
Waktu terus berputar dengan cepat, Yuichi masih saja bertahan di depan gedung mansion yang besar dan megah itu dengan wajah yang terlihat sendu melihat ke arah pintu utama mansion. Diri nya berharap Fariz akan keluar dari sana dan datang menemui diri nya.
Jedderr
Seakan mengerti akan kesedihan yang di rasakan oleh Yuichi saat ini. Suara petir bergemuruh di sertai air hujan yang tiba - tiba turun membasahi permukaan bumi dan juga tubuh Yuichi yang hanya diam merasakan dingin nya malam dan guyuran air hujan yang begitu deras nya.
" Adakah yang lebih buruk lagi dari ini?" Gumam Yuichi mendengus kesal seraya menatap ke arah langit. Tapi aku tidak boleh menyerah, aku yakin Fariz akan keluar untuk menemui ku" tambah Yuichi lagi dengan penuh harap.
" Apa kamu yakin tidak mau menemui nya?" Mommy Fika menghampiri Fariz yang masih berdiri di dekat jendela.
Sudah tiga jam berlalu sejak Yuichi berdiri di luar seorang diri, begitu pun Fariz yang juga berdiri di dekat jendela untuk melihat keadaan Yuichi.
" Tidak mom, ini mungkin jalan yang terbaik untuk kami. Biarkan dia, nanti juga dia akan pergi sendiri setelah bosan" Fariz berusaha bersikap tegar di hadapan mommy nya, padahal dalam hati nya yang paling dalam Fariz sangat ingin menemui Yuichi dan memeluk pria itu dengan begitu erat nya untuk menyalurkan semua kerinduan yang sudah mereka pendam.
" Apa ini karena daddy mu?" Mommy Fika menatap iba pada putri nya itu. " Jika itu penyebab nya, mommy akan pastikan daddy mu tidak akan marah pada mu" tambah mommy Fika mengusap pundak Fariz dengan lembut.
" Tidak mom, ini sudah keputusan ku" Fariz tersenyum kecil. " Mommy bisa kah mommy meninggalkan ku sendiri? Aku ingin beristirahat" Fariz berjalan menuju ke tempat tidur nya dan langsung berbaring dengan selimut yang menutupi tubuh nya.
" Baiklah kalau itu memang keputusan mu" mommy Fika pun keluar meninggalkan Fariz dengan perasaan sedih nya.
" Yui, maafkan aku hiks.. hiks.." tubuh Fariz bergetar di balik selimut yang menutupi seluruh tubuh nya, ini benar - benar sangat berat bagi Fariz. Namun apa boleh buat, ini adalah keputusan nya sendiri untuk menuruti perkataan daddy nya.
Sementara di kamar yang lain nya.
" Apa kamu tidak keterlaluan?" Mommy Fika menatap daddy Nanda dengan tatapan tajam nya. " Kamu lihat bagaimana perjuangan nya untuk putri kita, apa tidak ada maaf sedikit pun untuk nya?" Tambah mommy Fika lagi dengan nada kesal nya seraya menunjuk Yuichi yang masih berdiri di bawah hujan dari jendela kamar mereka.
" Itu masih belum apa - apa dibandingkan dengan kebohongan nya selama ini, apa lagi kamu tahu sendiri bagaimana bocah itu tinggal dengan putri kita selama berbulan - bulan saat di Bandung" daddy Nanda selalu saja merasa kesal jika mengingat hal itu.
" Tapi apa kamu tidak lihat bagaimana menderita nya putri kita? Aku tidak tega melihat Fariz selalu saja murung" mommy Fika menggerutu kesal.
" Bukan kah kamu tahu sendiri kalau putri kita memang sudah tidak mau berhubungan dengan bocah itu lagi" daddy Nanda berkata dengan enteng nya.
" Ish, memang susah berbicara dengan batu seperti mu. Apa kamu tidak tahu putri kita bersikap seperti itu karena dirimu, dia sangat mencintai mu" mommy Fika tak habis pikir dengan apa yang di pikirkan suami nya itu. " Baiklah, terserah apa yang ingin kamu lakukan! Tapi kalau sampai terjadi sesuatu pada mereka, kamu harus tanggung sendiri akibat nya" mommy Fika melengos begitu saja dan langsung membaringkan diri nya di tempat tidur mereka meninggal kan daddy Nanda dengan sejuta pikiran nya.
Flash back on
Beberapa hari sebelumnya daddy Nanda berkunjung ke rumah orang tua Nara untuk menemui besan nya Razky. Daddy Nanda ingin sekedar berbincang dengan teman lama nya itu untuk melepaskan kepenatan dalam kepala nya karena Fariz dan juga Yuichi.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang? " Daddy Nanda memijat pelipis nya yang terasa berdenyut.
Beberapa saat yang lalu Daddy Nanda menceritakan masalah Fariz dan juga Yuichi yang di pisahkan paksa oleh diri nya karena merasa marah dengan apa yang di lakukan Yuichi pada Fariz saat itu di kamar hotel, walau pun Fariz dan Yuichi sama - sama mengatakan kalau mereka tidak melakukan apa pun saat itu.
"Cih, kamu bisa semarah itu pada kekasih putrimu walau mereka tidak melakukan apa pun. Bagaimana jika putri mu bernasib sama dengan putri ku" ayah Razky berkata dengan nada mengejek nya.
" Aku tahu, dan aku bersyukur karena itu tidak terjadi. Tapi entah kenapa begitu sulit untuk ku menerima hubungan mereka" daddy Nanda merasa bingung dengan perasaan nya sendiri.
" Lalu bagaimana dengan pemuda itu, apa dia menyerah dan meninggalkan Fariz?' Tanya ayah Razky menatap daddy Nanda dengan tatapan menyelidik.
" Pemuda itu justru pantang menyerah, setiap hari dia selalu datang dan mengganggu ku. Dia selalu berdiam diri di depan gerbang mansion seharian, seperti tidak ada kerjaan saja" daddy Nanda mendengus kesal.
"Apa menurut mu itu belum cukup? Kamu bahkan tahu bagaimana aku bisa memaafkan dan menerima putra mu sebagai menantu ku saat itu walau aku sangat kesal dan membenci nya, apa kamu tidak bisa melakukan hal yang sama dengan ku? Bukan kah putri mu sangat mencintai pemuda itu, jangan biarkan keegoisan menjadi penyebab kehancuran putri mu sendiri" ayah Razky memberikan saran nya.
" Apa aku sudah sangat jahat pada mereka, kamu tahu, bahkan aku sudah berusaha menghancurkan perusahaan bocah itu" daddy Nanda mulai ragu dengan perbuatan nya.
" Ck, tidak biasa nya kamu mencampur adukan masalah pribadi dengan bisnis. Pasti ini sangat menyulitkan bagi mu" ayah Razky menepuk pundak daddy Nanda yang ada di sebelah nya. " Sudahlah, kamu pikirkan lah lagi perkataan ku tadi! Lebih baik sekarang kita minum kopi nya dulu, kamu tahu kalau Nami pasti akan marah jika kita tidak menghabiskan kopi buatan nya" ayah Razky terkekeh saat mengatakan nya.
Flash back off
" Apa ini saat nya aku untuk menerima nya?" Gumam daddy Nanda pelan seraya melihat Yuichi dari jendela. " Biar besok pagi aku mengatakan nya pada Fariz, sebentar lagi bocah itu juga pasti akan pergi dari sini" daddy Nanda pun langsung menyusul istri nya menuju pembaringan mereka.
**Semoga saja belum terlambat ya daddy 🤔🤔
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰**