
Suara ayam jantan yang berkokok terdengar bersahutan menandakan sebentar lagi mata hari akan muncul ke permukaan sepenuh nya. Dedaunan masih terlihat basah pertanda hujan deras semalam belum lama ini baru reda dan angin dingin malam yang berhembus terasa menembus sampai ke tulang - tulang.
" Seperti nya semalam aku ketiduran, jam berapa ini?" Fariz mengerjapkan mata nya setelah diri nya seperti nya tertidur saat sedang menangis tadi malam. Bahkan mata Fariz saat ini terlihat bengkak karena terlalu lama mengeluarkan air mata nya.
" Yui, apa dia sudah pulang?" Fariz langsung bangun dari posisi nya dan turun dari atas tempat tidur nya saat teringat akan pemuda yang dicintai nya itu. " Dia tidak sebodoh itu kan untuk bertahan semalaman di sana" gumam Fariz pelan seraya melangkah kan kaki nya. Jujur saja Fariz sangat menghawatirkan keadaan Yuichi saat ini, apa lagi hujan semalam turun cukup lebat. Fariz pun melangkah cepat menuju ke arah kaca jendela kamar nya untuk melihat pria yang di cintai nya, namun betapa terkejut nya Fariz saat melihat tubuh Yuichi sudah tergeletak begitu saja di sana.
" Astaghfirullah, Yui" Fariz menutup mulut nya yang terbuka dan segera berlari keluar dari kamar nya untuk menuruni anak tangga menuju ke pintu utama mansion. " Kamu tidak boleh kenapa - napa Yui" ucap dalam hati Fariz seraya berlari.
"Kamu mau kemana Fariz, kenapa kamu berlari?" Mommy Fika yang sudah bangun dan menuju ke arah dapur tampak heran melihat putri nya yang berlari pada jam seperti itu.
" Yui mom, kita harus menolong Yui!" Ucap Fariz dengan wajah yang panik dan terburu - buru sehingga setelah mengatakan itu Fariz langsung meninggal kan mommy nya begitu saja.
" Yui, apa tang terjadi? Tidak mungkin kan dia.." mommy Fika tidak melanjutkan ucapan nya dan malah ikut berlari mengikuti Fariz keluar dari mansion.
Dan betapa terkejut nya mommy Fika saat melihat tubuh Yuichi yang sudah tergeletak tak berdaya di atas tanah.
" Yui, bangunlah!" Fariz berteriak histeris seraya memeluk tubuh Yuichi yang sudah tak berdaya, wajah Yuichi saat ini terlihat sangat pucat dengan seluruh tubuh nya yang terasa dingin. Pakaian dan rambut Yuichi juga masih basah karena air hujan yang semalaman turun dengan begitu derasnya.
Mommy Fika pun langsung berteriak memanggil beberapa pelayan pria yang sedang melakukan pekerjaan mereka untuk memindahkan tubuh Yuichi ke dalam kamar. Tak lupa mommy Fika menyuruh para pelayan itu mengganti pakaian basah yang di kenakan Yuichi saat ini dengan pakaian daddy Nanda yang di bawa oleh mommy Fika dari kamar nya.
" Apa yang terjadi?" Daddy Nanda yang baru saja terbangun dari tidur nya langsung menghampiri kamar tamu yang ada di lantai bawah untuk melihat apa yang sedang terjadi saat ini.
" Daddy aku mohon izinkan aku untuk merawat Yuichi, setidak nya sampai dia sadar" Fariz mengatakan itu dengan panik nya. Saat ini Fariz dan mommy Fika baru saja masuk ke dalam kamar yang di tempati Yuichi setelah para pelayan itu mengganti pakaian basah Yuichi.
" Apa yang sudah terjadi?" Aydan dan Nara yang baru saja bangun juga menghampiri mereka karena mendengar keributan.
" Kenapa dia? Jangan katakan kalau dia semalaman berdiri di depan mansion kita?" Aydan menatap Yuichi yang tak sadarkan diri dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
" Ya, kamu benar" Fika mengangguk kan kepala nya.
" Kenapa dia begitu bodoh?" Celetuk daddy Nanda dengan santai nya.
" Apa kamu bilang? Kamu harus nya sadar kalau dia seperti ini karena mu" mommy Fika menjewer telinga daddy Nanda dengan sangat keras.
" Aw.. aw.. lepaskan sayang, ini sakit sekali" daddy Nanda mengaduh kesakitan seraya memegangi telinga nya yang di jewer oleh mommy Fika.
" Biar kamu rasakan, rasa sakit mu itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang mereka rasakan itu" mommy Fika berkata dengan nada tinggi nya seraya menunjuk ke arah Fariz yang sedang menangis di samping Yuichi yang terbaring di atas tempat tidur. " Aku tidak menyangka kalau suami ku ini akan sekejam itu pada putri nya sendiri..hiks.. hiks.." air mata mommy Fika tumpah dengan tubuh nya yang bergetar, meluap sudah amarah dan kekesalan yang di rasakan mommy Fika selama beberapa hari ini.
" Mommy" Nara yang melihat mertua nya seperti itu langsung memeluk mommy Fika untuk menenangkan nya. Sedangkan Daddy Nanda berdiam diri dengan wajah yang terkejut sekaligus merasa bersalah saat melihat kemarahan istri nya seperti itu. Sungguh daddy Nanda baru kali ini melihat istri nya marah seperti itu. " Tenang lah mom!" Nara mengusap punggung mertua nya dengan lembut, bahkan air mata Nara juga ikut menetes dari ujung mata nya.
Aydan tidak memperdulikan keributan yang terjadi pada mommy dan daddy nya, Aydan memilih mendekati Fariz yang sedang menangis sendirian seraya menggenggam tangan Yuichi yang masih belum sadarkan diri.
" Kamu tenang saja, dia pasti akan baik - baik saja" Aydan mengusap punggung adik nya dengan lembut. " Dia pria yang kuat dan keras kepala, jadi aku yakin dia tidak akan kenapa - napa" tambah Aydan lagi berusaha menghibur adik semata wayang nya itu.
" Semoga saja" hanya itu yang di ucapkan Fariz tanpa menoleh ke arah Aydan sama sekali. Mata Fariz kini hanya tertuju pada Yuichi yang masih belum membuka mata nya. Belum ada yang tahu bagai mana keadaan Yuichi saat ini, mereka masih menunggu kedatangan dokter yang akan memeriksa kondisi tubuh Yuichi.
Hening, setelah itu hanya ada suara Isak tangis dari bibir para wanita di dalam sana. Semua nya terhanyut dalam pikiran mereka masing - masing, mungkin rasa penyesalan yang di rasakan oleh semua orang saat ini setelah melihat keadaan Yuichi yang seperti itu. Mereka kini hanya bisa menunggu kedatangan dokter Livia yang akan memeriksa keadaan Yuichi saat ini.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰