jujur saja Almyra sangat senang dengan kejadian ini, namun Almyra juga masih bingung dengan perasaan Devlin pada nya. Apa lagi ini adalah ciuman pertama nya, jadi Almyra belum paham dengan apa yang harus di lakukan nya saat ini. Tubuh Almyra saat ini seakan membeku tidak bisa bergerak, bahkan seperti nya otak nya pun juga ikut membeku karena saat ini Almyra juga tidak bisa berpikir sama sekali.
" Maaf" ucap Devlin setelah dia melepaskan tautan antara bibir nya dan bibir Almyra, Devlin pikir mungkin Almyra tidak suka dengan apa yang di lakukan nya karena Almyra sama sekali tidak membalas ciuman yang dia berikan pada gadis itu. Sedangkan Almyra yang tidak mengerti akan arti ucapan Devlin hanya bisa mengerutkan kening nya dengan tubuh yang masih membeku. " Seperti nya aku sudah membuat kesalahan" Devlin perlahan bangkit dan menjauhkan tubuh nya dari atas tubuh Almyra.
" Kesalahan?" Wajah Almyra berubah marah. " Cih, apa kamu berpikr aku adalah kesalahan? Apa mencium ku seburuk itu sehingga kamu menyebutku sebagai sebuah kesalahan?" Almyra ikut bangkit dari posisi nya dan langsung menatap tajam pada Devlin.
" Bukan begitu, justru malah sebalik nya" jawab Devlin dengan ragu.
" Maksud nya?" Almyra mengerutkan kening nya.
" Ish, apa kamu tidak mengerti? Mencium mu adalah hal yang sangat istimewa bagiku, dan bersama mu bukan lah sebuah kesalahan melainkan sebuah keinginan terbesar dalam hidupku. Tapi aku sangat takut keinginan ku itu malah akan membuat ku kehilangan mu" jawab Devlin dengan wajah yang terlihat kesal dan frustasi.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏